ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 53 " Keseriusan Bagas " )


__ADS_3

Disisi lain Bintang pun kebingungan karena setelah kehilangan semua aset yang dimilikinya, mau tidak mau dia harus mencari pekerjaan baru agar bisa kembali melanjutkan hidupnya yang penuh dengan keterpurukannya saat ini.


Ditambah lagi dengan kondisi tabungannya yang mulai menipis akibat pengeluarannya secara tiba-tiba ini. Jadi mau gak mau Bintang pun harus membanting setir dan memulai kehidupan barunya dengan semangat hidup yang lebih tinggi lagi.


Berjalan menulusuri anak jalan dengan membawa selembar kertas, rasa bingung mulai menyelimutinya setelah beberapa tempat kerja ia datangi tapi tak ada satu pun orang yang mau menerimanya.


"Kemana aku harus melamar pekerjaan jika hanya mengandalkan ijazah ini aja?"


Pandangan yang melirik kesemua penjuru arah. Tak lama ia melihat salah satu Restoran yang memasang banner dengan mengatakan jika membutuhkan pekerja baru di Restoran ini. Bergegas kakinya mulai memasuki Restoran besar tersebut.


"Maaf apa benar disini membutuhkan pekerja baru? Aku melihat banner yang terpasang didepan, jadi apa benar?"tanya Bintang pada salah satu Pria, pria itu yang beralih menatap Bintang dirinya serasa memikirkan sesuatu atas ucapan yang barusan dikatakannya tadi.


"Maaf! Apa tuan mendengar akan ucapan yang barusan saya katakan?"tanya Bintang lagi.


"Iya yang kamu katakan memang benar, disini lagi membutuhkan satu lowongan lagi jadi persiapkan kamu untuk kerja langsung karena kita sudah tidak bisa menunggu lagi!"


"Secepat itu? Baik tuan, saya akan bersiap-siap sekali lagi terima kasih!"


"Akhirnya aku dapat pekerjaan juga, Jika seperti ini aku kan gak perlu takut dan bingung lagi. Terima kasih Tuhan? Terima kasih karena kamu sudah memberi jalan kepada hamba terima kasih!"


Berlalu ia mulai melakukan tugasnya sebagai pelayan ini Restoran ini mulai dari menyapu, mengepel sampai mengelap meja mau pun kaca yang terlihat akan adanya debu. Teman-teman seangkatan dia yang melihat cara kerja Bintang pun mulai tertarik dan senang akan kerja kerasnya tersebut.


Sedangkan Pria itu yang sedari tadi memperhatikan setiap gerak-gerik yang Bintang lakukan, dirinya mengambil ponsel, merekamnya sekali yang kemudian ia mengirimkan foto itu pada seseorang yang mungkin sangat ia kenal.


"Aku melihat seseorang yang kamu cari beberapa hari yang lalu apa benar dia beneran Wanita yang kamu cari selama ini?" Menekan rekaman audio lalu ia kirimkan kembali pada nomor yang barusan ia kirimkan foto.


Disisi lain, Bagas yang berada di kantor dirinya nampak kesepian, sesekali ia melihat meja dan juga kursi kerja yang biasanya diduduki Bintang setiap menjalankan pekerjaan kesekian harinya.


"Sudah tiga hari kamu memutuskan untuk pergi dan menghindar dari kami tapi kenapa sampai sekarang tidak kunjung kabar dimana keberadaan kamu sekarang? Apa kamu sungguh-sungguh berniat ingin menjauh dari kita selama-lamanya?"


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Suara ketukan pintu terdengar dari kupingnya, mendengarnya ia langsung mengijinkan seseorang itu untuk masuk, setibanya masuk seseorang yang tak lain Andra sendiri dirinya bergegas menghampiri Bagas.


"Andra ada apa? Apa tujuan pertama kamu datang kemari? Apa ada masalah baru?"tanya Bagas.


"Seperti yang tuan inginkan kedatangan ku kesini aku ada kabar baik untuk Tuan. Salah satu temanku tau dimana keberadaan Nyonya bintang, aku sudah mengirimkan lokasinya jadi cepat temui lah dia tuan!"


"Kamu serius?"tanyanya yang merasa tak percaya, mendapatkan anggukan dari Andra, seketika langkahnya pun seketika pergi meninggalkan ruangan ini.


"Kamu dari tadi sibuk melakukan pekerjaan ini, jadi minumlah dulu biar kamu tidak dehidrasi,"ucap salah satu wanita beserta teman wanita dengan memberikan satu gelas air putih padanya.


"Dan ini aku ada roti pas banget nih buat mengganjal perut kamu!" timpal Wanita satu lagi yang memberikan roti itu pada Bintang.


"Terima kasih ya karena kalian udah mau berbaik hati memberikan semua ini padaku," balas Bintang yang merasa tidak enak.


"Oh iya nama kamu siapa? Aku Sella dan ini teman-ku namanya Nurma aku rasa kita bisa bersahabat dekat disini," ucap Sella dengan menjulurkan tangannya pada Bintang.


"Nama-ku Bintang kalian bisa memanggil -ku dengan sebutan Bintang itu saja," balasnya yang ikut membalas sapaan tersebut.


"Ya sudah karena ini masih jam kerja kita lanjut lagi ya kerjanya,"ucap Nurma.


"Jadi disini kamu sekarang memulai pekerjaan kamu baiklah aku akan ikuti cara kamu!"


Ucapan dari seseorang yang sedari tadi nampak terus saja memperhatikannya. Mengenakan pakaian serba hitamnya, berkacamata hitam sekaligus masker hitam yang ia kenakan mampu membuat Bintang yang sedari tadi berada tak jauh dari pandangannya tak merasa curiga akan siapa seseorang itu.


