
"Maaf apa anda keluarga korban?" tanya salah satu Suster kepada laki-laki tampan yang menolongnya tadi.
"Tidak! Korban ini, korban tabrak lari, kebetulan saya melihatnya sudah dalam kondisi mengenaskan! jadi saya bukan keluarganya?" balas laki-laki barusan.
"Astaga pasien kondisinya sangat memperihatinkan, jika dia tidak segera ditangani ini akan berakibat fatal nanti. Karena dia harus melalukan tindakan operasi, jika tidak ada anggota keluarganya maka ini akan sangat sulit!"timpal suster dengan wajah kepanikannya.
"Astaga terus sekarang apa yang harus kita lakukan, astaga saya baru ingat tadi ditempat lokasi kejadian, ada tas berwarna abu-abu ini yang jatuh tak jauh dari tempat korban terkapar, mungkin disini ada identitas korban, coba saya cek dulu!"ucap Richard.
Tak berselang lama, Richard pun akhirnya menemukan sesuatu didalam tas tersebut.
"Ini saya menemukan Gadget milik korban, disini pasti ada petunjuk nomer keluarga korban, mendingan saya cek sekarang!"timpalnya.
"Baik tuan!"balas Suster tersebut.
Belum mengetahui jika Bintang menggalami kecelakaan tunggal, lantas tak berselang lama ponsel Tristan yang nomornya telah tertera pada layar ponsel Bintang pun tiba-tiba berdering.
Ponsel yang berada di-nakas samping tempat tidur Sandra, dirinya mendengar suara berdering lantas tanpa berfikir dirinya langsung mengangkatnya.
"Bintang? Untuk apa Wanita itu menghubungi Tristan apa dia ingin mencari simpati padanya?"gumam Sandra dengan wajah sinisnya.
📞"Ini dengan siapa?"tanya Sandra.
📞 "Maaf apa ini dengan saudari Tristan, Suami dari saudari Bintang?"tanya Richard dalam sambungan telfonnya.
"Bintang? Darimana laki-laki ini tahu nama Bintang? Apa dia selingkuhannya?" batin Sandra yang kemudian ia menjawab.
📞 "Iya ini dengan saya Istri kedua Tristan anda siapa? Bagaimana mungkin anda bisa tahu nama Wanita itu?"tanya Sandra.
📞" Saya dari pihak Rumah sakit Citra medika hanya inggin memberitahukan bahwa Istri anda, baru aja mengalami kecelakaan tunggal. Dan sekarang Istri anda dalam kondisi memperhatikan!"ucap Richard yang belum selesai ngomong dirinya sudah terlebih dulu mendapatkan sahutan dari Sandra.
📞"Maaf! Tapi anda salah, dia bukanlah Istri dari Suamiku jadi jika dia mengalami kecelakaan itu bukanlah urusan Suamiku apa anda paham!" ucapnya yang kemudian ia pun bergegas mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
📞"Maaf saya belum selesai bicara hey..."
"Dia kecelakaan, terus apa hubungannya dengan Tristan, masa bodoh!" gertaknya yang kemudian Tristan pun menghampirinya.
"Sandra siapa yang menghubungiku?" tanya Tristan.
"Biasa Bintang! Aku belum menjawab apa-apa karena aku sudah kesal duluan jadi akhirnya aku mematikannya!"balas Sandra.
"Baiklah kalau gitu,"balas Tristan yang tanpa ada rasa curiga.
"Gimana apa anggota keluarganya akan segera datang?" tanya Suster ketika menghampiri arah Richard.
"Mendingan sekarang Suster siapkan operasinya segera, soal biaya biar saya yang membayar semuanya nanti!"timpalnya yang tanpa berfikir yang kedua kalinya.
"Baik Tuan!"
Bergegas brankar yang ditempati Bintang berbaring pun dikeluarkan dari ruang ICU, dan dengan segera dipindahkan keruang operasi.
Ruangan yang terlihat sedikit redup dengan adanya sinaran cahaya dari beberapa lampu yang menyala tepat diatas berlangsungnya operasi yang dilaksanakan pada hari ini.
