ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
40 " Jangan cari masalah "


__ADS_3

Terduduk termenung meratapi nasibnya yang malang. Melihat tanah yang gundukan berselimut banyaknya bunga membuat air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya terjatuh hinga membasahi kedua pipinya.


Memegang gundukan tanah liat dihadapannya air mata Bintang tak henti-hentinya terhenti, air mata itu terus saja terjatuh hinga tidak terhitung akan berapa jumlahnya.


"Papa ... Mama gimana kabar kalian sekarang apa kalian bahagia disana? Bintang rasa kalian sangat bahagia lantaran disana kalian sudah dijaga banyaknya bidadari dan malaikat yang sangat cantik dan tampan jadi pastinya kalian bahagia kan?"ucapnya dengan tetesan air mata yang terus menerus menjatuhi pipinya.


"Papa ... Mama ... Bintang takut? Bintang sangat takut jika tiba nanti ajal Bintang tiba. Bintang takut jika tidak akan lama Tuhan akan menjemput Bintang disaat Bintang menanam banyaknya dosa yang belum bisa Bintang perbaiki Bintang takut Ma ... Pa ... Bintang takut."


Menangis dengan sejadi-jadinya tanpa ada seorang pun yang menemaninya, dari kejauhan Tristan yang masih membuntutinya didalam mobil, rasa penasarannya semakin menjadi apalagi melihat Wanita itu menangis entah apa yang membuatnya jadi merasa bingung akan dirinya saat ini.


Dan dalam perjalanan Bintang menuju ketempat kediaman semula, kendaraan berupa taksi yang mengantarnya terus saja melajukan laju kendaraannya, sedangkan pandangan Bintang yang melirik arah kanan mau pun kiri yang hanya menyajikan pemandangan kendaraan yang saling berlalu lalang mengejar akan jam kerja.


Dan lebih tepatnya di lampu merah, pandangan Bintang pun terfokuskan melihat kearah kirinya yang dimana terdapat'lah dua anak laki-laki yang usianya baru 15 tahun yang dengan sabarnya anak itu memangku adiknya yang usianya masih sangat belia yaitu 5 tahun yang dengan kondisi sangat kumuh mereka pun menunggu seseorang memberikan sebutir uang mau pun selembar uang untuk mereka buat belikan makan nanti.


Melihat pemandangan yang sangat menyayat hati ini, rasa simpati Bintang pun akhirnya mulai muncul. Dan tepat lampu merah yang berganti hijau, para pengendara pada berhamburan pergi. Kendaraan yang ditumpangi Bintang yang berniat akan pergi, ia menghentikannya.


"Maaf Pak boleh turunkan saya disini ada sesuatu yang harus saya lakukan?"


"Tapi mbk biaya yang Mbk kasihkan tadi belum sepenuhnya sampai pada target pengantaran mbk?"


"Tidak apa-apa sisanya buat bapak aja tidak perlu dikembalikan, ya sudah saya turun disini aja."


"Baik Mbk sekali lagi terima kasih,terima kasih,"ucapnya dengan menundukkan kepalanya.


"Sama-sama Pak." Berlalu langkah Bintang menuju kearah dua anak tadi.


"Itu orang ngapain malah turun dijalan? Apa dia berniat ingin menemui seseorang? Atau mungkin ia berniat ingin menemui Erlangga?"gumam Tristan yang merasa curiga, tak lama pandangannya dikejutkan dengan bintang yang menghampiri dua anak yang bersimpuh dijalan trotoar.


"Sayang, kalian kenapa? Apa kalian sangatlah lapar?"tanya Bintang pada dua anak itu, kedua anak yang melihat pandangan mereka sangatlah memelas dan hanya menganggukkan kepala, ia pun akhirnya mengajak keduanya anak itu untuk ikut bersamanya.


"Ayo ikutlah kakak' Kakak ada sesuatu buat kalian."


"Tidak, kita tidak mau."tolak sang Kakak yang dengan beraninya ia melindungi adiknya dari belakangnya


"Kalian jangan takut pada Kakak, Kakak bukanlah orang jahat percayalah sama Kakak.


"Apa Kakak yakin?"tanya sang kakak dengan wajah cemasnya.


"Apa wajah Kakak ini terlihat sangatlah seperti penjahat yang sedang menyamar?" Sedangkan sang kakak yang menjawab, mereka hanya menggelengkan kepalanya.


"Jadi kalian mau kan ikut bersama kakak?"


"Baiklah kami akan ikut?"balas sang Kakak yang kemudian mereka pun akhirnya bangkit.


