ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
122 " Tidak ada rasa kepercayaan "


__ADS_3

"Oh iya apa yang kamu tahu Bintang ada dimana kenapa kemaren dia tidak masuk tanpa memberikan pesan atau surat ijin pada saya. Bahkan aku telfon dia juga tidak mengangkatnya?"


"Kalau soal itu aku juga kurang mengerti Chart, biar saya samperin ke Kos-kosannya sekarang."


"Baiklah."


TOK... TOK....TOK....


"Maaf apa saya boleh masuk Tuan?"ucap seseorang dari luar pintu yang tak lain ialah Bintang.


"Bintang silahkan masuklah."


"Baiklah."


"Bintang ada apa? Kenapa kemaren kamu tidak masuk, kamu tidak lagi sakit kan?"


"Tidak Tuan hanya saja kemaren Laki-laki itu nekat menculik saya jadi akhirnya aku tidak masuk dan lupa memberitahu Tuan karena ponselku juga disita oleh-nya.


"Astaga laki-laki itu apa dia sudah gila kenapa dia gunakan cara kasar gitu untuk mendapatkan mu,"timpalnya.


"Sudahlah Tuan bagiku dia hanyalah laki-laki gila jadi sudah jangan bahas soal itu lagi,"timpal Bintang lagi.

__ADS_1


"Baiklah."


"Oh iya Bintang sekalian aku ada hadiah untukmu," ucapnya dengan memberikan sebuah kotak padanya.


"Hadiah? Tapi untuk apa Tuan kan aku tidak lagi ulang tahun,"timpalnya lagi.


"Ya mungkin memang benar hari ini kamu tidak lagi ulang tahun. Akan tetapi anggap saja ini sebagai hadiah tanda terima kasihku karena kamu sudah mau jadi sekretaris ku sekarang,"ucap Richard.


"Tapi kenapa Tuan harus se'repot ini,kan harusnya yang berterima kasih itu aku bukanlah Tuan?"


"Dasar buaya darat berani sekali dia sok-sokan menggodanya," batinnya yang tambah merasa kesal tanpa aba-aba ia kemudian datang dan membanting kotak tersebut tepat dihadapan mereka.


"Astaga apa yang kamu lakukan apa kamu udah gila?"tegas Richard.


Terkejut dengan apa yang barusan dilakukan oleh cleaning servis padanya. Pandangnya mereka seketika terbuka lebar setelah cleaning servis itu membuka maskernya, memperlihatkan wajah aslinya.


"Tristan kamu? Apa yang kamu lakukan disini dan bagaimana mungkin kamu bisa melakukan semua ini?"tanya Bintang.


"Sudah itu tidaklah penting karena yang terpenting sekarang kamu harus ikut aku pergi. Dan kamu aku pertegaskan ke kamu mulai sekarang dia tidak lagi jadi sekretaris mu apa kamu mengerti!"gertaknya dengan menggenggam tangan Bintang akan tetapi Bintang menolaknya.


"Apa maksud kamu punya hak apa kamu bisa berkata seperti itu?" timpalnya dengan menghempaskan tangan Tristan darinya.

__ADS_1


"Bintang sadarlah kamu sedang dipermainkan oleh-nya. Dia bukanlah Pria sebaik yang kamu kira, dia mendekatimu karena dia itu aslinya Erlangga? Dia Erlangga yang sudah melakukan operasi plastik dan dia berusaha mengunakan kamu sebagai kambing hitam untuk berbalas dendam padaku jadi percayalah sama ucapan-ku ini!"


"Percaya sama kamu? Aku kira jika disini ada seorang pengecut dia bukanlah Tuan Richard tapi orang itu adalah kamu sendiri. Dari mana aja kamu kenapa baru sekarang kamu baru sadar jika kamu mencintaiku dan berusaha untuk memilikiku, dari mana aja kamu sampai-sampai disaat semuanya sudah mulai kembali normal aku sudah bisa melupakanmu kenapa kamu tiba-tiba hadir layaknya seperti seorang pahlawan yang datang tanpa adanya undangan dari mana aja kamu!"


"Bintang aku tahu kalau apa yang aku lakukan selama ini memang sangatlah salah dan tidak seharusnya aku kasar dan dengan beraninya menduakan kamu maafkan aku,maafkan aku."


"Memang di dunia ini hal yang paling gampang untuk diucapkan adalah kata maaf. Bahkan hampir semua orang bisa berkata dengan kata itu, tapi sayangnya kata itu tidaklah pantas untuk kamu sebutkan. Pria bajingan dan Pria brengsek sepertimu itu sama sekali tidak pantas menyebutkan kata itu. Dan aku pertegaskan ke kamu lupakanlah aku karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau memaafkan mu bahkan kalau pun kamu dalam keadaan sakaratul maut pun aku rasa kebencian dan dendam yang melekat didalam hatiku akan sangat sulit untuk bisa disembuhkan jadi pergilah dan temui Sandra karena dia Wanita idaman kamu kan?"


"Baiklah! Baiklah jika sekarang kamu belum bisa memaafkan-ku aku rasa tidak akan lama kamu juga akan memaafkan-ku. Dan satu hal lagi dia... dia bukanlah Pria baik yang seperti kamu pikirkan jadi satu saranku berhati-hatilah dengannya karena tanpa kamu sadari ia juga bisa menerkam-mu dalam keadaan hidup-hidup sekalipun! Dan kamu!"ucapnya dengan jarinya yang menunjuk kearah Richard.


"Aku sudah tau semua sifat asli busuk-mu termasuk berpura-pura menjadi bos di-perusahaan ini jadi ingat jangan pernah bermain-main padaku jika kamu tidak ingin aku mengakhiri semuanya jadi paham kan!"


Tanpa berkata Tristan akhirnya memutuskan untuk pergi setelah apa yang ia lakukan sama sekali tidak ada harganya. Sesekali Bintang memandang punggung Tristan yang perlahan-lahan mulai hilang dari pandangannya.


"Setiap manusia berhak untuk memilih dan Sekarang aku memilih untuk melepaskan mu. Karena luka yang sudah terlanjur tertanam dalam hatiku nyatanya sudah semakin parah dan tidak bisa lagi untuk disembuhkan. Rasa sakit dan kekecewaan yang kamu berikan kepadaku nyatanya akan sangat sulit untuk bisa disembuhkan," batinnya yang kemudian Richard pun menghampirinya.


"Apa kamu marah kepadaku dan percaya dengan semua perkataan yang diucapkan oleh suamimu itu?" tanya Richard yang kemudian pandangan mereka sama-sama menatap kearah satu sama lain.


SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA MILIK KAK dengan nama pena ( Chacha Shyla) DENGAN JUDUL " Terjebak Cinta Dara Jelita " " DIJAMIN CERITANYA BAKAL NAGIH DAN PASTINYA SANGAT SERU untuk dilewatkan YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰


__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2