
"Ada apa dengan Revi sekarang? Kenapa dia malah mematikan telefon ku tanpa berkata sepatah kata padaku?"gumamnya yang merasa terheran-heran.
Diselimuti wajah penasarannya ia terus saja berfikir tentang apa yang terjadi dengan seseorang yang sangat ia cintai saat ini, disisi lain seseorang terdengar telah mengetuk pintu kamar hotelnya dari luar. Dirinya lalu menginjakkan kakinya tepat pada gagang pintu dan kemudian membukanya.
Setibanya dia membuka pintu, dirinya melihat seseorang yang tak lain adalah Revi sudah disambut dengan ekpresi wajah murung sekaligus cemberutnya.
"Revi ... Kamu? Kamu kenapa cemberut seperti ini?"
" Aku ada masalah?"ucap Revi spontan.
"Masalah apa?"tanya Alex dengan sedikit paniknya.
"Ponselku baru saja dijambret, jika aku beli aku tidak cukup uang karena Suamiku gajinya kamu tau sendiri kan jadi kamu mau kan membelikan aku ponsel baru plis?"ucapnya dengan sedikit memohon.
"Tunggu? Kapan terakhir kali kita saling terhubung di ponsel? Apa tadi kamu mengangkat telfon dariku?"
"Sayang aku kan sudah bilang kalau ponselku baru saja dijambret jadi gimana caranya aku bisa mengangkat telfon dariku aneh kamu ini?"
"Bukan seperti itu, tadi siang aku sempat menghubungimu dan ponsel kamu tiba-tiba ada yang mengangkatnya terus siapa yang mengangkatnya kalau bukan kamu?"
"Sudahlah kenapa kamu jadi pusingkan soal itu? Jika ponsel aku ada yang mengangkatnya maka itu artinya penjambret itu yang mengangkatnya ya sudah ayo kita masuk aku kangen tau sama kamu."
"Baiklah ayo masuklah!"ucap Alex yang mempersilahkan Revi untuk masuk, terlihat bahagia ketika bertemu dengannya Revi kemudian merangkul Alex dan keduanya pun masuk kedalam kamar hotelnya tersebut.
__ADS_1
******. ******
Sama-sama terbaring diatas ranjang bermotif putih polos dengan keadaan keduanya yang terlihat sudah bertelanjang dada. Revi yang berada didalam delapan rangkulan pundak Alex, dirinya nampak bahagia menikmati tontonan siaran televisi sembari bersanding dalam pelukan Pria yang sangat dia cintai yaitu Alex.
"Sayang?"ucap Revi yang spontan Alex pun mengalihkan pandangannya.
"Iya ada apa?"tanya balik Alex.
"Kira-kira sampai kapan kita akan berhubungan secara diam-diam seperti ini? Sampai kapan aku akan tetap bertahan bersama dengan Pria yang sama sekali tidak ada artinya seperti Bagas sampai kapan?"
"Jujur kadang aku bingung dengan dirimu? Kamu sendiri yang bilang jika kamu sudah tidaklah kuat bertahan menjalankan rumah tangga bersamanya, tapi kenapa kamu sampai sekarang tidak menceraikannya apa semua ini ada hubungannya dengan Rasya putra kalian makanya kamu tetap mempertahankannya?"
"Jujur jika aku disuruh memilih aku ingin sekali menceraikannya, tapi bukan alasan Rasya kenapa aku masih bertahan?"
"Bukan soal Rasya terus siapa?"
"Jika tentang wasiat yang diminta Papa kamu untuk bertahan dengannya apa kamu lebih memilih mengorbankan perasaan dan kebahagiaan kamu sendiri? Kamu berhak untuk bahagia Revi jadi bukan dengan seperti ini caranya?"
"Tapi sudahlah semua itu sekarang sudah tidak berarti bagiku. Bagiku yang terpenting adalah kamu? Kamu orang yang selalu ada disaat aku sedang membutuhkan. Dan kamu Pria yang juga sudah banyak memberikan aku kesempatan untuk bisa berfoya-foya dengan kekayaan kamu jadi pertanyaan aku? Kamu gak akan pernah ninggalin aku kan?"
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu kamu gak akan mungkin ninggalin aku kan? Jika nantinya kehidupan Bagas tiba-tiba memiliki segalanya gak akan mungkin berpaling darinya dan mencampakkan aku begitu saja?"
"Bagiku Pria bernama Bagas hanya akan menjadi Pria miskin, dia sama sekali tidak ada bakal karena pendidikan yang dia tempuh hanya sampai kejenjang SMP, sedangkan dirinya bisa masuk disalah satu perusahaan semua itu juga berkat kamu sayang, jadi jangan pernah berharap atau pun berfikir jika dia akan menjadi Pria kaya dan melebihi kekayaan yang kamu miliki karena itu tidaklah mungkin akan terjadi jadi kamu paham kan sama semua ucapan aku ini?"
__ADS_1
"Iya yang kamu katakan memang ada benarnya, dia hanya Pria miskin yang semasa hidupnya hanya menjadi Pria kurang beruntung. Bahkan bisa dibilang dirinya itu manusia yang sama sekali tidak berguna, buktinya sampai sekarang dia tidak tau dimana orang tuanya berada atau pun anggota keluarga aslinya ya kan?"
"Iya yang kamu katakan memanglah benar sayang,"balas Revi yang kemudian keduanya pun berpelukan kembali, Revi yang melihat bibir Alex sangatlah dekat nampak ****, dirinya tak tahan lagi yang akhirnya mulai memberikan serangan pertama dengan *****4* terlebih dulu bibir manis tersebut.
Keduanya yang sudah dipenuhi dengan hawa nafsu yang sangat tinggi hinga terus saja melakukan hubungan yang tak seharusnya mereka lakukan. Sama-sama *****4* bibir satu sama lain hingga tidak terkendali, hasrat mereka mulai bergejolak dan hampir saja keduanya melakukannya, ketukan pintu tiba-tiba menyadarkan akan h4sr4t dan g4ir4h mereka.
"Sayang siapa yang sedang bertamu?"tanya Revi sesaat ia melepaskan bibirnya dari lahapan Alex.
"Entahlah biar aku yang buka,"ucapnya yang kemudian mendapatkan halangan dari Revi.
"Jangan! Biar aku saja, kamu tidak memakai pakaian sama sekali jadi aku aja,"balas Revi.
"Baiklah tutup tubuhmu mengunakan kemejaku ini,"balas Alex yang memberikan kemeja putihnya, lalu dengan langsung Revi pun memakainya.
Langsung turun dari ranjang tempat keduanya berperang tadi, Revi mau pun Alex yang diselimuti rasa penasaran akan siapa seseorang yang datang, Revi kemudian membuka pintu setibanya pintu telah terbuka, dirinya nampak terkejut melihat siapa seseorang yang sudah siaga tepat dihadapannya.
Sesekali ia menelan air ludahnya sendiri tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Nampak seorang Laki-laki hanya menunjukkan tatapan senyumannya.
"Kamu?"
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN CERITA INI, ALANGKAH BAIKNYA SEMPATKAN JUGA UNTUK MAMPIR DISALAH SATU KARYA YANG TAK KALAH KEREN. DAN PASTINYA SETIAP EPISODE AKAN BIKIN JIWA KALIAN AKAN MERONTA-RONTA. YUK SINGGAH DULU DISINI
BERIKUT BLURNYA
__ADS_1
BERSAMBUNG.