ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
123 " Jangan nekat "


__ADS_3

Setiap manusia berhak untuk memilih dan sekarang aku memilih untuk melepaskan mu. Karena luka yang sudah terlanjur tertanam dalam hatiku nyatanya sudah semakin parah dan tidak bisa lagi untuk bisa disembuhkan. Rasa sakit dan kekecewaan yang kamu berikan kepadaku nyatanya akan sangat sulit untuk bisa disembuhkan," batinnya yang kemudian Richard pun menghampirinya.


"Apa kamu marah kepadaku dan percaya dengan semua perkataan yang diucapkan oleh suamimu itu?" tanya Richard yang kemudian pandangan mereka sama-sama menatap kearah satu sama lain.


"Aku tidak tahu diantara kalian aku harus memilih siapa sekaligus percaya dengan siapa, tapi yang jelas entah kenapa aku lebih percaya sama kamu karena aku tahu betul sifat aslinya dia seperti apa. Sedangkan orang yang dasarnya memiliki sifat bajingan tidak semudah itu baginya untuk bisa cepat itu berubah jadi aku rasa dia hanyalah berpura-pura."


"Baiklah, syukurlah kalau kamu masih percaya padaku Bintang.


"Ya sudah Tuan kalau gitu saya permisi dulu, saya harus mengantarkan berkas ini pada karyawan yang lain."


"Baiklah."


"Bintang... Bintang ternyata semudah itu aku bisa membohongimu. Bahkan laki-laki yang sekarang masih Syah menjadi Suamimu pun sangat sulit untuk kamu percayai?"batin Richard dengan senyum sinisnya.


"Richard, Tristan kelihatannya tidak akan tingal diam untuk membuktikan siapa jati diri kamu yang sebenarnya jadi apa kamu tidak akan melakukan tindakan untuk masalah ini. Atau bisa dibilang kamu tidak akan cari cara untuk membungkamnya?"ucap seseorang tadi.


"Jika aku bertindak sekarang Bintang akan curiga akan siapa aku? Kelihatannya Tristan juga tidak punya bukti jika aku ini memang benar-benar Erlangga jadi sudahlah jangan cemaskan soal ini,"timpal Richard.


"Baiklah kalau ini sudah jadi keputusan kamu,"ucap seseorang yang tadi.


_______________________


"Tuan gimana apa semuanya berjalan dengan lancar? Apa tuan berhasil mendapatkan apa yang Tuan inginkan?"


"Aku perlahan-lahan sudah mulai percaya jika Pria bernama Richard itu memang aslinya adalah Erlangga, mendengar sendiri Pria tadi mengatakan jika Richard hanya berpura-pura menjadi atasan di-perusahaan itu bukankah itu semua sudah membuktikan siapa dia sebenarnya tapi sayangnya aku tidak punya bukti jelas untuk membuktikan pada Bintang siapa sebenarnya Richard?"


"Terus gimana dengan nyonya Bintang apa dia mempercayai Tuan?"

__ADS_1


"Sudahlah jangan bahas masalah itu lagi, mungkin apa yang pernah aku lakukan kepadanya sudah sangat menyakiti hatinya bahkan bisa dibilang mungkin sudah tidak ada lagi pintu maaf yang akan ia berikan kepadaku jadi lupakanlah!"


"Baiklah!"


"Cepat kamu jalankan mobil ini sekarang!"


"Baik Tuan!"


"Oh iya Tuan selain masalah itu kayaknya tuan harus menemui Nyonya Sandra agar dia tidak curiga dengan Tuan. Kemaren nyonya bertanya padaku apa Tuan masih bertugas di luar kota dan saya membohongi dengan berkata masih, jadi kayaknya agar dia tidak curiga jika Tuan sudah mengetahui sifat buruknya tuan harus menemuinya?"


"Baiklah nanti aku akan pulang lagian kemaren aku membohonginya karena aku tidak mungkin membiarkan Sandra mengetahui jika sejujurnya aku tidak pernah marah pada Bintang jadi masalah ini sudah bisa teratasi."


"Baik Tuan.


