ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
127 " Tidak bisa berkutik lagi "


__ADS_3

Berdiri tegak dan melihat pandangan dari luar jendela, langkah seseorang mulai menghampirinya, melihat siapa yang datang seseorang yang tak lain adalah Tristan ia kemudian mengalihkan pandangan pada arah seseorang itu berada.


"Tuan, seperti yang tuan inginkan,saya sudah berhasil menjalankan tugas saya dengan menculik Istri tuan bernama Sandra, jadi silahkan Tuan lakukan apa yang ingin Tuan lakukan,"ucap Andra.


"Baguslah cepat kamu pergi dan suruh anak buahku untuk menghadapnya dan biarkan saya menemui Wanita itu yang terakhir nanti!"perintahnya.


"Baik Tuan," balasnya yang kemudian Andra beranjak pergi.


Berada dalam tempat yang sepi, dirinya yang hanya duduk disalah satu kursi dengan kondisi kedua tangan yang sudah terikat.


"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada ditempat seperti ini. Apa aku telah diculik oleh seseorang?"tanya seseorang yang tak lain Sandra sendiri.


Pandangannya menjalar kesemua arah, tapi tak ada penjelasan akan dimana dirinya berada sekarang. Tak lama langkah kaki seseorang terdengar mulai masuk kedalam ruangan tempat dimana Sandra disekap saat ini.


Terkejut dengan kehadiran seseorang yang perlahan-lahan mulai memasuki ruangan ini. Ia lantas bertanya.


"Siapa kamu? Apa mau anda kenapa anda menculik saya cepat lepaskan aku! Lepaskan aku! Aku akan bilang pada Suamiku, kau menculik ku lepaskan aku!"


"Heemmm, kau tau ... Kau termasuk orang yang beruntung dari sekian banyak orang yang ingin mendengar suaraku, jadi mari kita bermain dan akan ku buat kau selalu mengingat hari ini. Dan satu lagi kamu kan orang yang sudah membunuh Mama dari seseorang yang bernama Tristan yang tak lain seseorang itu adalah Suami kamu sendiri?"ucap seseorang itu dengan senyum sinis yang ditunjukannya.


"Apa maksud kamu? Aku tidak mengerti dan punya bukti apa kamu bisa berkata seperti punya bukti apa kamu?"

__ADS_1


"Baiklah jika ngomongin soal bukti apa rekaman suara ini masih belum mampu membuat kamu untuk berkata jujur?"ucap seseorang itu yang langsung memutar rekaman audio kemaren.


TRISTAN ... TRISTAN BODOHNYA KAMU KARENA KAMU PERCAYA DENGAN SEMUA PERKATAAN-KU. AKU SANGATLAH PINTAR BUKAN? HANYA GARA-GARA BERSANDIWARA AKU SUDAH BERHASIL MENYINGKIRKAN BINTANG DARI DALAM RUMAH INI. APALAGI KARENA KEBODOHANNYA JUGA IA SAMPAI-SAMPAI TAK SADAR JIKA AKULAH ORANG YANG TELAH MEMBUNUH MAMANYA.


BERHASIL MEMBUNUH ORANG DARI ANCAMAN GAGALNYA RENCANA YANG SUDAH AKU SUSUN MATANG-MATANG. DAN BERHASIL MENYINGKIRKAN WANITA YANG SANGAT IA CINTAI AKU RASA TIDAK AKAN MENUNGGU LAMA SEMUA KEKAYAAN TRISTAN AKAN JATUH KE TANGANKU JADI BERSIAP-SIAP LAH SANDRA KAMU MEMANG PALING TERHEBAT. DAN TINGAL MENGHITUNG WAKTU KAMU AKAN DAPAT MENDAPATKAN SEMUA YANG KAMU INGINKAN BERSIAPLAH.


Sandra yang terperanjat kaget, dirinya tidak bisa menyembunyikan rasa takut lan cemasnya ketika mendengar sendiri rekaman suara tersebut.


"Rekaman itu? Siapa yang memberikannya siapa?"tegasnya.


