ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
24" Memberikan pelajaran"


__ADS_3

Terduduk santai sembari menikmati acara televisi bersama dengan Sandra dan juga Tristan, Mertua yang melihat Bintang tidak ada kerjaan, langkahnya dihentikan setelah Mertua yang mengatakan sesuatu padanya.


"Hay pemalas daripada kamu nganggur tidak ada kerjaan kamu buatkan kami minum ayo cepat!"perintah Mamanya.


"Mama memangil saya?"tanya Bintang dengan menunjuk kearahnya sendiri.


"Ya iyalah kamu memangnya disini yang pemalas siapa aku?"timpal Sandra yang ikut membela Mama Mertuanya.


"Oh ternyata manggil aku, aku kira orang yang barusan ngomong,"timpal Bintang yang berlalu masuk kedalam.


"Astaga itu orang berani sekali ngatain aku? Dia kita dia siapa?"


"Sudahlah sayang jangan dihiraukan dia hanya memancing emosi kamu jadi tenanglah,"ucap Tristan mencoba menenangkannya.


"Mereka pikir aku pembantu apa pakai acara disuruh-suruh segala, kayaknya semakin lama aku mengalah mereka tambah akan semakin memandang rendah diriku jadi aku harus melakukan sesuatu,"gumamnya kemudian ia ingat sesuatu yang berada didalam sakunya.


"Oh iya tadi aku membeli obat agar cepat lapar kayaknya ini menyenangkan sekali untuk aku gunakan saat ini,"batinnya dengan senyum lepasnya.


Mencampurkan beberapa pil pada minuman ketiganya gelas yang ia siapkan, pil itu mulai pudar setelah bercampur pada air yang telah ia sediakan.


"Akhirnya aku bisa ngerjain mereka juga,"batinnya yang merasa puas.


Berjalan menghampiri ketiganya, Bintang menjulurkan minuman itu dan memberikannya ada ketiganya.


"Ini minumannya Ma,"ucap Bintang yang menyerahkannya pada ketiganya.


"Kamu gak mungkin kasih kita obat didalam sini kan?"


"Kalau kalian merasa jika didalam minuman ini ada racunnya, gak butuh waktu sekiranya 30 menitan lah mungkin obatnya sudah akan merasuk. Dan jika dalam waktu 30 menit diantara kalian bertiga ada yang ma*i atau kalian semua ma*i aku siap jika aku harus mendekam dipenjara, jadi sekarang terserah kalian mau minum atau tidak? Ya sudah aku ngantuk jadi selamat malam,"ucapnya dengan melambaikan tangannya ketiganya.


"Itu anak songong atau gimana bisa-bisanya dia bersikap santai gini sama kita?"celetuk Sandra.

__ADS_1


"Ini permasalahannya ada racunnya atau tidak Mama takut kalau harus meminumnya?"


"Sudahlah aku rasa ini tidak ada racunnya jadi cepat minumlah!"ucap Tristan yang terlebih dulu meneguk beberapa cegukan minuman berasa jeruk tersebut.


"Kamu gak papa kan? Gak ada yang kamu rasakan misal pusing?"tanya Sandra panik.


"Tenanglah aman kok,"balas Tristan mencoba meyakinkannya.


"Syukurlah kalau gitu,"balas Sandra sesaat kemudian ketiganya meminumnya.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


"Sayang aku lapar kamu bisakah buatkan aku nasi goreng?"


"Tapi sayang aku tidak bisa masak, kamu kan tau aku itu Wanita karir jadi aku tidak bisa disuruh di dapur untuk melakukannya maaf ya?"


"Tapi aku juga tiba-tiba merasa lapar jadi aku juga pengen makan kamu suruh aja si Bintang untuk masak aku rasa dia akan mau menurut sama semua permintaan kamu?"


Sampai dikamar tengah, keduanya Melihat Mamanya juga ikut keluar lantaran rasa lapar yang tiba-tiba sama-sama menyerang.


"Mama? Apa yang Mama lakukan jangan bilang kalau Mama juga lapar seperti kita?"


"Kok bisa sama, bahkan Mama tadi pukul 6 juga baru aja makan tapi entah kenapa Mama jadi merasa lapar lagi sekarang."


"Ya sudah kita suruh si Bintang untuk masak aja.


Tok.


Tok.


Tok

__ADS_1


"Kayaknya akibat efek obat itu semua cacing diperut mereka sudah mulai memberontak meminta makan tapi sudahlah anggap aja itu hukuman dariku,"balasnya yang melanjutkan lagi tidurnya, sengaja memasang handset pada kupingnya agar dirinya tidak mendengar akan pemberontakan yang dilakukan ketiganya.


"Bintang buka! Aku tahu kamu pasti mendengarnya ayo buka! Dok Dok dok! Bintang buka!"


"Dia budek apa gimana sih kenapa dia sama sekali tidak mau membuka pintunya?"


"Percuma kita pemberontak seperti ini dia tidak akan pernah keluar, dia sepertinya sengaja mengerjai kita awas aja besok,"balas Tristan dengan tatapan sinisnya.


"Terus sekarang gimana Mama sudah lapar ini?"


"Kita pergi ke dapur mungkin disana ada makanan yang bisa kita makan,"ucapnya kemudian ketiganya pergi ke dapur.


"Astaga ini pasti ulah gadis kampung yang sengaja ingin membunuh kita, nasi habis, bahkan didalam kulkas tidak ada makanan mau pun cemilan apa-apa, adanya cuma sayur kangkung mentah apa dia pikir kita kambing?"gertak Tristan dengan frustasinya.


"Dia benar-benar sangat keterlaluan kamu harus menghukumnya kalau tidak dia malah akan semakin menginjak-injak kita Tristan kamu harus berbuat sesuatu,"pinta Sandra dengan tegas.


"Kamu tenang saja sayang besok biar aku sendiri yang akan memberikannya pelajaran kalian tenanglah


Duduk santai sembari menikmati hidangan sepiring sarapannya, Bintang yang dengan santainya ia hanya menanggapi sikap cuek pada Tristan yang terus saja memarahinya tanpa henti.


"Apa maksud kamu berani mengerjai kita kaya semalam! Apa kamu tidak sadar kamu hampir bunuh kita karena kelaparan apa kamu paham itu?"


"Apa kamu sedang berbicara denganku?"tanyanya yang masih nampak santai memakan makanan diatas meja.


"Kamu? Kamu bisa-bisanya masih santai seperti ini, disisi lain Suami kamu sedang memarahi mu apa kamu buta dan tuli?"


"Aku tidak buta mau pun tuli. Aku juga tidak perduli dengan kalian? Jika kalian merasa lapar dan hampir saja mati karena kelaparan maka itu artinya kalian sudah merasakan rasa lapar yang dirasakan orang-orang diluar sana? Mereka setiap hari harus mengganjal perut mereka karena tidak adanya makanan untuk mereka makan untuk setiap harinya. Dan kalian? Kalian hanya satu malam tidak makan menahan rasa lapar yang kalian alami dan dengan gampangnya kalian bilang akan ma*i hanya dalam kurang waktu kurang 24 jam dasar bodoh!"ucapnya dengan menggelengkan kepalanya.


"Bodoh kamu bilang?"tegas Tristan dengan tatapan tajamnya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2