
"Sudah! Sekarang bukan saatnya untuk membahasnya. Aku harus pergi karena ada tugas kedua yang harus aku jalankan sendiri. Dan soal rekamannya tenanglah aku sudah berhasil mendapatkannya jadi terima kasih atas kerja samanya,"ucap Bagas dengan tersenyum lega.
"Tunggu! Tugas apa yang ingin kamu jalankan selanjutnya? Apa kamu merencanakan rencana lain dibalik semua ini?"lanjut Andra dengan sedikit rasa penasarannya.
"Untuk soal itu aku belum bisa jelaskan, nanti kamu juga akan tau cepat pergilah!"
"Baiklah, ya sudah aku cabut dulu!"
"Baiklah."
Sampai dikediamannya, bagas kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam kediaman tersebut, sesampainya ia diruang tamu seseorang yang tak lain Revi sudah menunggunya.
"Hay aku pulang?"ucap Bagas beralih Revi pun menatapnya dengan wajah tidak percayanya.
"Bagas kamu sungguh pulang?"balasnya yang langsung menghampirinya.
"Iya dong aku kan sudah bilang kalau aku bakal pulang oh iya dimana Rasya?"tanya Bagas sesekali ia melirik kearah kanan mau pun kiri.
"Bibik sudah menidurkannya jadi biarkan Rasya kita beristirahat!"
"Jadi ....
"Jadi apa maksud kamu?"tanya Revi dengan wajah terheran-nya.
Mengangkat tubuh Revi dan membawanya pergi.
__ADS_1
"Astaga Bagas apa yang kamu lakukan turunkan aku! Nanti Bibik melihatnya turunkan aku!"
Bagas Kemudian menurunnya setelah di-hadapan kan dengan berbagai menu makanan yang dibilang semua masakan itu kesukaannya.
"Iya ... Iya aku akan menurunkan kamu, oh iya sayang semua ini kamu yang masak? Kamu sungguh-sungguh masak semua menu masakan kesukaan ku ini?"tanyanya dengan dihadapkan dengan banyaknya hidangan tersebut.
"Kan aku sudah bilang, sudah cepat kamu mandilah kemudian kita makan bersama."
"Aku sudah tidak sabar ingin menikmati semua ini? Biar pun kamu selama ini jarang masak, entah kenapa kali ini aku menghirup harum masakan ini sangatlah enak!"ucapnya dengan memandang satu persatu makanan tersebut.
"Keliatannya rencana ku kali ini berjalan dengan sangat baik? Dia kelihatannya percaya kalau aku memang Istri terbaik yang berani berubah hanya untuknya, padahal jika disuruh jujur aku melakukan semua ini juga karena harta warisan yang otomatis akan jadi miliknya biar pun sekarang kamu belum mendapatkan semuanya aku jamin tidak akan lama kamu akan mendapatkan semuanya sayang?"batin Revi dengan senyum liciknya.
"Revi?"timpal Bagas yang beralih tatapan Revi pun menatap balik kearahnya.
"Kamu kenapa?"tanya Bagas.
"Aku gak papa kok, oh iya kamu tadi bilang ingin mandi kok masih disini?"tanya Revi.
"Aku urungkan niatku untuk mandi karena airnya pasti agak dingin? Belum lagi harum akan aroma masakan kamu membuatku sangat menggugah selera jadi tidak apa-apa kan kalau kita makan dulu?"
"Baiklah tidak masalah ya sudah mari kita makan!"
"Baiklah!"
Menghampiri meja makan yang sudah terdapat beberapa menu makanan yang sangat menggugah selera, Bagas yang melihat sayur asem kesukaannya dirinya lalu mulai menyantapnya.
__ADS_1
"Gimana enak?"tanya Revi ketika melihat Bagas mulai lahap.
"Ini sangatlah enak kamu ternyata sekarang sudah pintar memasak ya?"ucap Bagas yang membuat Revi hanya senyum tipis kearahnya.
"Oh iya ngomong-ngomong seseorang yang sangat mirip denganmu apa ada kemungkinan jika dia memang saudara kembar kamu?"tanya Revi.
"Aku sendiri tidak tau apa aku sungguh-sungguh saudara kembar dari Pria bernama Tristan itu? Tapi adik dari Tristan sudah menjelaskan secara detail memang benar aku memang saudara kandungnya yang telah lama menghilang akibat kecelakaan yang dialami keluarganya puluhan tahun yang lalu,"jelas Bagas sembari menyantap makanan tersebut.
"Terus dengan kamu sendiri apa kamu percaya jika mereka keluarga kamu yang telah lama menghilang? Jika memang aslinya kamu benar-benar Putra dari pemilik ahli waris sesungguhnya jadi semua harta yang ada ditangan Wanita bernama Bintang itu memang aslinya sudah hak kamu untuk mendapatkannya kembali?"
"Maksudnya?"
"Mm gini! Jika kamu memang terbukti putra kandung dari mereka itu artinya harta kekayaan yang selama ini dipegang oleh Bintang itu sudah jadi hak kamu? Jadi pertanyaan ku apa kamu sama sekali tidak ada niatan untuk mendapatkan apa yang sudah seharusnya menjadi milikmu?"
"Entahlah aku tidak tau, oh iya aku sudah selesai makan kamu gak papa kan kalau aku tingal dulu?"
"Baiklah tidak apa-apa kamu juga belum mandi sedari tadi!"
"Baiklah ya sudah aku mandi dulu!"
"Baiklah." Melihat langkah Bagas yang memasuki kamar mandi, Revi ikut beranjak bangkit dari tempat duduknya dan membersihkan sisa-sisa makanan yang barusan mereka santap.
"Ada apa dengan Bagas? Kenapa setelah aku berbicara soal harta warisan kenapa dia malah seperti sedang menghindar? Apa aku terlalu jujur dan gugup mengatakan pertanyaan yang barusan aku ucapkan tadi? Sudahlah aku lanjutkan membersihkan ini saja,"ucapnya yang kemudian beranjak ke dapur.
BERSAMBUNG.
__ADS_1