ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 38 " Kenyataan yang mengejutkan " )


__ADS_3

Terpengaruh obat perangsang yang diberikan bagas pada Revi membuat kesadaran Revi sedikit hilang. Sedangkan disisi lain ternyata semua ini hanyalah akal-akalan Bagas mencoba menjebak Revi dengan caranya sendiri, lampu yang tadinya terlihat gelap gurita kini pandangan Bagas terlihat terang tertuju pada seorang wanita yang terikat kedua tangan dan kakinya dengan kencangnya diatas kursi dengan kesadaran seseorang itu yang terlihat linglung.


Menutup sekujur tubuh wanita itu hanya menyisakan bagian leher ke kepala, Bagas mengintrogasi istrinya layaknya seperti mentrogasi seorang penjahat.


Berjalan dengan berbolak-balikkan kesana kemari, sesekali ia melirik kearah wanita tersebut yang merasa kepanasan akibat obat perangsang yang barusan diberikannya.


"Obat perangsang? Keliatannya aku salah! Harusnya aku tidak mengunakan obat perangsang itu untuk menjebak-mu tapi ya sudahlah ini sudah terjadi jadi mau gimana lagi! Oh iya apa yang kamu rasakan saat ini apa kamu merasa kepanasan?"


"Alex sayang kenapa kamu mengikat ku seperti ini, kenapa? Apa kamu tidak ingin membebaskan aku, aku kepanasan lepaskan aku!"


"Alex? Bahkan disaat kesadaran kamu tidak sadar kamu masih mampu memangil dan menyebutkan nama itu dihadapan-ku? "


Memegang dagu Revi dan mendongakkan kearahnya Revi hanya tersenyum mengira jika seseorang yang ada dihadapannya bukanlah Bagas melainkan Alex seseorang yang selama ini telah ia cintai.


"Lihat aku! Ayo lihat aku! Apa seseorang yang ada dihadapan kamu ini benar-benar Alex? Apa dimata kamu itu hanya ada Alex makanya kamu selalu menyebut namanya ayo katakan?"


"Alex ada apa denganmu kenapa kamu malah memarahiku kenapa?"


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan apa!"


"Sekarang aku tanya apa mau kamu sebenarnya apa dibalik sifat kamu yang tiba-tiba perduli padaku kamu menyimpan rahasia sesuatu yang telah kamu sembunyikan dariku? Apa dibalik perubahan kamu ini ada sesuatu yang kamu incar dariku? Apa kamu memang berniat ingin mengincar harta yang kemungkinan akan jadi milikku?"


"Alex sayang kamu itu berkata apa mana mungkin aku akan tega berbuat seperti itu padamu ya jelas tidaklah mungkin aku melakukan semua itu, apa kamu sadar jika ada seseorang yang bodoh dia adalah Bagas! Dia itu sangatlah bodoh! Apa kamu tau dia itu sangatlah bodoh karena telah percaya dengan semua perkataan ku? Bahkan aku merasa dia adalah Pria yang paling bodoh yang pernah aku temui!"


"Apa maksud kamu? Jika kamu menganggap dia bodoh terus kenapa sampai sekarang kamu masih mempertahankannya?"


"Kamu tau selama ini aku menjadi Wanita yang kuat dan Wanita yang paling licik karena dengan gampangnya membohongi Pria yang sudah aku ajak hidup berumah tangga selama hampir 6 tahun lamanya.


Selama itu juga aku telah berhasil menghasut bahkan membuat Pria bernama Bagas telah menjadi Pria yang sangatlah bodoh karena percaya jika anak yang selama ini ada disampingnya adalah anak kandungnya padahal sejujurnya anak itu bukan anak kandungnya bukankah aku sangatlah licik dan pintar bukan?"


Bagaikan tersambar petir disiang bolong, Bagas yang sama sekali tidak terpikirkan akan masalah ini. bahkan dirinya sama sekali tak terpikirkan sampai kesana, tapi mendengar ucapan yang langsung diucapkan olehnya, tatapan Bagas beralih menatap tajam kearah Revi yang sedari tadi hanya tersenyum menunjukkan tawanya secara puasnya.


"Apa maksud kamu berkata seperti itu ayo katakan!"bentak Bagas sembari mencengkram rahang Revi dengan kasarnya.


"Selama hampir 6 tahun aku telah berhasil menyembunyikan rahasia sebesar ini? Dan selama itu juga rencana-ku tidak ada seorang pun yang tau jika anak itu memang anak kandungnya, aku sangatlah pintar menyimpan rahasia besar ini dan aku rasa sampai mati pun rahasia ini akan tetap terjaga tanpa ada seorang pun yang tau termasuk itu kamu sendiri Lex!


Satu ucapan yang kemudian terlontar dari mulutnya, kedua matanya yang tiba-tiba terpejam tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Rev bangun! Revi bangun aku belum selesai berbicara denganku Revi bangun katakan siapa ayah dari Rasya yang sesungguhnya ayo katakan!"


Berusaha apa dia berusaha membangunkan Revi tapi semua hanyalah rencana percuma karena obat perangsang yang telah diberikannya sudah menjalar ke sekujur tubuh yang membuat kesadaran itu pun akhirnya hilang.


