ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
56 " Entah hanya pura-pura atau tidak "


__ADS_3

Malam yang sunyi dengan adanya angin sepoi-sepoi yang berhasil menusuk kulitnya yang membuatnya terasa sangatlah dingin. Akan tetapi Bintang tidak memperdulikan semua itu. Ia menatap kearah langit dan melihat bintang-bintang yang bersinar terang sangatlah indah jika dipandang dan tak mungkin.


Langkahnya yang tadinya berjalan tanpa arah dan tujuan yang pasti, kini langkah itu pun terhenti sembari menyaksikan pemandangan yang sangat indah ini.


"Menangis-lah Bintang! menangis-lah jika itu akan membuatmu merasa tenang. Menangis-lah!"


"Kamu? Apa kamu sedang menangis?" tanya seseorang itu yang kemudian Bintang pun berbalik badan.


"Kamu...tidak aku tidak lagi menangis. Aku hanya kelilipan," balas Bintang yang spontan dengan mengusap air matanya.


"Apa kamu masih ingin berbohong dihadapan ku?"Belum selesai mereka berbicara, Tristan langsung menarik tangan Bintang.


"Ayo ikut aku!"ajak Tristan yang tiba-tiba menariknya dengan kasar.


"Tristan kamu mau bawa aku kemana?"tegas Bintang.


"Sudah jangan membangkang ayo ikut saja!"balasnya yang tak henti-hentinya melepaskan tangannya dari genggaman tangan Bintang.


Menurut akan ajakan yang dilakukan Tristan, keduanya tak lama akhirnya tiba disalah satu tempat makan yang sudah tersedia, mendudukkan Bintang duduk disalah satu kursi yang sudah tersedia, tatapan Bintang kemudian berpaling kearah Tristan dengan tatapan bingungnya.


"Kamu kenapa membawaku kesini?"tanya Bintang dengan lirikannya yang fokus melirik kearah menu makanan yang sudah tertata dengan rapi.

__ADS_1


"Hari ini kita belum makan apa-apa setiba di Bandung tadi. Dan kamu sendiri juga punya riwayat lambung jadi alangkah bahayanya jika kamu sampai telat untuk makan, apalagi kita belum memulai jumpa pertemuan besok, jadi kamu harus pintar-pintar menjaga kondisi kamu agar kamu tidak kecapean atau pun kelaparan disini, jadi cepat makan semua menu lezat yang sudah ada dihadapan kamu jadi cepat makan!"perintah Tristan.


"Untuk apa kamu melakukan semua ini? Bukannya dengan kamu mengetahui aku punya riwayat lambung? Kamu akan sangat senang lantaran bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menjatuhkan-ku sekaligus mengancam-ku? Tapi kenapa kamu malah seolah-olah bersikap baik apa semua ini salah satu rencana agar kamu bisa menipuku dengan sandiwara kamu ini?"tanya Bintang dengan lantangnya.


"Terserah kamu mau menganggapnya apa yang jelas aku sudah berusaha untuk menjadi Pria yang perduli pada istrinya, biar pun nikah kita hanya atas dasar nikah kontrak apa salah jika aku memperdulikan-mu?"tanya Tristan.


"Aku tahu semua yang kamu ucapkan hanyalah tipuan belaka jadi aku pertegaskan ke-kamu? Sehebat dan sepintar-pintarnya anda aku sudah mengetahui fakta yang anda sembunyikan jadi sudahlah jangan berpura-pura,"timpal Bintang yang tanpa berkata ia kemudian pergi dan mengabaikan Tristan yang masih duduk diatas kursinya.


_____________________


Berada dalam satu mobil yang sama keduanya nampak dingin tak terdengar akan suara sahutan yang terdengar dari mulut keduanya.


Tristan yang fokus pada laju kendaraannya sedangkan Bintang yang terus-menerus memikirkan nasib akan penyakit yang ia derita tak membuat dirinya menunjukkan akan tatapan lega seperti dulunya.


"Aku sadar kehidupan yang aku jalani semua ini hanyalah sandiwara. Sandiwara ku yang berpura-pura bersikap jahat seolah-olah aku menang melawan semua ini. Hidupku tidak akan lama lagi, bahkan bisa dibilang kapan dan dimana Tuhan bisa menggambil nyawaku jadi apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak punya banyak waktu lagi untuk melakukan hal yang tidak berguna ini?"


