
"Sebenarnya apa rencana kamu? Kenapa kamu melakukan semua ini sampai-sampai memberikan Sandra obat tidur apa maksud dari ini semua? Apa kamu memang sengaja?"
"Baiklah kalau kamu ingin tanya apa yang sebenarnya aku rencana ayo ikut aku!"ajaknya yang langsung menarik tangan Bintang dan membawanya pergi tanpa terkecuali.
"Ini apa maksudnya kenapa kamu malah membawaku kemari? Tunggu inikan kamarnya Sandra?"
"Ini Rumahku jadi terserah aku kalau aku mau tidur dimana aja, Kenapa? Memangnya aku tidak boleh tidur dikamar lain bersama istriku sendiri, apa kamu inggin menolak-ku?" timpal Tristan kemudian membuat Bintang pun terkejut dengan balasan yang diucapkan oleh Tristan barusan.
"Bukan begitu?"balasnya dengan wajah terheran-nya.
"Baiklah kalau kamu sudah sudah ingin menolaknya lagi. Aku sangat ngantuk aku akan tidur sekarang?"
"Baiklah,"balas Bintang.
Berada dalam satu kamar dan ranjang yang sama, Tristan yang sudah nampak pulas akan tidurnya, sedangkan berbalik dengan Bintang yang sedari tadi nampak masih heran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Bahkan memandang Tristan dengan tatapan herannya ia masih belum bisa berfikir jernih dengan semua ini.
"Jam baru menunjukkan pukul 22:00 malam. Dan yang bikin aku bingung tidak seperti biasanya Tristan jam segini sudah tertidur pulas seperti ini?" batin Bintang yang sembari melihat kearah Tristan yang sudah tertidur pulas dengan menggunakan balutan selimut putih untuk menutupi sekujur tubuhnya.
"Apa dia sangat kelelahan, makanya dia cepat tidur seperti ini?" batin Bintang lagi dengan agak sedikit terheran.
Tak berselang lama, terdengar suara ketukan pintu beberapa kali yang membuat Bintang pun akhirnya agak terganggu dengan suara tersebut. Karena tak tahan akhirnya dia pun membukanya. Dan ternyata...
__ADS_1
"Siapa itu yang mengetok pintu kamarku dengan sekeras itu? Itu tidaklah mungkin Mama? Pasti dia itu Sandra?" ucapnya yang kemudian Bintang pun beralih pergi kearah pintu dan membukanya.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan dengan mengetok-mengetok pintu sekeras ini?" gertak Bintang.
"Ayo kamu ikut aku!" ajak Sandra yang langsung menarik tangan Bintang untuk dia ajak pergi.
"Kemana kamu mau membawaku?"tanya Bintang yang langsung menepis tangan Sandra.
"Udah ayo ikut aku saja!"
"Tidak, sudahlah Sandra aku tahu kamu bertingkah seperti ini karena kamu tidak suka kan, kalau Tristan tidur bersamaku malam ini?"
"Iya kenapa memangnya, apa aku salah, aku kan juga Istrinya Tristan jadi aku berhak dong untuk tidak menyukai ini!"
"Tunggu?"
"Kamu mau ngapain?"
"Dimana Tristan?"
"Itu, apa kamu gak lihat dia sedang tertidur, apa kamu inggin membangunkannya juga? Udahlah dia itu sangat kecapean makanya jam segini dia sudah tertidur, jadi pergilah kamu dari sini?" Perintah Bintang dengan tegas.
__ADS_1
"Kamu pasti sengaja kan bikin Tristan tidur jam segini. Apa mungkin juga kamu memberi dia obat tidur seperti halnya apa yang aku alami tadi, makanya dia sudah tidur seperti ini?" bentak Sandra dengan menunjukkan dua tanduk yang siap menubruknya.
"Sandra...Sandra...aku tuh bingung sama kamu. Apa kamu pikir pikiranku itu selicik pikiran kamu, sebodohnya aku, aku gak akan mungkin melakukan hal semacam itu. Kalaupun ada orang yang bakal melakukan tindakan seperti itu, itu juga pasti kamu orangnya. Sudahlah ini kamarku, jadi mendingan kamu pergi dari sini sekarang. Kalau kamu tidak mau pergi, apa kamu mau aku menyeretmu untuk pergi dari hadapanku sekarang?" tegas Bintang.
"Tidak perlu kamu usir aku, aku juga akan pergi sendiri dari sini?" timpal Sandra yang kemudian dia pun pergi tanpa menggucap satu kalimat pun lagi.
"hm..untung saja dia pergi, tapi anehnya kenapa Tristan gak bangun ya mendengar ocehanku sama Sandra barusan?"
"Sudahlah aku ngantuk mendingan aku juga tidur aja?" ucap Bintang yang kemudian dia pun mengunci pintunya dan memutuskan untuk tidur disamping Tristan.
"Untung saja Bintang tidak curiga kalau aku hanya berpura-pura tidur saja?" batin Tristan.
Setelah beberapa menit Bintang yang akhirnya bisa tertidur pulas juga, Tristan pun akhirnya berani untuk membuka matanya. Dan kemudian dia pun membalikkan badannya kearah kiri dan kemudian dia pun mengunakan tangannya untuk jadi senderan kepalanya agar dia bisa memandang terus wajah Bintang yang sedang tertidur pulas disampingnya.
Inggat apa yang pernah ia lakukan dulu kepadanya. Akhirnya bisa membuatnya sadar jika dirinya sangatlah jahat dan tidak seharusnya ia bersikap kasar dan kejam seperti itu, tapi hari ini entah anggin apa yang merasuki dirinya . Tristan pun seketika berubah bahkan untuk yang pertama kalinya ia mau memandang bintang disaat di tidur seperti ini.
"Maafkan aku Bintang karena aku, hidup kamu harus jadi tambah menderita seperti ini. Tidak seharusnya kamu menangung semua beban ini. Maafkan aku! Maafkan aku!"
Batin Tristan dengan tersenyum manis sembari memperhatikan wajah Bintang yang masih tertidur pulas yang kemudian dia pun mencium kening Bintang, dalam keadaan masih tertidur, Tristan pun menggambil kesempatan ini untuk bisa memandangi Bintang lebih puas lagi.
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN EPISODE CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA ( NAMA PENA : Ria Aisyah) KARYANYA GAK KALAH SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN SAMPAI LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA MASIH
__ADS_1
BERSAMBUNG.