ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 2 " Menyelesaikan permasalahan " )


__ADS_3

Berjalan menelusuri anak jalan, Pandangannya dikejutkan dengan adanya dua Wanita yang memuji akan pakaian yang dikenakan salah satu dari temannya.


"Dres kamu ini sangat bagus dimana kamu membelinya apa kamu membelinya di online shop?"tanya Wanita berambut memerah.


"Tidak, aku tidak beli di online shop aku hanya beli di butik Merpati Tristiano Shopping tapi ya gitu harganya sangatlah mahal disana, jujur jika aku disuruh memilih aku ingin sekali menjadikan butik itu sebagai langganan ku karena disana banyak model-model baru, tapi setelah tahu berapa harga berkisaran perpakaian, aku jadi engan untuk kembali lagi kesana,"timpal Wanita berambut pendek yang terlihat agak kecewa.


"Memangnya disana sangatlah mahal?"


"Iya disana harganya mahal-mahal semua makanya aku tidak pernah kesana lagi,"balasnya lagi.


"Tunggu Merpati Tristiano Shopping? Itu kan butik yang aku jalankan kenapa harganya jadi semahal itu ? Aku gak salah dengar kan sekarang ini?"batinnya merasa penasaran, berlalu ia segera pergi menuju ketempat yang sedari awal ingin dia kunjungi.


Merasa ada yang aneh dengan cara kerja di-butik milik Almarhum Tristan. Ia berpura-pura menjadi seorang gadis sederhana, sekaligus merubah penampilannya secara total layaknya seorang cupu yang berpura-pura mau belanja di butik tersebut.


Sesampainya ia dibuat terkejut melihat seorang wanita yang bersikap kasar padanya lantaran melihat Bintang yang memegang pakaian yang pada bergantung rapi.


"Anda lagi cari apa? Apa anda lagi mencari pakaian yang cocok untuk anda kenakan?"ucapnya dengan tatapannya yang seolah-olah menyepelekannya.


"Maaf anda siapa? Saya tahu saya hanyalah orang miskin tapi apa salah jika saya ingin membeli pakaian bagus disini,"ucap Bintang dengan berpura-pura.


"Saya ini orang kepercayaan nyonya Bintang pemilik dari butik ini sendiri. Dan setelah pemilik dari butik ini yang tidak bisa diganggu karena kesibukan beliau menugaskan saya sebagai orang kepercayaannya. Dan anda? Anda hanyalah orang miskin apa anda mampu membeli pakaian mahal disini? Bahkan pakaian yang kamu kenakan saat ini sangatlah dekil dan terlihat sangatlah murah jadi sebelum anda menginjakkan anda ketempat ini anda harus sadar siapa anda apa anda paham dengan ucapan saya ini?"


Mendengar perkataan yang terlihat sangat mudah diucapkan wanita ini padanya. Bintang hanya membalasnya dengan senyuman yang ia buat-buat.


"Anda ini sebenarnya anak orang kaya atau memang orang miskin yang hanya berpura-pura kaya dihadapan banyak orang untuk mendapat simpati dari semua orang?"


"Maksud-mu?"


"Anda hanyalah orang kepercayaan disini. Sedangkan diatas kepercayaan anda masih ada orang lebih penting yaitu nyonya pemilik dari butik ini sendiri apa anda tidak takut jika Nyonya Bintang yang akan maksud itu akan tahu cara dan sifat anda memperlakukan para pengunjung sekaligus pekerja di butik ini?"

__ADS_1


"Memang aku hanyalah orang kepercayaan tapi aku rasa tidak akan ada orang yang mampu menegur-ku termasuk Nyonya besar itu. Karena apa? Karena nyonya besar masih sangatlah sibuk dengan urusannya yang lain jadi pastinya sekarang tidak ada orang yang nyonya besar percayai lagi untuk memegang kendali butik ini. Karena akulah orang salah satunya yang ia percayai dan ia anggap sudah seperti saudara kandungnya sendiri apa anda mengerti! Jadi cepat pergilah!"


Berlalu pergi dan mendorong Bintang hinga terjatuh bersimpuh dilantai, semua orang pun menatapnya dengan tatapan kasihan. Akan tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang berani untuk menolongnya. Hingga tak lama seseorang datang dan membantu Bintang untuk berdiri.


"Astaga apa Nyonya tidak apa-apa? Apa Nyonya terluka? Dan siapa orang yang berani mendorong nyonya seperti ini katakan?"ucap seseorang yang tak lain adalah Andra sendiri.


"Tidak apa-apa. Saya baik-baik saja kok.


"Tapi Nyonya?"


"Sudahlah saya gak apa-apa, saya baik-baik saja!"


"N .. Nyonya maksud anda?" tanya balik wanita tadi dengan wajah terkejutnya.


"Apa kamu tidak tahu dia adalah Nyonya Bintang kalian . Sekaligus dia adalah ahli waris yang sudah memegang butik ini . Dan lancang sekali anda bersikap seperti ini padanya?"


"Iya nyonya?"ucapnya yang langsung menghampirinya.


"Iya Nyonya ada apa?"


"Cepat usir wanita ini dari butik ini. Dan saya peringatkan jangan pernah mengijinkan dia untuk menginjakkan lagi kakinya diatas butik ini apa kamu mengerti?"


"Iya saya mengerti!"


"Baguslah cepat usir dia!"


"Baik Nyonya ayo cepat pergi ayo pergi!"


"Tidak. Aku tidak mau pergi lepaskan aku! lepaskan aku! Maafkan aku Nyonya maafkan aku!"

__ADS_1


"Sudah Andra cepat bawa dia pergi!"perintahnya dengan tegas.


Menyeret paksa wanita tadi yang berencana ingin memberontak, Andra dengan sudah payah membawanya keluar dari ruangan ini. Teriakkan beberapa kali ia lontarkan tapi tak terlihat akan Bintang yang memberikan kesempatan keduanya.


"Maaf siapa disini yang jadi bagian kasirnya?" tanya Bintang pada salah satu pekerja Wanita.


"Saya Nyonya,"balasnya yang langsung menghadap ke Bintang.


"Boleh tunjukkan nota harga pakaian disini?"


"Baik Nyonya ini?"ucapnya dengan memberikan satu buku tebal padanya.


Satu persatu Bintang melihat dan memperhatikan dengan jelas harga yang disarankan di-butik ini. Wajah terkejutnya tidak bisa ia sembunyikan lagi setelah ia tahu berapa harga paling murah disini.


"Gila apa dia sudah gila mengatur harga semahal ini?"


"Maafkan kami Nyonya, kamu hanya menjalankan perintah dari Wanita tadi, maafkan kami?"ucapnya yang hanya mampu menundukkan kepalanya.


"Kalian tidak salah, tapi Wanita itulah yang salah. Baiklah aku minta untuk satu hari ini butik ini kita tutup dulu," perintah Bintang.


"Tapi untuk apa Nyonya?"tanyanya dengan wajah herannya.


"Karena aku ingin menurunkan semua harga pakaian disini. Jika harga pakai yang paling murah disini hanya berkisar antara 700 ribu sampai 1 juta gimana pendapat orang-orang. Apalagi saya tahu betul bahan-bahan ini tidaklah bahan yang terbilang sangat mahal dan cocok dengan harga disini. Apalagi melihat orang yang kurang mampu pastinya mereka akan sangat bersedih melihat harga disini yang harganya melampuai batasnya,"ucapnya.


"Baik Nyonya kami akan menjalankan perintah nyonya.


"Baiklah!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2