ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
110 " Sebenarnya apa maksud Tristan "


__ADS_3

Suara langkah kaki seseorang terdengar dari luar ruangan ini, dirinya yang melihat akan kehadiran seseorang ia bergegas menyembunyikan obat itu.


"Tuan? Tuan darimana aja kok jam segini baru datang?"


"Iya tadi saya ada urusan sebentar gimana apa semuanya sudah siap?"


"Iya kebetulan saya baru aja menyelesaikan semua tugas yang Tuan berikan tadi, ini Tuan boleh memeriksanya,"ucapnya dengan memberikan beberapa laporan kerja padanya.


"Oh iya selain masalah ini ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama kamu? Kamu pastinya sudah tau tentang berita yang sudah beredar luas mengenai Tristan, ini bukanlah masalah sepele jika kamu tidak mencabut omongan kamu dan maka tidak akan menunggu waktu yang lama Perusahaan Tristan akan hancur kamu harus melakukan sesuatu?"


"Bagiku melihat kehancurannya inilah yang aku inginkan sejak sedari dulu, jadi jika dia benar-benar bangkrut apa aku harus merasa kasihan padanya? Tidak! Itu tidak akan pernah terjadi biarlah orang seperti dia hancur dengan sendirinya karena ini yang aku inginkan! Maaf Tuan aku ingin ke-toilet jadi maaf saya tingal dulu!"


"Baiklah silahkan!"


Setelah memutuskan semuanya Bintang akhirnya mendatangi kantor Tristan. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama ia pun telah sampai di kantor tersebut. Akan tetapi belum juga ia bertemu dengan orang yang ingin ia cari Bintang terlebih dulu bertemu dengan seseorang yang malah membuatnya naik darah.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan disini?"


"Jangan halangi aku, aku tidak ada waktu untuk ngeladenin omongan kamu, jadi pergilah dari hadapanku!" gertaknya akan tetapi Sandra tidak menggubrisnya.


"Kamu ... Ternyata kamu sangat berani dan sombong ya sekarang. Apa setelah kamu pergi dari Rumah dan bertemu dengan Pria kaya sekaligus tampan waktu itu kamu berlagak jadi sok jagoan seperti ini. Atau mungkin kedatangan kamu kesini karena kamu ingin jual mahal atau memang kamu ingin pamer kepada Tristan gitu termasuk memberikan selamat atas kehancuran Tristan yang perlahan-lahan mulai terlihat?"


Tak tahan dengan ocehan yang keluar dari mulut Wanita ular yang berada disampingnya, dengan sigap Bintang pun melayangkan tangannya dan telat mengenai pipi kanan Sandra. Terkejut dengan apa yang dilakukan Bintang padanya, ia hanya menatapnya dengan tatapan tajam sembari memegang pipinya.

__ADS_1


"Jaga mulut dan sikapmu! Atau aku akan melakukan yang lebih parah dari ini! minggir," gertaknya yang dengan kasar Bintang langsung mendorongnya lantaran menghalangi jalan yang ingin ia lalui.


Setelah memberikan satu tamparan yang tepat mengenai pipi kanan Sandra yang membuat Wanita itu meringis sakit, dengan wajah yang tak mengenal rasa malu lagi. Bergegas Bintang pun melanjutkan lagi jalannya menuju keruangan Tristan!"


Setelah mendorong tubuh Sandra hingga membuat Wanita itu nyaris jatuh kelantai. Sementara para karyawan lain yang melihat adegan tadi langsung berhamburan pergi.


"Gila. Dia pikir dia siapa sampai-sampai ia berani menamparku seperti tadi. Bahkan dengan beraninya ia mempermalukan ku didepan banyak orang lihatlah saja apa yang akan dilakukan Tristan ketika ia tahu apa yang telah diperbuat Istri sialannya itu padaku," batinnya yang kemudian ia pun segera berlari menyusulnya.


*****


Setibanya didepan ruangan Tristan, Bintang langsung menerobos masuk tanpa mengetuknya terlebih-lebih dulu. Ia melihat lelaki itu sedang duduk dikursi kebesarannya. Pandangan Tristan yang sedari tadi fokus menatap layar laptop, kini teralihkan pada pintu ruangan yang tiba-tiba terbuka. Dengan bersamaan hadirnya seseorang yang datang dan membuatnya terkejut begitu melihat siapa yang datang.


"Bintang!"


"Bintang apa yang kamu lakukan disini?" tanyanya yang dengan nada halus.


