
"Ya sudah karena kita sudah sampai kamu tunggulah disini karena aku ingin menyapa teman-teman ku dulu,"ucap Richard.
"Baiklah," ucap Bintang yang kemudian ia pun terduduk disalah satu kursi tamu dan seseorang pun menghampirinya.
"Maaf Nona bisakah anda memakai topeng ini," ucap Wanita itu dengan memberikan satu buah topeng padanya.
"Topeng?"tanya Bintang.
"Iya ini sebagai arti partisipasi menyelenggarakan ini, ini ambilah!"pintanya.
"Baiklah terima kasih,"balas Bintang sembari tangannya memungut topeng tersebut.
"Iya sama-sama ya sudah mari saya tingal dulu."
"Baiklah."
Satu persatu para tamu terlihat sudah mulai berdatangan, terlihat Tristan juga baru saja memasuki gedung lantaran dia sendiri juga mendapatkan undangan tersebut.
"Kemana sih Sandra kenapa dia lama sekali, katanya dia ingin datang dengan menyamar menjadi Adikku untuk datang ke-acara ini apa dia sedang mengerjai ku," gumamnya yang kemudian seseorang pun menghampirinya.
"Tuan pakailah ini,"pinta seorang Wanita yang tadi.
"Topeng. Apa aku harus memakainya juga?"tanya Tristan.
"Iya memang Tuan harus memakainya karena ini salah satu dari partisipasi acara ini, sebentar lagi juga acara dansa akan segera dimulai, jadi Tuan Tristan juga harus mencari pasangan buat Tuan ajak berdansa nanti, tapi kayaknya Tuan tidak perlu cemas Istri Tuan sudah ada disana jadi tuan segera hampiri dia kelihatannya dia sedang mencari Tuan."
__ADS_1
"Iya baiklah aku akan mencarinya nanti,"balasnya yang sedikit bingung dengan perkataan yang barusan diucapkannya.
"Baiklah ya sudah saya tingal dulu."
"Heran, niatku datang kesini hanya untuk menghadiri peresmian ini saja, tapi kenapa aku malah terjebak di pesta dansa ini juga pake acara mencari pasangan lagi! Tapi apa maksud pelayan itu bilang kalau Istriku ada disini apa Bintang juga menghadiri acara peresmian ini? Tapi mana mungkin, mana Sandra belum datang lagi,"gerutunya kemudian ia pun mulai memasang topeng tersebut.
Tristan yang merasa sangat bingung ia pun akhirnya berjalan kearah yang ditujukan pelayanan tadi, memperhatikan setiap Wanita yang berada di pesta ini, agar nanti bisa mengajaknya untuk berdansa dengannya, termasuk mencari Wanita yang ia duga adalah Bintang. Akan tetapi tidak ada satupun Wanita yang menurutnya cocok untuk diajak berdansa dengan dirinya. Dan dia juga tidak menemukan Wanita yang sedang ia cari yaitu Bintang lantaran semua wanita sama-sama mengenakan topengnya.
Hingga akhirnya Tristan pun tertuju pada salah satu Wanita yang bergaun putih dan rambut yang terurai sangatlah cantik, yang tak lain dia adalah Bintang yang sedari tadi telah menunggu kehadiran Richard. Akan tetapi Tristan tidak menyadari jika Wanita cantik itu adalah Bintang lantaran yang sama-sama memakai sebuah topeng.
"Siapa Wanita itu? Dia terlihat cocok jika aku ajak berdansa? Aku juga tidak menemukan Bintang disini jadi kayaknya pelayan tadi hanya berhalusinasi akan lebih baik aku samperin Wanita itu saja ia juga nampaknya tidak punya pasangan untuk ia ajak berdansa?"batinnya yang terus memperhatikannya.
Sedangkan Bintang dia pun merasa kebingungan lantaran sampai sekarang Richard belumlah kembali dari ijinnya tadi yang berkata ingin menemui rekan bisnisnya. Karena ruangan yang sudah penuh dengan para tamu, ditambah lagi beberapa laki-laki yang mulai menggodanya dengan lirikan matanya ia pun memutuskan untuk berdiri dan berniat akan pergi tapi karena tidak sengaja terdorong oleh salah satu orang Bintang hampir saja terjatuh. Karena Tristan yang dari tadi memperhatikannya dan melihat jika wanita itu akan terjatuh, ia pun langsung sigap menangkap tubuh Bintang yang hampir saja terjatuh.