"Tuhan. Hamba tidak akan mengeluh jika takdir kebahagiaan Hamba sudah ditakdirkan seperti ini, tapi hamba hanya minta satu permintaan terakhir, Hamba mohon tolong... tolong kuatkan hamba menjalani kehidupan hamba yang sangat menyakitkan ini. Tolong kuatkan hamba menahan rasa sakit sekaligus sakitnya hati ini ketika hamba harus melihat Pria yang sudah menjadi Suami hamba sama sekali tidak pernah menghargai hamba sebagai Istrinya hamba mohon! Hamba mohon hanya itu permintaan hamba, hamba mohon.


Batinnya yang hanya bisa terucap, air matanya ingin sekali ia jatuhkan tapi ia sadar ada seseorang yang mungkin akan membuat hidupnya tambah akan Menderita jika ia sampai terlihat lemah dihadapannya


"Wanita ini? Apa yang sebenarnya dia pikirkan kenapa dia jadi dingin gini dan tidak terucap?"batinnya yang sesekali melirik kearah Bintang tapi Bintang tak menyadarinya.

__ADS_1


Hinga kemudian keduanya akhirnya sampai disalah satu tempat pertemuan dengan seorang Rekan bisnis yang sudah Tristan siapkan dari awal.


Melihat seorang Pria yang sudah sedari menunggu kehadiran mereka, Tristan menepuk pundak seseorang itu, berlalu pria yang menunggunya bangkit dari tempat ia duduk dan memberinya tundukkan.


Setelah ketiganya sama-sama duduk, pria yang bernama Bimo itu pun mulai mengawali pembicaraannya.


"Sekali lagi terima kasih atas kehadiran anda hari ini, dan meluangkan waktu anda untuk mendatangi saya secara langsung. Karena anda sudah setia menyetujui rencana kerja sama ini, dan saya harap dengan kehadiran anda ini memberi semangat sekaligus awal baru bagi kesuksesan bagi perusahaan kita masing-masing,"ucap Bimo.


"Saya sekarang merasa sangat senang akhirnya kita bisa menjalankan rencana kerja sama ini pada perusahaan kita masing-masing. Dan saya yakin pasti rencana kerja sama kita ini akan memberikan pengaruh besar pada perusaahan ini lebih maju dan tetap menjadi perusahaan terbesar, sekaligus saya sangat senang dengan semangat yang Tuan Bimo lakukan sekarang!"puji Tristan dengan tersenyum lepas.


"Tuan jangan panggil saya dengan sebutan Tuan Bimo, karena saya ini hanyalah pemimpin biasa, bahkan bisa dibilang jabatan saya ini lebih besar dari jabatan Tuan Tristan, jadi akan lebih baik jika Tuan Tristan panggil saya dengan sebutan Bimo saja, kan umur kita juga sama kan, jadi biar sama-sama enak kita sama-sama memangil dengan sebutan nama saja itukan lebih baik bukan?"jelas Bimo.


" Tapi ngomong-ngomong saya bener-bener tidak menyangka jika anda benar-benar sangat berbeda dengan kebanyakan orang-orang. Anda juga memiliki hati yang sangat baik dan tulus. Jadi gak salah jika perusahaan yang sedang anda jalankan selama ini selalu lancar tanpa ada halangan apapun. Dan selalu diatas peningkatan yang tinggi, saya salut sama anda,"puji Bimo lagi.


"Sama halnya dengan anda, anda juga seseorang yang baik dan dermawan, bahkan ketekatan dan kegigihan anda inilah yang membuat anda berhasil meraih impian yang anda inginkan, oh iya apa anda sudah berkeluarga?"tanya Tristan.


"Kalau masalah jodoh saya belum merasa beruntung, jadi saya belum menikah! Dan berbeda dengan Tuan yang sudah memiliki seorang Istri cantik dan baik seperti nyonya Bintang jadi anda sungguh-sungguh sangatlah beruntung!"balas Bimo dengan pandangannya yang melirik kearah Bintang dengan senyum lepasnya.


"Anda bisa aja tapi tidak mungkin kan kalau orang setampan anda dan sekaya anda tidak memiliki seorang pasangan. Dan pastinya ada banyak Wanita yang mengantri inggin jadi pasangan anda kan?" mendengar pertanyaan yang diucapkan Tristan, Bimo hanya tersenyum malu.


SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN EPISODE CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA DENGAN ( NAMA PENA : OCYBASOACY ) KARYANYA GAK KALAH SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN SAMPAI LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA DISANA TERIMA MASIH 🥰🥰

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2