Berlalu mereka pun mengikuti langkah kaki Wanita muda yang berada dihadapannya. Tanpa ada rasa penasaran mau pun kecurigaan, kedua anak itu pun dengan pasrahnya hanya bisa mengikutinya sembari memegang perut mereka yang terlihat menahan lapar.

__ADS_1


"Sejak kapan Wanita itu jadi punya hobi membantu orang yang susah? Dan kemana ia akan membawa kedua anak itu?"gumamnya yang merasa penasaran sendiri, melajukan laju kendaraannya lagi Tristan terus saja membuntutinya.


Tak sampai setengah jam. Akhirnya mereka pun telah sampai juga disalah satu Restoran yang tempatnya tak jauh dari mereka tadi, dengan perasaan yang terheran sekaligus bingung, mereka hanya bisa menatapnya tanpa berani bertanya langsung pada Wanita muda itu.


Melihat kedua anak ini memandangnya dengan tatapan bingung, ia langsung bertanya pada mereka.


"Apa yang kalian lihat dariku. Apa kalian masih berfikir jika aku adalah orang jahat yang inggin menculik kalian?"


"Bukan kak, kami sama sekali tidak ada pikiran seperti itu, kami hanya bertanya apa yang inggin kakak lakukan disini. Dan kenapa Kakak membawa kita kesini? Apa Kakak inggin memberikan kita makan?"tanya sang Kakak dengan terus-menerus ia yang memegangi perutnya.


"Iya Kakak inggin memberikan kalian makan, jadi pertanyaan Kakak, kalian inggin makan apa disini pesanlah.


"Kami gak butuh makanan yang enak mau pun yang bergizi Kak, kami hanya minta air, kami sangat haus kak, kami inggin minum." balas sang adik yang membuat Bintang yang melihatnya pun merasa sangatlah tidak tega.


Dan akibat balasan dari anak kecil itu yang spontan membuat wajah Bintang pun seketika berubah menjadi sangatlah sedih, dengan meneteskan air matanya Bintang segera membelai rambut anak itu yang kemudian ia pun bergegas memangil Mbak pelayan.


"Kamu jangan khawatir ya sayang, selama Kakak ada disini. Kakak bakal membantu kalian, jadi kalian jangan cemas ya?"balas Bintang yang memberikan senyuman manis pada mereka. Dan kemudian ia lantas memangil Mbak pelayan, tak berselang lama Mbak pelayan pun akhirnya datang.


"Iya Mbak mau pesan apa?"tanya Mbak pelayan dengan pandangannya yang fokus melihat kedua anak itu, sama dengan apa yang dirasakan Bintang, Wanita itu pun ikut merasa kasihan ketika melihatnya.


"Mbak saya minta siapkan beberapa menu yang ada disini, saya inggin memborongnya dan beberapa Dan separuhnya aku minta dibungkus ya buat mereka?" balas Bintang.


"Baik Mbak saya akan menyiapkannya, tunggulah?.


******


Bersyukurlah karena selama ini kita bisa makan enak tanpa harus meminta-minta pada seseorang, dan bersyukurlah biarlah apa yang kita makan hanya sekedar nasi mau pun garam yang hanya menjadi pelengkap.


Karena kalian tidak akan tahu dan tidak akan merasakan seperti apa rasanya menahan lapar ketika kita tidak mempunyai sama sekali keluarga mau pun kerabat yang bisa kita minta tolong. Sama halnya dengan para anak jalanan yang berkeliaran dijalan dan hanya bisa meminta-minta uang pada seseorang, biar pun uang yang mereka minta hanya akan dikasih selembar mau pun sekoin, tapi kalian tidak akan tahu bagaimana rasanya bagi mereka mendapatkan uang itu.


Mungkin bisa dibilang bagi mereka mendapatkan uang selembar 5000 itu sudahlah menjadi hal yang paling membahagiakan buat mereka. Apalagi jika mendapatkan nasi dari seseorang yang sangat baik hati, itu juga mungkin sudah jadi kebahagiaan dan keberkahan buat mereka.


Lantaran apa yang mereka rasakan selama menjadi orang jalanan tidak akan semudah apa yang orang pikirkan, tidur dipinggir jalan dan hanya beralaskan koran mau pun kardus, bagi mereka itu sudah seperti menjadi tempat tidur yang sangatlah nyaman.


Inggin sekali ia mengeluh, tapi dengan siapa mereka akan mengeluh akan penderitaan yang mereka rasakan selama ini. Bahkan Satpol-PP mereka juga sama-sama manusia, tapi kenapa mereka dengan teganya mengusir mereka dan membuat mereka kesusahan mencari tempat tinggal baru.