Setelah Tristan membaca dan mengeceknya, pandangnya pun seketika berubah. Dan sekejab ia pun bangkit dari tempat duduk bersemedinya tadi yang berlalu ia pun menghampirinya dengan penuh banyak pertanyaan dan pertanyaan yang ingin ia tanya.


"Apa ini? Apa maksud kamu memberikan surat perceraian ini, bukannya aku udah bilang kalau aku tidak mau menceriakanmu apa kamu lupa dengan perkataan ku kemaren. Dan aku pertegaskan ke kamu aku tidak akan pernah menanda tangani surat ini apa kamu paham!" balasnya yang dengan sengaja Tristan langsung merobeknya hingga menjadi beberapa bagian dan melemparkannya ke udara.


Melihat tindakan apa yang barusan dilakukan Tristan. Bintang yang melihatnya ia hanya memberikan tatapan sinisnya sekaligus tawanya.


"Aku benar-benar bingung sama kamu? Bukankah ini yang kamu mau dari dulu? Bukankah ini yang kamu inginkan yaitu menunggu surat gugatan cerai dariku tapi kenapa sekarang kamu malah mengelak dan berlagak kalau kamu tidak mau menceraikanku. Apa kamu pikir aku akan tertipu dengan tipuan muslihat kamu ini. Sudahlah aku muak dengan semua ini biar pun kamu sudah merobeknya aku masih bisa membuatnya lagi. Tapi ingatlah keputusan tetap keputusan dan mau atau tidak, kamu harus bersedia untuk menanda tangani surat perceraian itu apa kamu paham!"

__ADS_1


Tanpa berkata mau pun mengucapkan sepatah kata lagi, Bintang berlalu pergi tanpa mau memperdulikan Tristan.


Bergegas keluar dan membanting pintu dengan keras membuat Tristan terhenti dan tidak bisa mengelak lagi.


Seberapa besar aku berusaha tetap tenang dan berlagak kuat dihadapannya, nyatanya aku tidak sesangup itu memendam rasa sakit ini. Bagiku apa yang ia katakan tadi tidak sebanding dengan rasa kecewa dan rasa sakit yang pernah ia lakukan kepadaku. Jadi biar pun kamu sudah berubah mau pun bisa mencintaiku aku tidak akan pernah akan tertarik lagi dengan semua godaan itu. Apalagi menyadari nyawaku tidaklah panjang lagi aku harus benar-benar pintar membedakan mana yang bohong dan mana yang palsu.


Melangkah tanpa terhenti dari langkahnya. Tiba-tiba seseorang lagi-lagi datang dan memanggilnya dengan sebutan pecundang.


"Dasar pecundang. Jadi kamu memutuskan akan menceraikan Tristan, astaga aku kira Wanita seperti anda tidak punya nyali seperti itu. Tapi nyatanya kamu sangatlah berani bahkan dengan mudahnya hanya menghitung waktu dan hari kamu secepat ini akan menceraikan dia setelah kamu bertemu dengan Pria kaya dan tampan . Apa setelah kamu menceraikan Tristan kamu akan berbalik menikah dengan Pria itu, itu kan yang kamu inginkan sekarang. Tapi dipikir-pikir orang seperti anda ternyata sangatlah cerdik ya?"ucap Sandra mencoba memancingnya.


"Apa anda sudah selesai ngomongnya. Apa anda tidak ingin memintaku mengucapkan kata-kata sebelum kamu ikut bangkrut dan hidup susah bersama Tristan?"


"Kamu...berani sekali kamu berkata seperti itu?"


"Iya kenapa? Bukannya seorang pelakor memang sudah sepantasnya untuk diberantas dari muka bumi ini bukan. Satu hal lagi, terimalah ini!" ucapnya yang kemudian Bintang yang melihat segelas air putih. Bergegas ia pun mengambilnya. Dan menyiramkannya yang akhirnya membuat baju Sandra pun basah.


"Kamu...."ucap Sandra dengan mengepal tangannya.


Ucap seseorang Wanita yang tak lain adalah Sandra. Tanpa perduli mendengar perkataan yang diucapkannya, Bintang yang hendak akan melangkahkan kakinya lagi, Sandra lagi-lagi menghalangi dan menjambak rambut Bintang dari belakang.


SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA MILIK KAK ( ENI PUA ) DENGAN JUDUL " GAIRAH CINTA KAKAK ANGKAT " DIJAMIN CERITANYA BAKAL NAGIH DAN PASTINYA SANGAT SERU YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰🥰


BERIKUT BLURNYA

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2