
Tatapan Tristan yang terlihat berkaca-kaca,ia memandangi Wanita yang ada dihadapannya dengan tatapan tulus biar pun tatapan yang sedari tadi ia berikan tak sedikit pun terbalaskan akan pandangan Bintang yang beralih untuk memandanginya.
"Sudahlah seribu kali pun kamu berusaha menjelaskan apapun juga aku tidak akan pernah mempercayai-mu. Kamu tau? Kamu bagaikan buah jeruk yang kulitnya sangat kuning cerah matang dan menggugah selera untuk disantap setiap kali ada orang yang melihatnya,
tapi bagiku semua itu tidaklah berguna untukku karena bagiku setiap kali aku melihat buah itu isinya hanyalah ada keburukan dan kebusukkan yang ada sama persis seperti dirimu jadi janganlah buang-buang waktu untuk menjelaskannya dengan kata-kata mutiara, atau pun kata-kata manis jika pada akhirnya kata-kata itu tidak akan pernah tertusuk apalagi masuk kedalam hatiku.
Apalagi sampai diriku berniat ingin memaafkan-mu itu tidak akan mungkin terjadi jadi paham kan! Dan apa kamu ingin tau dengan cara apa agar aku mau memaafkan-mu dan melupakan semua perlakuan jahat yang pernah kamu lakukan padaku kamu ingin tau apa cara yang harus kamu tempuh?"tegas Bintang dengan tatapan tajamnya.
"Memang di-dunia hal yang paling mudah dilakukan setiap orang adalah kata maaf? Kata maaf yang selalu mereka lontarkan setiap kali ia melakukan kesalahaan yang akhirnya membuat orang itu terluka mau pun kecewa. Dan aku tahu biar pun aku mencoba cara apapun untuk mendapatkan pintu maaf darimu aku rasa semua itu sia-sia. Tapi apa kamu tahu apa alasan pertama yang membuat diriku jadi bersikap seperti ini? Mama ... Mungkin hanya gara-gara kebodohan akulah Mama harus meregang nyawa ditangan orang yang paling ia percayai bahkan ia menganggap jika orang itu adalah orang terbaik yang selama ini ia banggakan?"ucapnya dengan pandangannya yang mengarah kearah lain dan membelakangi Bintang.
"Apa maksud kamu?"tegas Bintang.
"Satu hal yang kamu tidak tau Bin, seseorang yang telah membunuh Mama aku tau siapa seseorang itu? Seseorang itu yang jelas dia bukanlah Erlangga seperti tuduhan-ku pada awalnya. Bahkan aku sampai sekarang tidak menyangka jika orang itu benar-benar melakukannya jadi apa kamu tahu siapa yang membunuhnya?"tatapan Tristan yang beralih menatap Bintang dengan tatapan kepasrahan, sedangkan Bintang yang terkejut akan ucapkan Tristan ia beralih menatapnya degan tatapan penasarannya.
__ADS_1
"Siapa seseorang yang telah membunuh Mama?"tanya Bintang.
"Dia adalah Sandra!"balas Tristan yang spontan membuat Bintang terkejut tidak main.
"Apa? Bagaimana itu bisa apa kamu ingin membodohi-ku kali ini? Apa kamu pikir aku akan percaya?"tegas balik Bintang.
"Baiklah jika kamu tidak percaya dengan perkataan-ku kamu akan dengar dari rekaman suara ini, aku selama ini sengaja memasang rekaman suara itu dari setiap sudut rumah, jadi aku tahu apapun perkataan yang ia ucapkan termasuk bilang dengan sendiri jika dirinya lah orang yang telah membunuh Mama jadi silahkan dengarlah!"
