ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
124 " Di bodoh'i "


__ADS_3

Sibuk didepan laptop sembari memeriksa beberapa laporan kerja, seseorang datang yang tak lain ialah Andra yang membawa beberapa laporan kerja menghampiri Tristan di-kursi kuasanya.


"Ini tuan saya sudah mengumpulkan beberapa laporan kerja, oh iya sekalian saya juga mau mengatakan jika saya sudah menjalankan misi akan rencana tuan untuk berhasil menjebak Richard dalam pertemuan nanti."


"Terus gimana apa Richard setuju jika hari ini pertemuan akan kita selenggarakan lebih awal seperti rencana-ku pada awalnya?"


"Seperti yang Tuan inginkan, dia tidak tau jika seseorang yang akan ditemui adalah Tuan, jadi dirinya bersedia bertemu dengan tuan nanti siang."


"Syukurlah kalau gitu, beritahu dia lagi jika pukul 13:00 nanti saya akan menemuinya di Restoran Permata Resto."


"Baik Tuan saya akan mengirimkan alamat itu permisi!"


"Baiklah!"


"Tidak membutuhkan waktu lama aku akan tau siapa sebenarnya kamu Richard? Dan akan aku buktikan jika dugaan-ku ini memang sangatlah benar jadi kita tunjukkan kehebatan kita nanti,"ucapnya dengan senyum licik yang ia tunjukkan.


Berbeda tempat dengan Tristan yang merasa puas akan rencananya yang tingal menghitung waktu, disisi lain Richard yang berada di Perusahaan, dirinya yang duduk disalah kursi dengan senyuman yang terukir jelas dari raut wajah tampannya.


Dirinya nampak puas, setelah melihat rencana yang sudah ia susun matang-matang tingal menghitung waktu saja ia akan berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan, termasuk mendapatkan Bintang dan merebutnya dari genggaman Tristan.


"Rencana sesuai yang aku inginkan dan dengan bodohnya Bintang percaya akan diriku ketimbang harus percaya dengan Suaminya sendiri jadi sekarang yang harus aku pikirkan gimana caranya aku mengatur rencana agar Bintang jadi milikku seutuhnya?"


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Beberapa suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan, mendengar akan balasan dari dalam seseorang yang tak lain adalah Bintang dirinya segera masuk menghampiri Laki-laki yang berdiri tegak memandang luar jendela.


"Bintang ada apa?"tanya Richard.


"Ini tuan saya hanya ingin memberitahukan bahwa tuan Kim Hae Jhun sudah memutuskan jika beliau akan menemui Tuan nanti siang, beliau sekarang sudah sampai di Jakarta jadi sekiranya pukul 13:00 nanti beliau ingin menemui tuan secara langsung jadi gimana apa Tuan Richard bersedia?"


"Baiklah Bintang beritahu asistennya saya bersedia untuk menemuinya nanti,"balas Richard.


"Baiklah Tuan saya akan memberitahunya, oh iya selain itu ada sesuatu yang ingin saya tanyakan pada Tuan?"ucap Bintang beralih pandangan Richard beralih menatapnya.


"Bukan Tuan, harusnya saya yang bertanya seperti itu apa tuan ada masalah saya perhatian tuan tidak seperti biasanya tuan kelihatan agak cemas apa sesuatu telah terjadi pada Tuan?"


"Tidak! Maksud saya, saya baik-baik saja mungkin hanya perasaan kamu saja ya sudah aku ada urusan sebentar jadi sekitar pukul 13:00 nanti saya akan memberitahumu untuk pertemuan itu,"ucapnya.


"Baik Tuan,"balas Bintang.


"Ya sudah saya pergi dulu?"


"Baik Tuan.

__ADS_1


________________________


"Richard ada apa? Apa yang membuatmu jadi menghampiriku apa kamu ada masalah?"


"Kedatanganku kesini aku hanya ingin meminta pendapat darimu, hari ini seseorang yang ingin bekerjasama dengan Perusahaan kamu telah tiba di Jakarta jadi pertanyaan-ku apa kamu serius menyuruhku sendiri untuk menanganinya?"


"Richard jika aku yang datang dan menemui seseorang itu langsung maka masalahnya yang akan tambah semakin berbelit? Belum lagi jika aku yang datang maka orang-orang akan tau siapa diriku termasuk dengan Bintang jadi gimana apa kamu mau?"


"Alangkah baiknya kamu saja yang datang dan soal berbahasa Korea itu bisa diurus, aku rasa beliau atau pun asistennya pasti bisa berbahasa kita jadi kamu tenang saja jangan cemaskan soal ini."


"Baiklah kalau itu sudah jadi keputusan kamu,"ucap Richard yang terlihat masih cemas.


______________________


Gumpalan awan biru terlihat mendukung akan niat mereka pada siang hari ini, bahkan kecerahan awan tanpa berselimut awan hitam telah menyelimuti langit yang sangat cerah ini.


Seseorang baru saja keluar dari dalam mobil hitamnya, seseorang Wanita berdampingan dengan seorang laki-laki terlihat telah menginjakkan kakinya diatas tanah depan restoran pada siang yang cukup cerah pada hari ini.


"Apa Tuan sudah siap? Aku rasa tuan sedikit gugup jadi tenang-lah!"


"Iya terima kasih Bintang aku memang agak gugup tapi aku sudah biasa berada diposisi ini ya sudah kita lanjut jalan lagi,"timpalnya.


"Baik Tuan,"balas Bintang berlalu keduanya mulai menginjakkan kakinya masuk kedalam restoran tersebut.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2