ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
52 " Sedikit revisi "


__ADS_3

"Sandra kamu kenapa kok wajah kamu terlihat pucat seperti itu?"tanya Tristan.


"Tristan ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama kamu jadi kita bisa kan ngobrol berdua didalam kamar?"pintanya.


"Hal penting apa?"tanya balik Tristan.


"Sudahlah nanti kamu juga akan tau ayo ikut aku!"ajak Sandra yang langsung mengandeng tangan Tristan untuk ia ajak pergi.


"Apa yang ingin dia bicarakan apa ini menyangkut soal aku?"batin Bintang yang merasa cemas.


"Hey apa yang kamu pikirkan cepat makan!"perintah Mamanya dengan tegas, Bintang yang mendapatkan perintah ia hanya mendengarkan tanpa membalas ucapan Mamanya barusan.


Sesampainya mereka dikamar, Sandra mengunci pintu dari dalam.


"Sandra ada apa? Apa yang kamu maksud tentang adanya hal penting apa yang mau kamu bicarakan?"


"Tristan kita dalam masalah besar, aku tau siapa orang yang sudah meneror kamu waktu itu. Dan aku tahu jika memang benar Erlangga lah pelaku utama dari si-peneror itu?"ucap Sandra yang spontan membuat Tristan terkejut.


"Kamu tau darimana? Apa kamu sudah pernah bertemu dengannya? Atau mungkin dia pernah mencelakai kamu?"tegas Tristan.


"Iya tadi siang disaat aku hendak akan pergi ke-suatu tempat, seseorang datang dan langsung membungkam-ku dari belakang. Setelah aku tidak sadarkan diri rupanya aku sudah ada ditempat kosong seperti gudang dan apa kamu tau siapa seseorang yang sudah menculik-ku?"tanya Sandra pada Tristan.


"Erlangga? Apa benar dia pelaku utama yang sudah menculik kamu pada waktu itu?"timpal Tristan.


"Betul sekali dialah orang pertama yang sudah menculik-ku tadi tapi sayangnya dia memakai masker jadi aku tidak terlalu jelas melihat wajah dari Pria bernama Erlangga itu tapi yang lebih membuatku kesal? Ternyata semua ini ada hubungannya dengan Bintang?"


"Bintang tapi kenapa malah bintang?"

__ADS_1


"Biar kamu percaya akan ucapan aku ini aku akan menunjukkan suara rekaman suara ini, aku mengambilnya disaat Erlangga mencoba mengancam-ku tadi jadi dengarlah


📞" Aku rasa kamu hafal akan suaraku ini. Dan aku sekaligus minta padamu cepat putuskan tawaran-ku tadi karena aku tidak cukup banyak waktu paham!"


📞" Kamu? Berani kamu mengancam-ku lagi? Darimana kamu tau nomor telfon ku?"


📞" Tidak perduli aku tau darimana nomor ponselmu, tapi yang jelas aku mau kamu cepat memutuskannya paham!"ucapnya yang tak lama sambungan telefon lalu terputus.


"Dia menyuruhku untuk membuatmu bisa jatuh cinta pada Bintang dengan begitu aku akan aman tidak akan ia jadikan sebagai kambing hitam dalam permasalahan kalian ini. Aku bisa saja membantunya tapi aku takut kamu akan menuduh-ku yang macam-macam jadi akhirnya aku putuskan untuk memberitahu-mu jadi gimana kamu percaya dengan semua perkataanku ini?"


"Untuk saat ini aku percaya sama kamu, kamu Istriku bahkan kamu salah satu Wanita yang aku cintai jadi mana mungkin aku tidak akan mempercayaimu, tapi yang bikin aku penasaran untuk apa Erlangga menyuruhmu untuk mengatur rencana agar aku jatuh cinta pada Bintang? Dan jika dugaan kamu semua ini ada hubungannya dengan Bintang jadi ternyata benar dugaan-ku jika Bintang memang mengatur rencana agar aku jatuh cinta bahkan tergoda akan dirinya


"Maksud kamu? Dia secara diam-diam juga mengatur rencana itu?"timpal Sandra balik.


"Iya dia seperti sedang berusaha untuk mengodaku dan untungnya aku lebih pintar darinya jadi aku bisa paham dari maksud dia mencoba merayuku jadi kali ini kamu tenang aja aku sendiri yang akan menyelesaikan permasalah ini. Dan aku akan buat Bintang sendiri yang jatuh cinta padaku bukan aku yang akan jatuh cinta padanya jadi gimana kamu setuju?"timpal Tristan dengan raut wajah sinisnya.