Menyetel rekaman suara yang terpasang otomatis dalam ponselnya, Tristan mengarahkan ponselnya dan menyetel dengan volume besar
BERHASIL MEMBUNUH ORANG DARI ANCAMAN GAGALNYA RENCANA YANG SUDAH AKU SUSUN MATANG-MATANG. DAN BERHASIL MENYINGKIRKAN WANITA YANG SANGAT IA CINTAI AKU RASA TIDAK AKAN MENUNGGU LAMA SEMUA KEKAYAAN TRISTAN AKAN JATUH KE TANGANKU JADI BERSIAP-SIAP LAH SANDRA KAMU MEMANG PALING TERHEBAT. DAN TINGAL MENGHITUNG WAKTU KAMU AKAN DAPAT MENDAPATKAN SEMUA YANG KAMU INGINKAN BERSIAPLAH
Ucap Sandra yang ia lontarkan sendiri didalam ruangan kamarnya yang hanya ada dirinya sendiri, dirinya tanpa sengaja telah membongkar kejahatan yang sudah ia perbuat.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain Tristan yang waktu itu berada di kantor, wajahnya tiba-tiba memerah amarahnya seketika ingin memuncak setelah ia mendengar sendiri akan bunyi dari rekaman tersebut.
"Aku mendapatkan rekaman ini setelah beberapa hari Mama meninggal. Aku yakin dia tega membunuh Mama karena ada rahasia besar yang telah Mama ketahui dan berniat ingin memberitahu-ku,tapi belum juga Mama berhasil memberitahuku, Sandra sudah terlebih dulu dia mengetahuinya yang akhirnya tanpa rasa kasihan ia membunuhnya tepat pada hari itu. Dan sekarang dugaan selanjutnya mengarah para laki-laki bernama Richard!"ucapnya kemudian pandangan Tristan beralih menatap Bintang.
"Aku rasa cerita yang kamu susun secara matang akan cepat meledak jika jadikan sebuah novel. Apalagi jika dijadikan film akan sangat menantang dan pastinya banyak penggemarnya karena cerita karangan kamu sangat-sangatlah keren? Kamu menyangkut pautkan semuanya pada Richard bukankah dari sana sudah ketebak apa sebenarnya maksud kamu menjelaskan secara bertubi-tubi itu? Bilang aja kamu ingin aku menjauhinya karena kamu tidak suka kan aku dekat dengan Tuan Richard makanya kamu mengatur cerita sampai-sampai membawa Sandra dalam masalah ini bilang aja itu kan mau kamu? Dan satu lagi, jika Sandra memang pembunuhnya dan kamu sudah mengetahuinya kenapa kamu tidak melaporkan masalah ini ke-Polisi kenapa?"tegas Bintang tanpa adanya rasa kepercayaan.
"Bintang? Apa segitu bodohnya kamu tidak mau mempercayai-ku untuk kali ini saja? Apa dari tatapan mataku tidak jelas jika aku sama sekali tidak berbohong? Kamu sedang diperalat Richard yang aslinya dia adalah Erlangga yang ingin berbalas dendam kepadaku apa kamu sama sekali tidak mempercayaiku?"tegas Tristan dengan tatapan seriusnya.
"Tidak! Aku sama sekali tidak percaya dan aku tidak akan pernah percaya apa kamu paham!"tegas Bintang dengan tatapan tajamnya.
"Baiklah! Baiklah jika kamu tidak percaya dengan semua perkataan yang barusan aku katakan? Apa kamu tidak merasa curiga kenapa pada waktu itu Sandra tiba-tiba menyuruh Richard dan beralasan mengajak untuk kerja sama. Apa dari sana kamu tidak memiliki kecurangan apapun kepada Pria bernama Richard itu? Baiklah jika kamu tidak mempercayaiku maka itu artinya kamu bersedia jika aku mengurung-mu disini. Karena hanya dengan cara ini kamu terbebas dari ancaman Richard yang kapan saja mampu melukaimu maafkan aku jika aku harus mengurung-mu maafkan aku!"
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA MILIK KAK ( Zafa ) DENGAN JUDUL " Suamiku bukan milikku" " DIJAMIN CERITANYA BAKAL NAGIH DAN PASTINYA SANGAT SERU untuk dilewatkan YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.