Bagas! Iya laki-laki itulah yang melakukan penyamaran agar seseorang bernama Bintang tak melihat bahkan mengenali langsung siapa seseorang yang menjadi pengunjung di restoran ini.


Mengeluarkan benda pipih dalam sakunya, memencet salah satu nomor yang tertera pada ponselnya, Bagas kemudian mengetik beberapa pesan yang hendak akan ia kirimkan salah satu nomor tersebut.


"Aku ingin kamu belilah restoran ini, berapapun biayanya aku tidak masalah yang aku ingin aku ingin restoran ini jadi milikku paham!"


"Baik Tuan saya akan menjalankan apa perintah tuan!"


"Sekarang kita lihat apa kamu masih bisa menghindar dariku Bintang! Aku pastikan kali ini kamu tidak akan pernah bisa lolos dariku!"


Disisi lain Nurma teman dari Bintang yang mendapatkan bagian untuk mengantar makan pada salah satu pengunjung, ia tak sengaja terjungkal akibat Kaki pengunjung itu yang menghalangi jalannya dengan kesengajaan.

__ADS_1


"Astaga apa yang kau lakukan? Apa kau tidak punya mata sampai-sampai menjatuhkan piring-piring itu?" gertak Wanita itu yang begitu sangat marah ketika melihat beberapa piring yang sudah hancur lebur.


"Maaf mbak saya tahu kalau saya juga salah atas kecerobohan yang barusan saya lakukan ini, tapi walaupun gitu mbak sendiri juga salah karena kalau bukan mbak yang menabrak ku semua piring-piring ini juga gak jadi berantakan dan hancur seperti ini," ucap Nurma yang dengan beraninya dia mencoba melindungi dirinya sendiri.


"Apa maksud kamu tadi?Jadi kamu salahkan aku! Kamu mau bilang kalau semua ini bukan salah kamu, melainkan salah aku sendiri gitu Gila! Hei ... Rakyat jelata apa kamu sadar siapa orang yang sudah kamu lawan ini? Apa kamu tahu siapa aku? Aku ini anak dari pemilik Restoran ini. Dan bisa-bisanya kamu salahkan aku. Apa kamu mau aku pecat sekarang juga!"tegas Wanita itu yang seketika membungkam Nurma.


"Anda ini lancang sekali berkata seperti itu, jelas-jelas teman saya ini tidaklah salah tapi kenapa anda masih bersikeras menantangnya seperti ini?"timpal Bintang yang berusaha melindunginya. Dan mempermalukan balik Wanita dihadapan banyak orang.


"Jika anda tidak tau apa-apa diam-lah! Karena ini urusanku bersama dengan teman anda paham!"tegas Wanita itu terhadap Bintang.


"Iya ini memang bukan urusanku, tapi melihat anda sangat menentang keras bahkan menyalahkan teman saya ini juga sudah termasuk jadi urusanku. Restoran ini terdapat cctv yang terpasang jelas, jadi didalam rekaman itu kita akan tau apa yang sebenarnya terjadi, apa anda sudah siap melihat siapa seseorang yang salah dalam hal ini? Dan kira-kira siapa pelakunya anda ataukah temanku?"ucap Bintang dengan menantang balik.


"Sial! Rencana-ku untuk membodohi mereka telah gagal aku harus segera pergi!"batin Wanita itu terlihat gelagapan melihat rencananya telah gagal dan rasa malu akibat semua pandangan pengunjung mengarah kearahnya.


"Urusan kita belum selesai pejamkan itu!" ucapnya lagi yang tak mau mengambil resiko dirinya pun pergi dari tempat ini.


"Nurma kamu tidak apa-apa kan?"tanya Bintang pada Nurma.


"Iya aku tidak apa-apa kamu kenapa berani sekali memarahinya kalau wanita itu sampai nekat gimana?"panik Nurma.


"Nurma! Kamu jangan pernah takut sama wanita seperti itu, dari gerak-geriknya saja wanita itu sudah menunjukkan jika Wanita itu hanya ingin cari masalah! Dia gunakan kamu karena pada dasarnya dia hanya ingin makan gratis jadi lupakanlah kita lanjutkan kerja sekarang!"


"Baiklah sekali lagi terima kasih ya karena kamu sudah mau membantu teman terbarumu ini?"


"Iya sama-sama ya sudah kita lanjut kerja lagi!"


"Baiklah.


"Ternyata dia selain cantik, dia juga berhati malaikat yang aku bingung kenapa ada orang sebaik dia? Apa dia itu bidadari yang diutus peri untuk melindungi orang-orang yang lagi kesusahan seperti ini, jujur tanpa sengaja kamu sudah membuat hatiku mulai terbuka Bintang,"batinnya dengan tersenyum malu.


"Ternyata sedari dulu kamu tidak pernah berubah, kamu akan kembali menindas balik seseorang yang berusaha menjatuhkan seseorang lemah yang ada di sekitarmu dan inilah yang terjadi sekarang, tapi kenapa dalam situasi ini aku malah mendapatkan sebuah ide yang sangat cemerlang dan aku tau darimana aku harus memulainya?"


Memandang Bintang dari kejauhan sembari Bintang yang kembali menjalankan pekerjaannya sebagai pelayan di Restoran ini. Penyamaran yang ia lakukan akhirnya telah berhasil tanpa membuat rasa curiga pada Bintang dimana dirinya telah diperhatikan seseorang sedari tadi.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2