
Berada dalam satu meja makan yang sama, Tristan dan ketiga seseorang sudah siap menyantap akan makanan yang akan ia makan.
Terlebih dulu ia mencicipi satu sendok makan lalu ia masukkan kedalam mulutnya, wajah Tristan yang sedari tadi nampak sedang kelaparan, raut wajahnya seketika menciut setelah ia tahu seperti apa rasa dari masakan yang baru dimasak istrinya ini.
"Gimana sayang enak kan?"tanya Sandra dengan pedenya.
"Sandra kamu itu berapa banyak garam, micin yang kamu kasihkan pada masakan kamu ini?"tanya Tristan.
"Kenapa?"tanya balik Sandra.
"Coba cicipi sendiri masakan kamu,"tawarnya yang langsung menyuapinya.
"Ini kenapa jadi aneh kaya gini?"
"Ya jelas anehlah kan kamu memang tidak pernah masak! Sudah aku aja yang masak! Masakan kamu itu kalau dimakan orang yang ada darah tinggi orang yang memakannya akan kumat? Belum lagi kalau dia yang makan yang ada dia bakal menjadi banteng yang ngamuk setiap harinya jadi biar aku aja yang memasaknya" Segera bangkit dari tempat ia duduk.
Sesampainya Bintang di dapur, dia sudah berhadapan dengan berbagai jenis bumbu-bumbu dapur sekaligus bahan-bahan yang akan dia gunakan nanti.
Dengan semangat yang keluar dari dalam hati Bintang, Bintang pun sangat bersemangat sekali untuk membuat menu makanan ini.
"Memang kamu mau masak apa? saya rasa, rasa masakan kamu tidak ada bedanya sama masakan Sandra bahkan bisa mungkin lebih parah lagi?"ucap Mama Mertua yang mencoba mengalihkan semangat Bintang. Bintang yang mendengarnya ia berusaha menutup kupingnya agar suara itu tidak sampai merusak semangatnya hari ini.
"Tidak Bintang, kamu tidak boleh patah semangat seperti ini karena ocehan Mama mertua kamu, kamu harus semangat,kamu harus bisa karena entah kenapa aku merasa dengan apa yang aku lakukan ini, pasti aku bakal mendapat pujian dari Mama mau pun Tristan sendiri nanti. Dan semoga aja dugaan ku ini sangatlah benar,"batin Bintang dengan sedikit tersenyum.
Dan menu yang akan dia pilih saat ini, dia sengaja memilih menu- menu ini karena menurutnya masakan ini, adalah menu yang paling disukai oleh mereka semua. Apalagi dalam suasana yang dingin karena musim hujan, ia yakin jika menu yang akan ia masak akan berhasil membuat semua orang yang meremehkannya akan berbalik memujinya.
__ADS_1
Dan menu pertama yang ia pilih adalah tumis kangkung. bahan utama yang dia pilih adalah beberapa ikat kangkung yang masih segar,bawang putih mau pun merah yang diiris-iris dan juga cabe secukupnya, garam, sedikit micin. Dan saus tiram sebagai pelengkap rasa yang membuat masakan yang dibuat Bintang serasa sangatlah lezat apalagi jika harumnya sudah tercium pada hidung seseorang.
Dan menu kedua adalah TEKWAN, Makanan ini sama seperi pempek pada umumnya, akan tetapi tekwan ini berbentuk bulat-bulat yang menyerupai basko. Dan makanan ini juga sangat cocok dinikmati pada saat suasana santai seperti makan malam seperti ini.
Apalagi bahan-bahan yang sangat mudah ditemukan pasar-pasar'an membuat siapa pun orang pasti gemar membuat menu ini. Dan bahan-bahannya adalah tepung sagu, udang segar yang dihaluskan dan dijadikan kuahnya, garam, seledri, bihun dan juga kuah kaldu ayam sebagai pelengkap yang sangat cocok disantap bareng bersama menu ini.
Dan yang kedua menu ini adalah menu yang sangat simpel lantaran bahan yang ia pilih sangatlah mudah didapatkan di warung-warung terdekat yaitu Mie kuah seblak pedas.
Lalu masukkan potongan sosis dan tuang kocokan telur ke dalam wajan, tumis sebentar dan orak-arik telur. Baru aduk rata dengan bumbu yang tadi dipinggirkan.
Kemudian tuang air secukupnya ke dalam wajan. Aduk rata agar tercampur bumbu. Masak sampai kuah mendidih.
Barulah masukkan mie instan, kerupuk dan juga makaroni yang sudah direbus setengah matang. Aduk rata.
Bumbui dengan lada bubuk, dan garam secukupnya. Aduk merata.