"Kenapa? Kenapa kamu semakin cemas setelah mendengar ucapan kamu secara langsung, kamu yang berkata jika kamulah orang yang membunuh Mamanya Tristan apa itu bukti yang jelas jika kamu memang benar-benar pelakunya kan?"


"Aku katakan siapa seseorang itu? Apa benar orang yang mengirimkan rekaman audio itu adalah Bintang! Apa dia orang yang sudah membayar mu untuk menculik dan mengancam-ku seperti ini?"tegas Sandra.


Menggambil sebuah pisau dan perlahan-lahan mulai mendekatinya membuat Sandra Terlihat sangat ketakutan.


Sedangkan Pria itu kini dengan senang hati melukis dengan pisau di wajah Sandra.


Terdengar suara jeritan wanita itu, namun Pria terlalu santai dan sengaja menulikan telinganya. Ia terus saja meneruskan aksinya hingga membuat Wanita yang ada dihadapannya secara pasrah mengakui semuanya.


"Baik! Aku akan jujur iya memang akulah pelakunya kenapa? Apa anda ingin memberitahu masalah ini pada Tristan?"

__ADS_1


"Jika memang benar kamu pelakunya apa alasannya? Apa alasan kenapa kamu sampai setega itu membunuh seorang Mama yang jelas-jelas kamu sendiri juga mempunyai sesosok Mama kandung apa alasannya?"gertak Pria itu yang tambah membuat Sandra ketakutan.


"Akhirnya kamu mengakui kejahatan kamu sekarang!"timpal seseorang yang spontan membuat pandangan Sandra beralih menatap seseorang itu yang tak lain adalah Tristan, melihat kehadiran tristan yang mulai menghampirinya wajah cemas sekaligus ketakutannya semakin menjadi bercampur tak karuan.


"Tristan ada apa ini kenapa kamu ada disini kamu pasti akan menyelematkan aku kan?"


"Menyelamatkan kamu? Apa aku tidak salah dengar bagaimana bisa aku menyelamatkan seseorang yang sudah membunuh Mama-ku dengan sangat keji? Apa kamu pikir aku akan terus bersikap bodoh seolah-olah aku tidak tau semua kelakuan dan kejahatan yang selama ini kamu perbuat termasuk membunuh Mama dengan menusukkan gunting ini apa kamu ingin aku bersikap bodoh secara terus-menerus?"


"Katakan semua itu tidaklah benar kan? Bukan kamu orang yang menjebak-ku kan?"


"Reno apa kamu sudah merekam semua ucapannya barusan?"tanya Tristan pada pria tadi yang tak lain anak buahnya sendiri.


"Seperti yang tuan inginkan aku sudah merekamnya dengan jelas Tuan, bahkan aku rasa semua bukti yang tuan miliki sudah mampu memenjarakan Istri biadab tuan ini,"balas Reno dengan memberikan rekaman itu pada Tristan.


"Tidak Tristan kamu tidak bisa melakukan semua ini padaku, kamu tidak bisa melakukannya, aku sedang hamil anak kamu apa kamu tega memenjarakan aku dalam kondisi mengandung anak kandung kamu sendiri apa kamu tega?"


"Hamil anakku apa kamu serius dengan ucapan kamu ini? Bukankah anak yang dulunya kamu kandung sudahlah keguguran satu Minggu yang lalu. Dan dengan liciknya kamu berbohong seolah-olah kamu masih mengandung anakku agar aku tidak jadi menceraikan kamu apa kamu pikir sebodoh itu?"


"Sudah tuan wanita seperti dia tidak pantas untuk dikasih ampunan semua bukti sudah berhasil Tuan miliki, jadi silahkan tangkap wanita ini pak dan hukum seberat-beratnya,"timpal Andra dengan membawa dua Polisi disebelahnya.


"Tidak Tristan! Kamu tidak bisa melakukan semua ini padaku kamu tidak bisa melakukannya Tristan! Kamu tidak bisa melakukannya padaku kamu tidak bisa!"teriaknya sembari dirinya yang dipaksa polisi untuk berjalan. Tristan yang mendengar akan teriakannya tak terdengar sekalipun dirinya untuk memandangnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2