
Melihat perdebatan seseorang membahas penyakit kanker otak, Seseorang tiba-tiba datang dan menyangkal pembicaraan keduanya.
"Maaf Dok saya menyangkal pembicaraan kalian dulu, saya bukan bermaksud untuk menggurui, tapi saya tadi sempat mendengar kalian memperdebatkan soal penyakit kanker otak, perkenalkan saya asli Dokter Herwanto dari beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan info yang katanya ada terdapat semacam jenis tumbuhan sarang semut yang mampu menangkal kanker mau pun tumor. Bahkan jenis sarang semut ini sangatlah berbeda dengan sarang semut pada umumnya.
Dalam sebuah penelitian pada Potential of Sarang Semut (Myrmecodia spp) as Medicinal Plants oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), tumbuhan ini bisa berperan sebagai antikanker.
Myrmecodia merupakan salah satu tumbuhan obat epifit dan berpotensi sebagai antioksidan. Tanaman ini juga dianggap membantu penyembuhan Kanker
jenis ini hanya tumbuh di hutan-hutan Papua bahkan khasiatnya tidak bisa diragukan lagi yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dan masih banyak lagi yang mengatakan jika sarang ini sudah banyak digunakan warga pedalaman Papua sana untuk memperlambat penjalaran semacam penyakit misalnya kanker otak yang pasien derita saat ini.
"Maaf apa Dokter bisa memperlihatkan seperti apa macam dari tumbuhan sarang semut ini?"
"Oh iya Dok apa Dokter tau bagaimana cara dari penggunaan tumbuhan herbal ini apa kita perlu menghancurkan atau merebusnya dengan cara dipotong?"
"Caranya sangat gampang kalian Potong kecil-kecil dengan tangan, dan masukkan ke dalam blender untuk dihaluskan.
Sediakan panci yang terbuat dari tanah liat atau keramik, yang dilapisi email, atau yang dari gelas tahan panas.
Kemudian masukkan air 2 gelas ke dalamnya. Dan masukkan tumbuhan sarang Semut yang telah dihaluskan 1 sendok makan.
Dengan api kecil rebus hingga mendidih, sambil diaduk sesekali selama 15 menit atau hingga airnya berkurang tinggal 1 gelas saja.
"Baiklah Dokter terima kasih atas bantuan dan infonya terima kasih,"ucap Tristan dengan menundukkan kepalanya.
"Ya sudah saya pergi dulu!"
"Baik Dok sekali lagi terima kasih atas jawabannya terima kasih,"ucap Tristan yang tak henti-hentinya mengatakan terima kasih pada Dokter.
"Terima kasih Tuhan, terima kasih karena engkau telah memberikan cela untuk permasalahan ini terima kasih,"ucapnya yang kemudian Tristan mengeluarkan ponsel dalam sakunya, lantas ia pun menekan salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya.
__ADS_1
"Iya tuan ada apa?"
"Andra bisakah kamu mencarikan aku tumbuhan sarang semut? Untuk lebih jelas bentuknya seperti apa aku akan mengirimkan gambarnya padamu jadi usahakan kamu menemukan tumbuhan itu secepat mungkin, jadi paham kan kamu akan permintaan-ku?"
"Tumbuhan sarang semut? Tuan mau gunakan untuk apa?"timpal Andra.
"Soal itu aku belum bisa menjelaskannya, aku mau nanti sore kamu harus bisa menemukannya jadi paham kan!"
"Baik tuan segera mungkin aku akan menemukannya, setelah aku menemukannya apa yang harus aku lakukan untuk langkah selanjutnya?"
"Jika kamu sudah menemukannya, kamu rebus sarang itu terlebih dulu cara dan resepnya aku akan mengirimkannya padamu jadi sudahlah jangan banyak bertanya kita sudah tidak ada banyak waktu soalnya."
"Baik tuan aku akan segera mencarinya, jika nanti sudah dapat aku akan lihat pesan yang tuan berikan,"ucap Andra.
"Baiklah kabari aku kalau kamu sudah menemukannya."
"Baik Tuan."
Terlihat Pria itu masih setia mendampingi wanita yang sangat dicintainya itu tanpa ada rasa bosan atau pun gejolak yang menganggu akan niat dirinya untuk tetap mendampingi Wanita yang dicintainya tersebut.
Mata hitam nan pekat itu mulai perlahan terbuka, mata indahnya mulai melirik ke segala penjuru arah. Langkahnya yang tadinya berhenti kini ia pun mulai bangkit dan bergegas ia melangkahkan kakinya memasuki ruangan Bintang.
Terbaring dalam keadaan tidak berdaya dalam keadaan tidak sadarkan diri itulah yang dilakukan Bintang saat ini, perlahan-lahan Tristan mulai menghampirinya menggenggam dengan erat tangan mungil sekaligus memberikan kecupan pada Kening wanita yang dicintainya Tristan akhirnya meneteskan air matanya.
