ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
48 " Akankah Bintang berhasil menggodanya "


__ADS_3

Masuk kedalam kamar, duduk ditepi ranjangnya lalu ia merebahkan tubuhnya berharap apa yang terjadi hanyalah mimpi tapi apa daya mimpi yang ia alami benar-benar terjadi nyata dalam kehidupannya.


Mengacak-acak rambutnya tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini pada dirinya, Bintang nampak dibuat gila setelah ingat akan kejadian yang menimpanya pada malam hari itu.


"Bodoh! Bodoh! Kamu kenapa bisa sampai sebodoh ini Bintang? Kamu berencana agar dia mencintai kamu lalu kamu akan meninggalkannya disaat dia merasa menyesal karena cintanya tidak terbalaskan tapi kenapa rencana yang sudah kamu susun rapi-rapi dalam hitungan jam bahkan menit semua rencana itu telah berantakan. Bahkan malam yang tidak pernah kamu harapkan dari Pria seperti dia kenapa kamu malah dengan gampangnya ikut menikmatinya kenapa?"


"Tidak Bintang kamu tidak gagal! Kamu tidak akan pernah gagal! Kamu masih punya cara bahkan banyak cara lagi untuk bisa membuatnya jatuh cinta padamu? Iya kamu masih punya banyak cara yang perlu kamu pikirkan sekarang apa dia benar-benar melakukan hubungan itu karena rasa cinta ataukah dia melakukannya dalam keadaan tidak sadarkan diri karena mengira jika aku adalah Sandra? Jadi itulah yang harus kamu pikirkan sekarang jadi sekarang kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan?"gumamnya dengan tersenyum sinis.


____________________


Dalam ruangan yang sangat rapi, bahkan barang-barang, berkas-berkas yang berjejer rapi berdampingan dengan sesosok Pria yang nampak bingung memikirkan akan sesuatu.


"Tristan ... Tristan segitu bodohnya kamu sampai-sampai kamu bisa termakan rayuan dia sampai-sampai bisa melakukan hubungan itu tanpa kamu sadari. Apa kamu sadar dengan tindakan kamu itu dia bisa menjadikan umpan balik untuk menjatuhkan bahkan memanfaatkan kamu apa kamu sadar itu?"


Terheran-heran dengan perasannya sendiri, Tristan yang masih duduk singgah di-kursi kuasanya, sesekali ia mengingat kejadian tadi malam ia hanya mengingatkan ketika Bintang yang membelai bibirnya dengan puasnya.

__ADS_1


Sesekali juga ia memegang bibirnya sendiri, menyentuh dengan jarinya , lalu rasa geli-nya pun muncul ketika mengingat akan bayangan Bintang yang membelai akan bibir manisnya pada malam itu


Merasa kacau entah karena apa, berlalu fokusnya teralihkan pada pintu yang tiba-tiba terdengar akan suara ketukan dari luar.


"Silahkan masuk!"perintah Tristan segera seseorang yang sudah mengetuknya pun perlahan-lahan mulai masuk, Tristan yang tadinya fokus pada pandangannya yang lain kini pandangan itu teralihkan pada sesosok orang yang sudah hadir dihadapannya.


Sesosok Wanita cantik berpakaian sexy lan rok mini yang tiba-tiba masuk kedalam ruangannya ini. Melepaskan jaket selutut yang tadinya ia kenakan, ia segera melepaskannya dan hanya menunjukkan rok mini yang terbilang cukup sexy jika dipandang oleh Pria mesum pada Pria dihadapannya.


Terkejut tidak main, Tristan yang tadinya masih duduk di-kursinya langkahnya berniat akan pergi tapi dengan siap seseorang itu mendorongnya kembali hinga tubuh Tristan pun kembali tersungkur dan duduk kembali di-kursi kuasanya itu.


"Angin apa yang membuatmu jadi secepat ini berubah? Dan darimana kamu mendapatkan pakaian seksi kamu itu, apa kamu sadar ini kantor apa kamu pantas berpakaian seperti ini?"tegas Tristan tapi Bintang terlihat tidak menghiraukan akan bentakannya barusan.