Kamu masih beruntung Bintang? Kamu masih beruntung biarpun tidak ada satu pun orang yang menyayangimu, kamu masih punya seribu cara dan pilihan untuk hidup yang akan kamu jalani ini.


"Makasih ya Kak karena Kakak sudah mau memberikan kita makan."


"Apa kalian sudah kenyang?"


"Iya kita sudah merasa sangat kenyang Kak, dan semua itu berkat bantuan dari Kakak baik, sekali terima kasih ya Kak terima kasih."


"Kalian anak-anak yang kuat dan pemberani, dan Kakak bangga sama kalian, oh iya Kakak juga inggin bertanya apa yang terjadi pada keluarga kalian, Papa dan Mama kalian. Apa mereka telah meninggalkan kalian?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan yang diucapkan oleh Bintang, mereka pun seketika terdiam dan hanya menundukkan kepalanya kebawah, hal itu membuat Bintang tambah merasa sangat menyesal karena apa yang ia tanyakan ternyata tanpa sengaja ia malah melukai perasaan mereka.


"Sayang, kalian jangan bersedih, Kakak hanya bertanya jadi maafkan Kakak kalau apa yang Kakak tanyakan ini sangatlah menyakiti kalian, maafkan Kakak ya maafkan kakak!"


"Kakak tidak perlu merasa bersalah seperti itu, ini sudah takdir kita Kak, orang tua kami telah meninggal jadi hanya aku lah orang yang akan menjaga dan melindungi Adikku. Karena dia satu-satunya keluargaku jadi se'berusaha dan semampu aku. Aku akan tetap melindunginya dalam keadaan apapun."


"Kalian sangatlah hebat, Kakak jadi malu sama kalian, kalian sangatlah kuat dan tabah menghadapi semua cobaan yang kalian alami selama ini, tapi biar pun begitu kalian masih sangatlah kuat dan tidak mudah putus asa."


"Oh iya Kak kita sudah waktunya untuk pulang, jadi apa bisa kita merepotkan Kakak lagi, tolong antarkan kita pulang. Karena kita tidak mau Pak herman akan sangat marah sama kita jika kita telat nantinya."


"Herman, siapa dia sayang?"


"Dia itu orang yang sering memberikan kita makan dan tempat tinggal Kak, tapi itu tidaklah gratis jadi syaratnya yang harus kita terima dia menyuruh kita untuk mengamen dan meminta-minta uang pada orang yang kemudian uang itu nantinya kita akan setor pada Pak Herman."balas sang Kakak yang spontan membuat Bintang yang mendengarnya pun inggin sekali marah.


"Dasar bedebah manusia macam apa dia kenapa dia malah memperlakukan kalian seperti ini, kalian anak yatim jadi harusnya dia malah membantu dan menyayangi kalian, tapi kenapa dia malah memanfaatkan kalian."


"Kami tidak apa-apa kok Kak, biar pun ini sangatlah susah tapi kehidupan seperti ini sudah sering kita jalani jadi kami gak papa kok Kak, jadi cepat antarkan kami ya Kak ini sudah pukul 15:00 soalnya kita tidak mau telat yang nantinya akan mendapatkan hukuman."


"Baiklah kalian tenang aja, Kakak akan mengantarkan kalian, kalian jangan cemas ya?"


"Makasih ya Kak?"


BEBERAPA MENIT KEMUDIAN


"Sayang, jadi ini tempat yang kalian bilang?"


"Iya Kak ini memang tempatnya, Sekarang aku minta Kakak cepatlah pergi ya. Karena kami tidak mau Kakak akan celaka kalau Pak Herman sampai Melihat Kakak, jadi cepatlah pergilah Kak cepat..."usir anak Laki-laki berusia 15 tahun itu.


"Ada apa dengannya, kenapa dia terlihat sangatlah takut jika orang yang namanya Herman sampai melihatku?"batin Bintang yang tambah merasa sangat penasaran.


"Baiklah Kakak akan pergi, jaga diri kalian ya?"


"Iya Kak makasih ya atas makanan pemberian Kakak terima kasih?"


"Iya sayang sama-sama ya sudah Kakak tinggal dulu."


"Baik Kak." bergegas Bintang pun akhirnya pergi meninggalkan mereka.


SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMANKU YA DIJAMIN CERITANYA BAKAL NAGIH KARENA JALAN CERITA SULIT UNTUK DITEBAK. YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰


BERIKUT BLURNYA



BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2