Tak percaya dengan pernyataan apa yang barusan dikatakan Revi tepat dihadapannya, langkahnya serasa kaku bahkan dirinya yang mencoba berdiri mau pun berjalan serasa tak cukup tenaga lagi untuk mampu menopangnya.


"Ayah!"


Seseorang anak tiba-tiba memangil namanya setelah melihat langkah dari Pria yang bergegas keluar dari kediaman ini.


"Jangan mendekat!"cergak Bagas yang menghalangi putranya untuk jangan mendekat.


"Ayah Rasya ingin ikut ayah!"


"Jangan mendekat! Apa kamu tidak dengar ayah ngomong apa!"bentak Bagas yang spontan anak kecil itu pun terdiam mematung bersamaan dengan tangisannya yang ikut hadir menyertainya.


"Ayah! Ada apa dengan Ayah kenapa ayah tiba-tiba membentak Rasya apa kesalahan Rasya? Bibik Ayah kenapa? Kenapa ayah tiba-tiba marah dan membentak Rasya kenapa Bik? Ayah sudah tidak sayang pada Rasya ... Ayah sudah tidak sayang dengan Rasya."


Tangisannya semakin menjadi, mencekam tubuh Bibiknya menjadikan pundak Bibiknya sebagai penopang dirinya.


Langkahnya yang sudah mulai pergi meninggalkan kediaman ini, hatinya terasa panas layaknya seperti tercabik-cabik mendengar suara tangisan tersedu-sedu yang dihasilkan oleh Putranya sendiri.


Air matanya tidak bisa berhenti mengalir mendengar suara tangisan itu semakin menjadi, dirinya yang berniat akan pergi kini niatnya seketika buyar. Melangkahkan kakinya masuk kembali dalam kediaman itu, dirinya yang melihat seorang anak berumur 5 tahun yang menangis dengan tersedu-sedu menatap kearahnya dengan tatapan tidak keberdayaan.


Merangkul, memberikan pelukan hangat untuk seorang anak kecil itu akhirnya mampu menenangkan si kecil yang sedari tadi terus menangis memangil nama ayahnya.


"Maafkan ayah sayang! Maafkan ayah! Ayah lagi ada masalah maafkan ayah! Maafkan ayah!"


"Ayah kenapa? Jika ayah ada masalah cerita-lah pada Rasya cerita-lah!"


"Tidak apa-apa sayang, kamu masih sangatlah kecil jadi kamu belum berhak untuk mengetahui semua ini kamu sudah ya jangan nangis hapus air mata kamu anak laki-laki ayah tidak boleh nangis jadi usaplah!"


"Iya Yah Rasya akan mengusap air mata Rasya, tapi sebagai janjinya ayah jangan pergi ya?"


"Iya sayang ayah tidak akan pergi lagi ayah sangat sayang sama Rasya jadi Rasya juga jangan nangis!"


"Kenapa Rev! Kenapa setega ini kamu membohongiku? Selama hampir enam tahun lamanya aku menganggap Rasya Putra kandungku sendiri? Anak yang lahir dari rahim kamu dan dari darah dagingku sendiri tapi kenapa? Kenapa kamu setega ini membohongiku kenapa?"batinnya yang tetesan air mata yang terus saja menjatuhi pipinya, Rasya yang melihat ayahnya masih menitihkan air matanya sesekali Rasya mengusapkannya.

__ADS_1


"Ayah kenapa menangis Rasya kan sudah tidak nangis lagi kenapa ayah malah yang masih nangis usap ya yah? Usap!"


"Iya sayang Ayah akan mengusapnya, oh iya hari ini apa kamu ingin bersama ayah? Ayah ingin mengajak kamu ke-suatu tempat?"


"Iya Rasya mau Yah!"


"Ya sudah ayo ikut ayah!"ucapnya dengan mengandeng tangan mungil Rasya, menghampiri Bibik yang sedari tadi ikut mematung.


"Baik?"


"Iya Tuan?"


"Apa saya boleh minta bantuan pada Bibik? Ini sekali saja saya meminta bantuan Bibik jadi apa Bibik mengijinkannya?"


"Dengan senang hati Bibik akan membantu Tuan, jadi katakan apa yang harus saya katakan tuan?"


"Saya minta tolong lepaskan semua pakaian yang dikenakan istri saya, memang ini kelihatan sedikit gila tapi hanya satu hari ini saja apa Bibik tidak keberatan?"


"Memang kedengarannya permintaan yang tuan tujuan sedikit gila, tapi saya tau dan paham apa maksud Tuan jadi tenanglah Bibik akan membantu Tuan."


"Baik Bik sekali lagi terima kasih! Terima kasih!"


"Iya sama-sama tuan."


"Ya sudah jika nyonya sudah sadar katakan padanya aku berangkat pagi-pagi karena ada keperluan penting, Bibik jangan kasih tau nyonya jika saya dan juga Rasya pergi sekarang jadi Bibik gak keberatan kan kalau harus bohong demi aku!"


"Iya Tuan, saya bersedia melakukan apapun yang tuan perintahkan, soal nyonya? Tuan tenang saja biar saya yang mengaturnya,"balas Bibik dengan suka rela.


"Baik Bik sekali lagi terima kasih Bik! Terima kasih!"


"Iya sama-sama tuan berhati-hatilah!"


"Iya bik kami pergi dulu permisi Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam."


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2