Terakhir, tambahkan potongan daun bawang dan sawi hijau. Masak sebentar hingga sayuran layu.
__ADS_1
Kemudian Bintang yang sudah selesai memasak, ia berlalu menyajikan diatas meja makan yang dimana sedari tadi sudah ditunggu ketiga orang yang sudah menantikannya.
"Ini aku sudah memasak semua menu kita pada malam hari ini. Aku sengaja memilih menu ini karena hanya ada bahan ini yang kebetulan ada didalam kulkas jadi silahkan menikmatinya,"balas Bintang, Bintang yang belum selesai ngomong akan penjelasannya, Tristan yang sudah terlebih dulu mengambil dan memakannya raut wajah Bintang mau pun Sandra seketika teralihkan padanya.
"Sayang apa yang kamu lakukan apa kamu benar-benar serius memakan masakan dia? Kalau masakan dia nanti akan membunuhmu gimana?"
"Sudahlah Sandra tidak ada yang namanya racun dalam masakan ini, yang ada aku bakal m*ti kalau tidak segera menyantap sesuatu jadi jangan halangi aku untuk memakan semua masakan ini aku lapar jadi tolong ngertiin aku tolong!"
Tak terima dengan ucapan yang dilontarkannya, Sandra yang dipenuhi dengan rasa emosi dan tidak terimanya ia mengambil piring yang dipakai Tristan dan tak segan-segan ia melemparkannya hingga pecah menjadi beberapa bagian.
Tristan yang tadinya makan dengan lahabnya lantaran perutnya sudah tidak bisa lagi ia tunda, pandangannya dikejutkan dengan perilaku yang barusan dilakukan Sandra, bahkan melihat Sandra melempar sendiri tepat dihadapannya, emosi Tristan seketika ikut memuncak dan berbalik ia melemparkan satu piring yang lain tepat disamping Sandra berdiri tadi.
"Apa yang kamu lakukan apa kamu tidak lihat aku sedang makan tapi kenapa bisa-bisanya kamu malah membuangnya dengan mudah apa kamu sudah buta tidak lihat kalau aku lagi makan?"tegas Tristan dengan raut wajah emosinya yang menggebu-gebu.
"Tristan kenapa kamu malah jadi marah sama aku? Aku hanya marah karena kamu mau memakan masakan dia! Sedangkan kamu tidak mau memasak masakan aku? Aku ini Istri kamu apa kamu tidak bisa menghargai masakan kamu aku buatkan barusan?"
"Sandra! Pertama apa pikiran kamu sangat kekanak-kanakan? Kamu gak lihat dan gak bisa membedakan seperti apa rasa masakan yang kamu masakan tadi? Masakan kamu itu sangatlah asin? Belum lagi micin yang kamu pakai terlalu kebanyakan? Benar kata Bintang jika kita memakannya yang ada tubuh kita bakal kena penyakit kolestrol dan darah tinggi jika menyantapnya apa kamu gak bisa membedakan atau kamu memang bodoh tidak tau tentang semua itu?"
"Tristan bisa-bisanya kamu berkata kasar seperti ini sama aku? Aku hanya berusaha menjadi Istri yang baik dan berguna bagi kamu? Apalagi memasak tadi itu aku udah usahakan yang terbaik tapi apa? Kamu malah memarahiku tanpa sebab seperti ini kamu jahat Tristan kamu jahat!" Berlalu pergi dari pandangan ketiganya, Tristan yang melihat Sandra berlari masuk kedalam kamarnya tak terlihat dirinya ingin mengejar dan menenangkannya.
"Tristan kamu kenapa tidak mengejarnya? Harusnya kamu itu jelaskan ke Sandra bukan malah menyakiti hatinya seperti ini ayo bujuk dia sekarang!"ucap Mamanya.
"Maaf Ma tapi Tristan tidak mau mengejarnya, mungkin apa yang Tristan katakan sedikit kasar padanya tapi mungkin dengan cara ini dia sedikit bisa berfikir jadi sudah lupakanlah ayo kita makan lagi!"ucap Tristan yang berlalu melanjutkan lagi makannya.
"Kamu lihat kan sekarang Tristan sudah berpihak padamu apa kamu sudah puas sekarang?"tegas Mamanya tapi Bintang tidak menghiraukannya.
__ADS_1
"Entah aku yang merasa sangat pede atau mungkin aku yang hanya bermimpi? Tapi jujur melihat kamu mau menghargai masakan ku itu sudah cukup membuatku sangat senang, tapi sayangnya sekarang tidak ada lagi rasa bucin yang tertanam dari diriku ini karena yang aku butuhkan hanyalah uang dan itulah aku,"batin Bintang yang tersenyum sinisnya.
BERSAMBUNG.