"Maafkan aku Bintang. Maafkan aku karena aku belum bisa menjadi Suami yang taat dan setia sama kamu selama ini. Maafkan aku karena aku telah membuatmu merasakan pahitnya penderitaan ini. Aku janji ini adalah terakhir kalinya kamu merasakan penderitaan ini karena sekarang aku gak akan pernah melepaskan mu yang kedua kalinya. Jika selama ini aku sudah membuat keseharian mu dipenuhi dengan rasa kekecewaan dan pahitnya kehidupan mulai sekarang aku akan mengubah semua ini aku akan mengubah hidupku merasakan gimana rasanya hidup bahagia aku janji.
Kemudian seseorang pun datang.
"Maaf Tuan saya baru datang, gimana keadaan Nyonya apa dia sudah pulih?" tanya seseorang itu yang tak lain adalah asistennya.
__ADS_1
"Seperti yang anda lihat dia hanya terdiam seperti ini, oh iya apa kamu sudah membawa apa yang aku perintahkan tadi?"
"Iya tuan, seperti yang tuan minta tadi aku sudah membawanya ini,"ucapnya dengan memberikan satu botol air sedikit berwarna kecoklatan.
"Sebenarnya apa maksud tuan menyuruhku untuk menemukan sarang semut ini? Jujur untuk mencari tumbuhan ini sedikit susah. Dan juga aku baru tau jika tumbuhan ini sangat bermanfaat bagi seseorang yang sedang mengidap kanker contohnya seperti kanker otak,"timpal Andra.
"Yang kamu katakan memang sangat besar An, aku sengaja menyuruhmu untuk mencari tumbuhan ini karena aku dengar dari dokter tadi yang menyarankan-ku untuk memberikan tumbuhan ini pada Bintang, setidaknya berhasil atau tidaknya kita sudah berusaha yang terbaik untuk Bintang jadi sekali lagi terima kasih! Terima kasih,"ucapnya yang diselimuti wajah bahagianya.
"Oh iya soal berkas yang saya suruh tadi?"
"Iya Tuan saya sudah membawanya. Ada apa Tuan dan apa yang ingin Tuan lakukan pada berkas-berkas ini dan mengenai tanah yang rencananya ingin Tuan bangun sebuah paviliun atau restoran kenapa Tuan tiba-tiba menghentikannya apa ada masalah dengan tanah tersebut atau saya perlu membawa pengacara untuk membantu menyelesaikan masalah ini.
"Tidak, tidak perlu memang awalnya aku ingin membangun restoran disana tapi setelah saya perhatikan dan teliti lokasi tersebut. Ternyata Desa itu sangatlah jauh dari tempat ibadah bahkan banyak anak jalanan yang terlantar disana jadi akhirnya aku berubah pikiran inggin membangun sebuah masjid sekaligus panti asuhan disana karena itu lebih berarti dan pastinya ini sangat membantu mereka jadi kamu bersedia kan mengabulkan permintaan saya ini.
"Tapi Tuan. Apa Tuan serius dengan niat baik Tuan ini, Tuan gak lagi bergurau kan? ini beneran Tuan kan?"
"Andra ada apa denganmu ini, kenapa kamu malah menatapku dengan tatapan seperti itu, ya jelas apa yang aku katakan beneran nyata apa adanya. Dan orang yang kamu lihat ini beneran Tuan kamu Tuan Tristan apa wajahku terlihat beda sekarang?"
"Bukan gitu Tuan, tapi saya masih tidak percaya dengan tindakan yang ingin Tuan lakukan sekarang. Karena saya tahu Tuan ini orangnya sedikit arogan dan tidak perduli dengan orang lain tapi kenapa sekarang Tuan jadi berubah drastis seperti ini jadi inilah yang membuat saya heran dan tidak mempercayainya.
"Di dunia ini kita hanya menumpang. Dan pada dasarnya rumah kita yang sebenarnya bukanlah tanah yang sangat luas mau pun sangat mewah. Akan tetapi liang lahat lah tempat asli dimana kita akan akan kita tingal. Sedangkan semua kekayaan yang aku miliki bagiku itu hanyalah titipan dari Tuhan jadi, jika Tuhan sudah murka dan ingin mengambilnya kembali dalam satu kedipan saja semua kekayaan itu akan lenyap tanpa tersisa jadi apa gunanya membanggakan dan memamerkan kekayaan yang aslinya bukanlah milik kita.
"Iya yang Tuan katakan memang benar. Kita hidup memang hanya menumpang dan dunia sudahlah tua jadi kini saatnya kita untuk menata hidup kita yang lebih baik lagi , terima kasih Tuan terima kasih karena Tuan sudah menyadarkan apa arti kehidupan yang sesungguhnya terima kasih.
"Iya sama-sama.
"Ya sudah Tuan saya pamit pergi dulu. Karena saya ingin mengatur rencana pembangunan ini.
"Baiklah berhati-hatilah.
__ADS_1
"Baik Tuan.
BERSAMBUNG