ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
28 " Akankah Bintang selamat "


__ADS_3

"Dia?" tanya balik Tristan yang beralih menatap kearah Bintang.


"Iya Wanita ini?"tanyanya lagi.


"Tidak, dia bukanlah istriku, masak kamu tidak tau sih Istriku kan sangat cantik dan pastinya sangat glamor seperti yang kamu lihat pada kompetensi pers itu, sedangkan dia? Dia hanya anak pembantuku apa kamu menyukainya?" tanya Tristan beralih menatap Bintang dengan tatapan sinis.


"Astaga aku kira dia istrimu, tapi aku juga menduga jika dugaan-ku tidak benar karena dia dandanannya sangat norak, berbeda dengan Istrimu yang aku lihat pada konferensi pers waktu itu tapi jujur dia lumayan manis dan cantik bahkan mereka aku rasa hampir ada kemiripan tapi ya sudahlah,"balasnya yang tak henti-hentinya memandang kearah Bintang yang nampak tidak suka dipandanginya.


"Apa maksud Tristan mempertemukan aku dengan Pria bajingan ini? Apa dia sungguh-sungguh ingin menjual ku pada pria hidung belang ini?"batin Bintang.


"Dia Wanita yang sangat cantik. Apa kamu sudah memiliki pasangan? Kan aku sendiri masih singel atau bisa dibilang aku belum ada pendamping jadi apa kamu tidak keberatan kalau kita mencoba memulai hubungan malam ini. Kamu kelihatanya wanita yang butuh uang sampai-sampai tubuh kamu cukup kurus seperti ini, bahkan pakaian kamu layaknya seperti seorang pembantu. Dan berapa uang yang kamu inginkan untuk bisa melayani kita. 100 juta ... atau mungkin satu miliyar?" tanya Pria itu dengan lagaknya.


"Hey apa yang sedang kamu pikirkan? Apa diamnya kamu itu berarti kamu mau harga lebih dari itu? Kamu itu sangatlah cantik jadi mau aja melayani kita ya akan?"


"Kalau aku lihat dia laki-laki yang mapan, tapi apa mungkin pernikahan akan bahagia jika hanya atas dasar kekayaan? Tapi aku lihat pria ini tipe pria yang kamu cari jadi untuk apa kamu masih berfikir lagi bukankah pekerjaan seperti ini sudah kamu tekuni sejak lama? Selain menjadi anak pembantu ini kan pekerja kamu sesungguhnya?" timpal Tristan yang seolah-olah mendukung mereka.


"Apa kalian pikir aku adalah wanita ****** yang mau menerima uang haram kamu itu? Tidak! Aku bukanlah wanita kotor yang seperti anda kira. Dan jika anda berfikir aku mau menerima sepeserpun dari kalian maaf aku terlalu suci jika harus menerima uang kotor kalian itu permisi," gertaknya yang selangkah Bintang akan pergi. Akan tetapi dengan sigap Tristan menarik tangannya.

__ADS_1


"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi dari tempat ini?"


"Apa maksud kamu? Apa tujuan kamu membawa-ku kesini hanya karena ingin menjual-ku ke-mereka?"


"Tuan Tristan beberapa tunai uang sudah berhasil aku transfer ke rekening anda. Apa sekarang saya sudah boleh menikmati Wanita yang anda bawa ini untuk semalam saja?" tanya pria itu dengan tatapan bajingan-nya.


"Baiklah aku tidak keberatan. Aku sama sekali tidak perduli dengannya. Terima kasih atas transferannya. Dan ingat kabari aku kalau kamu sudah berhasil menguasainya,"


"Baik Tuan. Ayo ikut aku kamu sudah jadi milik-ku sekarang ayo ikut aku.


******


Dalam sebuah tempat yang dipenuhi dengan sinaran cahaya berwarna- warni, dengan alunan musik disko yang membuat siapapun orang yang mendengarnya pasti akan berjoget dan menunjukkan kemolekan tubuhnya terutama bagi kaum wanita.


Ditambah lagi adanya banyak orang yang sedang duduk bersantai sembari meminum beberapa minuman beralcoh*l yang membuat kesadaran mereka perlahan-lahan mulai buyar.


Dalam ruangan dan tempat yang sama ada seorang laki-laki tampan bertubuh sedikit kekar yang menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya ditempat seperti ini.

__ADS_1


Langkahnya pun seketika terhenti setelah ia tahu kemana mereka akan membawanya pergi.


"Tristan benar-benar sangat kejam kenapa dengan teganya ia berniat menjual-ku pada mereka," batinnya dengan tangisnya yang tak henti-hentinya mengalir.


"Hey kenapa kamu berhenti ayo cepat masuk," bentak si Pria dengan muka geramnya.


"Gak, aku gak mau masuk, ini adalah tempat terkutuk dan aku tidak mau masuk ketempat haram seperti ini, aku tidak mau.


"Hey mau kemana kamu, kamu itu sekarang sudah jadi milik kita jadi jangan harap kalau kamu akan bisa pergi dari sini, karena kita gak akan pernah membiarkan itu sampai terjadi. Dan Pria tadi? Anda jangan berharap jika ia akan menolong-mu karena itu gak akan pernah terjadi jadi cepat ayo jalan sekarang," gertaknya langsung menyeret tubuh Bintang dengan kasar.


"Aku mohon tolong lepaskan aku, aku mohon lepaskan aku, aku janji aku bakal melakukan permintaan kalian apapun asal kalian gak menjual-ku pada laki-laki hidung belang disana aku mohon lepaskan aku!"


"Kamu tenang saja gadis cantik, kita akan bebaskan kamu nanti tapi setelah kamu membuat atasan kita menikmati kepuasan akan tubuhmu."


"Gak aku gak mau, lepaskan aku! Lepaskan aku!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2