"Kamu tenang aja aku pasti bakal bisa menahan hasrat ku apalagi dia sama sekali bukanlah tipe jadi janganlah cemas sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu,"balas Tristan dengan membelai pipi kanan Sandra.


"Rencana yang sempurna apa kamu pikir aku bodoh Erlangga? Kamu mengancam-ku agar aku bisa membuat hubungan keduanya menyatu tapi sekarang lihat kan? Aku yang lebih pintar darimu dan rencanaku bakal berhasil dengan sangat sempurna karena aku bisa manfaatkan kesempatan ini untuk menghancurkan Bintang, dengan Adanya Tristan yang berpura-pura mencintainya pasti aku sangat bahagia jika suatu saat nanti aku akan melihat Bintang hancur dengan sendirinya karena cintanya telah bertepuk sebelah tangan jadi lihatlah nanti,"batin Sandra dengan senyum sinisnya.


Keduanya yang berjalan kearah Bintang dan Mamanya yang sudah sedari tadi menunggunya. Tatapan Bintang yang terlihat tajam kearah mereka begitu juga sebaliknya.


"Kalian? Kalian habis ngomongin apa kok lama?"tanya Bintang kemudian Sandra menimpali pembicaraannya.


"Lama atau tidak itu kan bukan urusanmu,"balas Sandra dengan tegasnya.


"Ada apa dengan mereka, tatapan keduanya terlihat sangatlah sinis padaku apa mereka telah membicarakan soal aku? Atau mungkin secara diam-diam mereka telah mengatur rencana untuk bisa menjebak ku?"batin Bintang yang tak henti-hentinya menatapnya dengan tatapan sinis, kemudian dibalas dengan Tristan yang ikut menatapnya dengan tatapan sinis juga.

__ADS_1


"Kamu sudah dengan beraninya mengkhianati-ku dengan bersekongkol dengannya, jadi lihatlah apa yang akan aku lakukan nanti,"batinnya yang tak henti-hentinya memberikan tatapan sinis pada Bintang.


Melanjutkan makan malam yang sedari tadi tertunda, beberapa suapan telah mereka lakukan dan hanya tingal beberapa sendok lagi untuk menghabiskannya. Tristan yang berlalu membuka percakapan kembali setelah dirinya mengingat akan ide yang sedari tadi ia pikirkan.


"Oh iya sebelum kita mengakhiri makan malam ini ada sesuatu yang ingin aku katakan sama kamu Sandra dan ini mengenai soal rencana kerja samaku pada perusahaan lain. Jadi aku mau kamu memberikan kita ijin padaku dan pada Bintang untuk pergi keluar kota menyelesaikan masa Meeting dan pertemuan itu jadi gimana kamu gak masalah kan kalau aku hanya mengajaknya?"tanya Tristan beralih tatapan Sandra mau pun Bintang berbalik menatap dirinya dengan tatapan sinis.


"Maksud kamu?"tanya Sandra.


"Iya maksud aku? Aku ingin kamu memberikan kita ijin untuk pergi berdua keluar kota, kamu memang sudah menjadi istri-ku tapi semua orang taunya Istriku adalah Bintang jadi akan ada masalah besar kalau aku sampai mengajak kamu jadi gimana kamu bersedia kan?"ucap Tristan dengan memberikan kedipan matanya kanannya pada Sandra, mengerti apa maksud dari kedipan itu Sandra dengan sigap ia memberikan ijin padanya.


"Iya aku tidak keberatan jika kalian akan pergi berdua. Apalagi ini soal masalah penting jadi gak papa pergilah!"


"Kamu serius gak keberatan atau marah?"tanya Tristan lagi.


"Iya aku sama sekali tidak keberatan kok,"balas Sandra dengan tersenyum.


"Apalagi ini kenapa semudah itu Sandra memberikan ijin pada Tristan tanpa adanya syarat apapun yang ia tunjukkan. Ini sudah jelas jika kali ini Tristan memang benar-benar merencanakan sesuatu baiklah aku ikuti cara kalian ini,"batinnya yang kemudian ia memalingkan pandangannya pada pandangan lain.


"Terus dengan kamu? Apa kamu setuju?"tanya Tristan.


"Jika dia sudah memberikan ijin mau gimana lagi aku setuju dan aku juga bersedia ikut dengan-mu,"balasnya.


SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN EPISODE CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA ( NAMA PENA : SANTI SUKI ) KARYANYA GAK KALAH SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN SAMPAI LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA MASIH



BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2