Sedikit demi sedikit Suster pun membersihkan percakan da*ah yang sudah memenuhi hampir seluruh tubuh Bintang, mulai dari kepala, lengan tangan dan wajahnya. Dengan kondisi membalikkan tubuh Bintang menjadi tengkurap, Dokter pun menjalankan operasinya dibagikan kepala belakang Bintang. Setelah hampir 6 jam lamanya, akhirnya operasi pun berjalan dengan sangat lancar tanpa ada hambatan."
Bergegas brankar yang ditempati Bintang berbaring pun dikeluarkan dari ruang operasi, dan dengan segera dipindahkan keruang rawat.
"Gimana Dok keadaan Pasien apa dia baik-baik saja? Tidak ada luka serius kan yang dialami oleh pasien?" tanya Richard ketika Dokter sudahlah keluar.
"Anda tenang aja sekarang kondisi pasien sudah mulai membaik, tunggu sampai sehari pasien akan segera tersadar. Sekarang pasien masih terpengaruh obat bius jadi besok insyaallah pasti akan sadar!"
"Baik Dok kalau gitu terima kasih!"
"Ya sudah saya tingal dulu."
__ADS_1
"Silahkan Dok."
"Syukurlah keadaan dia sudah kembali normal, oh iya Suster saya mau suster selalu mengawasi kondisi pasien ini ya, saya ada urusan sebentar nanti saya akan segera datang kembali,"ucap Richard.
"Baiklah Tuan,"balas Suster.
"Ya sudah saya tinggal dulu,"balas Richard
"Baik Tuan."
*****
"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada disini?" gumamnya yang kemudian Bintang pun ingat kecelakaan yang barusan terjadi padanya. Akan tetapi yang membuatnya bersedih bukan tentang itu melainkan, tidak ada rasa kepedulian seseorang kepada dirinya.
"Baiklah jika selama kebaikan yang aku lakukan tidak pernah bisa dihargai olehnya. Maka mulai sekarang aku sendiri juga tidak akan pernah peduli lagi dengannya, lagian untuk apa aku mempertahankan seseorang, jika seseorang itu gak pernah melihatku mau pun menganggap ku sebagai Istrinya dan hanya menganggap ku sebatas sampah buangan. Dengan aku bersikap lemah kepadanya ia tambah akan semakin menginjak harga diriku jadi mulai sekarang kita lihat saja nanti."
Aku tidak pernah tahu kenapa hidupku harus menderita dengan cara seperti ini, dulu pada saat aku masih bersama dengan kedua orang tuaku hidupku tidak pernah se'menderita ini. Tapi kenapa engkau tega mengambilnya dariku.
Dan kenapa sekarang pada saat aku sudah menikah dan sudah memiliki seorang Suami kenapa hidupku harus mengalami penderitaan seperti ini bahkan Suami yang harusnya melindungi Istrinya dari mara bahaya, ia malah tega menjerumuskan ku kedalam lembah kurang yang sangat dalam bahkan dia sama sekali tidak mau menghargai ku sebagai Istrinya. Apa aku memang sangatlah tidak pantas untuk bisa merasakan apa arti kebahagiaan yang sesungguhnya.
Ternyata untuk menggapai apa yang kita inginkan, ada banyak sekali cobaan yang harus kita hadapi terlebih dulu. Aku sadar aku ini siapa, aku hanya wanita yang beruntung karena bisa menikah dengan seorang laki-laki tampan seperti Tristan tapi wanita sepertiku memang sangatlah tidak pantas
Menangis dengan tersedu-sedu dan mengingat kejadian yang baru aja dia alami. Dan tak lama seseorang pun datang dan membuka pintu.
Cklek.
Air mata yang tadinya menetes tanpa henti, dengan menundukkan kepalanya, kemudian seseorang yang tiba-tiba datang membuat pandangan Bintang pun berpaling kearah seseorang itu.
"Anda siapa?" tanya Bintang yang kemudian dua Pria yang ada dihadapannya pun menghampirinya.
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN DARI CERITA BINTANG DAN TRISTAN. MAMPIR DULU DI- KARYA PUNYA KAKAK DENGAN NAMA PENA : Dtyas, DENGAN JUDUL "Kukira Kau Cinta " DIJAMIN CERITANYA BAKAL NAGIH DAN SANGAT COCOK UNTUK WAKTU LUANG KALIAN TERIMA KASIH 🥰🥰🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.