_______________________


"Sampai kapan aku akan terus bersandiwara seperti ini yang seolah-olah aku laki-laki bodoh yang tidak tau apa isi dari pikiran kamu saat ini. Aku memang terlihat bodoh yang membiarkan seorang pembunuh berkeliaran seperti-mu tapi ini tidak akan bersifat lama, jika aku mendapatkan semua buktinya maka kamu akan tau seperti apa sifat asliku ini?"batinnya yang terus saja menatap tajam Wanita dihadapannya.


"Sayang kamu sudah makan? Aku sudah memasak masakan untuk-mu jadi kita makan ya?"ajak Sandra dengan mengandeng tangan Tristan.


"Aku belum lapar jika anti aku lapar aku akan makan, oh iya apa aku boleh pegang perut kamu? Dua hari aku pergi aku jadi kangen ingin mengelus calon anak kita nanti boleh ya?"


"Perut tapi untuk apa?"


"Kok untuk apa bukankah setiap Istri yang lagi mengandung akan sangat senang jika Suaminya memegang dan memberikan perhatiannya kamu kenapa? Apa kamu tidak suka aku melakukannya?"


"Bukan gitu Tristan perutku agar merasa tidak enak jadi kapan-kapan aja ya?"

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu tidak suka aku masuk dulu aku ingin merapikan diri dulu setelah itu mandi!"ucapnya segera ia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar.


"Baiklah!"


"Ingat Sandra kamu harus tetap waspada dan jangan lupa lengah apalagi keceplosan jika selama ini kamulah orang yang sudah membunuh Mama, termasuk berpura-pura hamil dihadapannya kamu harus tetap waspada, apalagi tau jika di-rumah ini ada rekaman CCTV tersembunyi kamu harus selalu berhati-hati akan gerak-gerik kamu,"batin Sandra dengan tatapan cemasnya.


FLASH BACK.


"Ternyata agak melelahkan juga ya tingal di-rumah sebesar ini hanya ada dua orang, jika dulu masih ada Mama yang menemaniku tapi sayangnya sekarang Mama sudah tiada dan otomatis rumah sebesar ini akan jadi milikmu Sandra jadi gimana kamu sudah puas belum?"


"Tapi enaknya nyemil sambil nonton tv itu sangat menyenangkan bukan?"


Mengambil remote tivi yang ada atas meja, dirinya yang terlalu gugup membuat remote yang berhasil ada digenggaman-nya terjatuh tepat di disamping meja, pandangannya yang tadinya mengarah pada remote tersebut, tak lama pandangannya teralihkan pada suatu benda kecil hitam yang menonjolkan akan pandangannya pada benda tersebut.


Tangannya kemudian ia arahkan pada benda itu, mengambilnya dan melihat secara teliti secara jelas akan benda apa yang ada ditangannya saat ini.


Setelah membolak-balikkan benda kecil tersebut, dirinya melihat tulisan ( HADELINE HD ) yang terpampang secara jelas tau akan apa benda yang ia pegang saat ini wajah terkejutnya tak bisa ia hindari lagi. Bahkan wajah memerah telah menunjukkan tanda jika ketakutannya semakin menjadi akan benda apa yang barusan ia temukan.


"Ini ... Ini sejak kapan disini ada kamera CCTV tersembunyi seperti ini apa Tristan sengaja memasangnya? Tunggu! Jika selama ini ada cctv maka itu artinya Tristan tau dong semua rahasiaku termasuk kata-kata yang selama ini aku ucapkan tapi kenapa dia masih bersikap biasa tidak ada amarah atau pun ada kecurigaan yang aku rasakan selama ini?"


Bintang? Iya, apa dia orang yang sudah memasang rekaman CCTV ini untuk dia jadikan sebagai umpan balas dendamku lantaran dirinya yang terusir dari rumah ini? Tidak itu tidak bisa dibiarkan sebelum Bintang memberitahunya aku harus terlebih dulu membungkamnya karena dengan cara ini rencana-ku akan berhasil ia hanya dengan cara ini!"


SEMBARI MENUNGGU KELANJUTAN DARI CERITA BINTANG DAN JUGA TRISTAN BERLANJUT, MAMPIR DULU DIJUDUL " My Love From The Blue Sea " DENGAN NAMA PENA " Kiss ". CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT PAS UNTUK WAKTU LUANG TEMAN-TEMAN SEMUA, DAN INGAT JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰🥰🥰



BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2