Karena tangkapan yang dengan tepat berada dipelukan Tristan membuat keduanya pun melamun dengan kedua tatapan mata yang sama-sama fokus menatap satu sama lain. Dekapan Tristan yang tidak sengaja ia lakukan pada Bintang akhirnya membuatnya tersadar.
"Saya baik-baik saja..bisakah kamu menurunkan ku?" balasnya yang terlihat merasa tidak enak.
"Baiklah!" balasnya yang kemudian ia pun menurunkannya.
"Suara itu? Itu bukannya suaranya Tristan atau aku hanya salah mengartikannya," batinnya yang kemudian salah seorang pun datang dan memberitahunya.
"Maaf Tuan Tristan sebentar lagi acara dansa sudah akan dimulai. Apa Tuan sudah menemukan seseorang yang ingin Tuan ajak berdansa?" tanya Andra yang kemudian menghampirinya.
"Tuan Tristan, jadi benar kalau dia adalah Tristan? Dia tidak boleh tau kalau ini aku ini Bintang jadi aku harus segera pergi," batinnya yang hendak akan pergi dan menghindarinya. Akan tetapi Tristan yang terlebih dulu menyadarinya ia dengan sigap menarik tangan Bintang.
__ADS_1
"Maaf Tuan lepaskan saya, saya harus pergi?"ucap Bintang.
"Ada apa dengan anda? Kenapa anda terburu-buru oh iya sekalian aku hanya ingin katakan maukah kamu berdansa denganku?" tanya Tristan dengan menatap penuh wanita yang berada dihadapannya , sedangkan Bintang ia bingung mau mengatakan apa.
"Berdansa? Baiklah," balasnya yang merasa bingung.
"Astaga ada apa denganmu ini Bintang, kenapa kamu malah mengiyakan permintaannya kamu kan sudah tahu siapa laki-laki ini, kenapa kamu malah memberikannya kesempatan untuk memelukmu seperti ini?" batinnya yang merasa sangat bingung.
Akhirnya mereka pun berdansa bersama, Dengan alunan musik yang membuat suasana jadi tenang dan romantis..merasa pun canggung karena laki-laki yang ada dihadapannya itu terus menerus menatap dirinya dengan tatapan khusus.
"Aku tahu kalau ini kamu Bintang tapi entah kenapa aku malah berpura-pura seolah-olah kita tidaklah saling mengenal?"batin Tristan yang terus-menerus memperhatikannya.
"Aku rasa Tristan tidaklah sadar dengan siapa Wanita yang ia ajak berdansa saat ini? Jadi akan lebih baik aku pergi saja sebelum ia sadar siapa aku sebenarnya," batinnya yang kemudian ia berniat melepaskan genggaman tangan Tristan.
"Maaf aku harus pergi," ucapnya yang hendak akan pergi, tapi karena terkejut dengan ucapannya barusan. Tristan pun tanpa sengaja telah menarik tangan Wanita itu yang pada saat itu hendak inggin pergi. Karena terkejut dengan tarikan itu, Bintang pun langsung jatuh kepelukan Tristan.
Tak sengaja berpapasan dengan jarak yang sangat dekat membuat Bintang tidak bisa menghindarinya yang akhirnya tanpa sengaja ia pun malah menciumnya.
"Astaga apa yang aku lakukan, kenapa aku malah menciumnya," batinnya yang tanpa berkata mau pun mengucapkan sesuatu ia bergegas langsung pergi dari hadapan Tristan. Tristan yang tadinya terdiam tak berkutik kini dalam hitungan menit pandangannya pun menjadi bingung setelah terjadinya ciuman yang datang tanpa tak terduga barusan.
Hatinya yang merasa tergugah akibat Bintang yang memutuskan pergi meninggalkannya. Tanpa berfikir yang kedua kalinya, ia pun berlari mengejar langkah Bintang yang mulai menjauhinya.
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN DARI CERITA BINTANG DAN TRISTAN. MAMPIR DULU DI- KARYA PUNYA KAKAK DENGAN NAMA PENA : Ramanda , DENGAN JUDUL "JAMUR, Janda Muda Dibawah Umur " DIJAMIN CERITANYA BAKAL NAGIH DAN SANGAT COCOK UNTUK WAKTU LUANG KALIAN TERIMA KASIH 🥰🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.