ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
104 " Pesta 1 "


__ADS_3

"Malam ini Tuan Richard mengajakku pergi ke acara itu, tapi permasalahannya aku lupa kalau aku tidak punya baju mewah untuk aku kenakan dalam acara itu selain gaun yang kemaren, jika aku memakainya yang ada akan ada masalah baru terus sekarang aku harus pakai pakaian apa? Aku hanya punya pakaian ini apa Tuan Richard tidak akan malu melihat penampilanku yang kampungan seperti ini nanti? Sudahlah Tuan dia kan orang baik jadi pastinya dia akan tahu dan paham akan kondisiku," gumamnya yang kemudian ia segera bersiap-siap dan mengambil pakaian yang telah ia pilih tadi.


Dan tidak membutuhkan waktu lama. Akhirnya orang yang ia tunggu pun telah datang juga, bergegas keluar menemuinya pandangan Richard dibuat terkejut lantaran pakaian yang dikenakan Bintang sangatlah berbeda dari pakaian pada umumnya untuk menghadiri di setiap acara pesta.


" Bintang pasti tidak punya pakaian yang mewah makanya dia memakai pakaian itu, tapi," batinnya yang kemudian ia pun mengajak Bintang untuk berangkat.


"Apa kamu sudah siap?"ucapnya yang tanpa berkata lagi dan Bintang langsung mengiyakannya.


"Iya..aku sudah siap Tuan, alhamdulillah Tuan Richard tidak marah mau pun malu karena aku pakai pakaian seperti ini," batinnya yang kemudian mereka pun segera masuk kedalam mobil dan melakukan perjalanan dalam perjalanan mereka.


"Maaf Tuan kita lagi ada dimana? Bukannya kita ingin menghadiri sebuah acara, tapi kenapa Tuan malah membawaku ke salon?"tanya Bintang.


"Sebelum kita berangkat ke acara itu. Akan lebih baik kalau kamu ubah penampilanmu lebih baik lagi. Karena aku gak mungkin mengajakmu keacara itu dengan kondisi seperti ini. Apalagi didalam sana ada banyak orang-orang yang mengenakan pakaian mewah jadi jika aku membiarkanmu yang ada aku malah mempermalukan-mu dalam acara itu ya sudah mendingan sekarang kita cepatlah masuk!"


"Tapi Tuan?"timpal Bintang.


"Sudah jangan membantah lagi!"balas Richard.

__ADS_1


"Nyonya tolong rias dia secantik mungkin dan sekalian tolong pilihkan gaun putih yang paling mewah menurut anda berapapun biayanya nyonya tenang aja aku yang akan membayarnya," ucap Richard.


"Tapi Tuan?"


"Sudah gak papa, ya sudah aku tunggu kamu diluar jadi tetap tenanglah!"


"Baik Tuan!"


"Apa kamu sudah siap?"tanya Tante tersebut.


Waktu berjalan dengan sangat cepat, Richard yang sedari tadi telah menunggunya di ruangan khusus. Tak berapa lama Bintang pun keluar dengan balutan gaun berwarna putih yang membalut tubuhnya dan membuatnya tambah semakin cantik berbeda dari Bintang yang sebelumnya.


Richard yang tadinya sibuk membaca majalah yang disiapkan diatas meja. Tak berapa lama pandangannya pun teralihkan sesaat ia menyadari jika seseorang yang telah turun menuruni anak tangga dihadapannya.


Mulut yang seketika terkunci, bahkan mata yang tak terlihat mengedipkan mata, perlahan-lahan ia mulai menghampirinya hinga menatapnya hinga ujung kaki sampai ujung kepala.


"Kenapa Tuan? Apa penampilan saya ini agak berlebihan?" tanya Bintang yang merasa bingung lantaran Richard sedari tadi hanya menatapnya tanpa berkata sepatah kata pun padanya.

__ADS_1


"Astaga aku benar-benar tidak bisa menyangka kalau Bintang akan secantik ini kalau dia berdandan apalagi mengenakan pakaian semewah ini?" batinnya yang kemudian ia pun membalasnya.


"Maaf, tadi kamu berkata apa?" tanyanya lagi dengan wajah bingungnya.


"Apa penampilanku ini sangatlah berlebihan karena menurutku ini terlalu mewah buatku,"ucap Bintang merasa tak enak.


"Siapa yang bilang, ya sudah Nyonya sekali lagi terima kasih atas kerja samanya."


"Baiklah, lain kali datanglah kembali kesini."


"Baiklah, sekali lagi terima kasih ya sudah kalau gitu saya pamit pergi."


"Baiklah berhati-hatilah."


"Baik Tante"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2