"Tristan... Tristan ... Mau aku berpakaian sexy atau tidak apa urusannya denganmu? Kamu memang Suamiku tapi apa selama ini kamu pernah perduli bahkan ikut campur dengan semua urusanku termasuk dalam berpakaian tidak kan? Jadi untuk apa kamu capek-capek mengkritik-ku jika aku sendiri tidak peduli dengan kritikan kamu itu paham kan?"tegas Bintang yang seakan-akan menantangnya.


"Aku ingin pergi jadi jangan halangi aku!" Selangkah dirinya akan pergi lagi dari pandangannya, tapi dengan sigap lagi-lagi Bintang mendorongnya tepat di-kursinya, bahan tubuh Bintang yang hampir menindihnya membuat Tristan yang merasakan akan getaran ini seketika menjadi gelagapan tidak karuan. Bahkan menatap bibir merah jambu yang tepat berada dihadapannya, Tristan sesekali kali menelan air liurnya sendiri mengingat bayang-bayang akan sesuatu yang terjadi pada tadi malam.

__ADS_1


"Apa mau kamu sebenarnya dan apa yang membuatmu jadi berani datang kesini tanpa aku suruh apa kamu ingin cari masalah atau mungkin? Kamu ingin membeberkan asli hubungan kita pada semua karyawan-karyawan ku?"tegas Tristan lagi.


"Tristan ... Tristan ... Apa sampai segitunya kamu terlihat ketakutan akan ancaman-ku? Tapi sudahlah bukan itu yang ingin aku bahas sekarang tapi yang ingin aku bahas? Aku sangat penasaran akankah hubungan tadi malam itu benar-benar terjadi karena kamu memang tergoda akan diriku dan mulai mencintai-ku, ataukah kamu benar-benar melakukan itu karena dalam keadaan tidak sadar kamu menganggap-ku jika aku adalah Sandra! Tapi kamu tenang aja tidak akan lama aku akan lihat apa seperti apa kejadian yang sesungguhnya terjadi? Dan aku juga bakal mengetes apa kamu akan tahan jika aku akan menggoda-mu dalam keadaan seperti ini?"tanyanya dengan wajah sinisnya.


"Apa yang ingin kamu lakukan apa kamu sepede itu untuk menggodaku? Apa kamu sangat percaya jika rencana kamu akan berhasil untuk bisa menggodaku aku rasa semua itu tidak akan pernah terjadi?"tegasnya.


"Oh iya?"balas Bintang nampak menantang akan ucapan Tristan barusan. Membisikkan akan sesuatu pada kuping kanan Tristan, Tristan nampak dibuat melongo bahkan matanya tidak berkedip setelah mendengar akan ucapan Bintang barusan.


"Tadi malam hubungan itu terjadi karena aku yang tanpa sengaja sudah merayu-mu? Dan sekarang giliran aku yang bertanya lagi? Apa kamu sudah siap melihat bahkan menyaksikan aksiku ini?"bisik Bintang yang berhasil membuat bulu kuduk Tristan pun berdiri.


Tangannya yang mulai nakal hinga menyusuri dada bidang dari Pria yang sudah berstatus Suaminya, sekaligus tatapan nakal bahkan Bintang yang mengigit bibirnya sendiri seakan-akan dirinya mencoba mengetes seberapa besar Pria dihadapannya akan menahan nafsu jika berhadapan dengan Wanita sexy yang mungkin dulunya bisa disebut Wanita yang paling ia benci.


Melingkarkan tangannya pada leher Pria itu, tatapan Pria itu nampak cukup sinis memandangnya biarpun yang ia pandangan dengan tatapan sinis adalah Istri sahnya sendiri.


"Berani kamu melakukannya maka aku tidak akan segan-segan untuk memberikan-mu perhitungan yang setimpal apa kamu paham?"tegas Tristan tapi Bintang nampak tidak memperdulikan akan ancaman yang barusan ia lontarkan-nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2