ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( " TAMAT " )


__ADS_3

SATU TAHUN KEMUDIAN


"Sudah setahun lamanya kita pacaran dan mengenal satu sama lain, terus sekarang apa kamu masih ingin menyuruhku untuk tetap menunggumu?"tanya Bagas.


"Sekarang pertanyaan aku? Apa kamu bersedia menungguku lebih lama lagi? Kamu pastinya tau kan posisiku sekarang jadi apa? Aku sangat senang bisa mengambil kesempatan ini tapi sama yang seperti kamu bilang aku ternyata tidak bisa lagi menunggu lama, atau mungkin bisa dibilang aku sudah siap jika kamu ingin mengajakku untuk menikah?"ucap Bintang yang spontan membuat pandangan Bagas beralih menatapnya.


"Kamu serius ingin jika kita menikah lebih cepat? Kamu gak keberatan?"


"Aku beneran berkata apa adanya, aku akan lebih keberatan jika aku tidak segera menikah denganmu, mungkin dengan menikah dan memperjelas status kita, aku akan lebih mudah untuk menjalankan keinginan aku, biar pun aku nanti sudah menjadi Istrimu kamu gak akan melarang-ku jika masih berada dalam duniaku kan?"


"Memang setelah kita menikah kamu sudah jadi tanggung jawabku, tapi bukan tanggung jawab yang mengharuskan untuk kamu mengikhlaskan keinginan yang sudah lama kamu impian. Dan aku tidak keberatan jika kamu masuk ke dunia kamu jika kamu senang aku juga akan ikut senang,"balasnya yang langsung memeluk Bintang.


"Jadi itu artinya kita siap akan masuk menuju kejenjang pernikahan?"tanya Bintang.


"Iya bisa dibilang seperti itu, setelah kita menikah aku akan membawamu ke istana kita, istana yang sudah aku siapkan buat calonku nanti. Dan sekarang aku sudah berhasil mendapatkan mu jadi itu artinya kamulah calonku jadi kamu bersedia kan untuk menikah denganku?"tanyanya.


"Iya dengan senang hati aku bersedia menikah denganmu,"balasnya yang melanjutkan pelukan mereka lagi.


Bintang menatap pantulan wajahnya sekali lagi di cermin depannya. Tidak menyangka sekali, bahwa gadis yang dulunya hidup dengan kemalangan dari kecil sepertinya kedua kali ini ia akan menjadi seorang istri dari seseorang yang jelas adik kandung dari mantan Suaminya sendiri.


Rasanya ingin menangis haru mengingat pertama kali ia menikah dengan Tristan, Bintang benar-benar tidak menyangka semua ini terjadi. Bayangan di masa remajanya dipenuhi dengan kegelapan, remang dan luka sayatan selalu saja menghantui dirinya. Akan tetapi kebahagiaan yang telah ia nanti sejak lama akhirnya telah tiba pada hari ini juga.


"Terimakasih, Tuhan." Bintang mengucapkan itu sangat tulus, diiringi setetes air mata bahagia yang kemudian ia usap perlahan dari pelapuk matanya.


*****_____________________*****

__ADS_1


"Bagaimana para saksi, sah?"


"SAHHH!!!"


Bagas terdengar sangat tegas mengucapkan Ijab Kabul, diiringi tangis haru dari tamu dan anggota keluarga yang hadir di sana.


Ucapan Sah yang sangat semangat itu semakin mengharukan ruangan ini.


"Kalian sudah sah menjadi sepasang suami-istri, Bintang yang berada di samping suaminya, dan Bagas yang siap mengecup keningnya. Akan tetapi belum juga Bagas menyentuhnya Andra terlebih dulu memulai lawakannya.


"Sekarang, kalian berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri. Jadi, bergelutlah di bawah selimut dengan sepuasnya." Mendengar kata yang diucapkan Andra barusan , Bagas mau pun Bintang tersipu malu. Sedangkan Andara yang melihatnya ia pun tak segan-segan melemparkan satu buah sepatunya tepat mengenai kepala Andra.


Terkejut dengan apa yang barusan dilakukan Andara, tatapan semua orang pun beralih menatapnya akan tetapi bukan menatapnya dengan tatapan tajam atau pun benci, melainkan menatapnya dengan tatapan tawa lantaran melihat ulah dua sejoli ini.


"Sekali lagi kamu berulah maka sepatu sebelah kiri ku ini yang akan menyumpal mulutmu apa kamu paham," ancam Andara yang terlihat tegas lan menakutkan lantaran memegang sepatu haknya dan siap untuk ia lempar kearah Andra.


"Sudah-sudah kalian ini calon pasangan baru kenapa suka berantem terus sih, heran aku," ledek Bagas akan tetapi mereka membuang muka kearah masing-masing.


"Sekarang, sesi pemakaian cincin." Pak penghulu mengarahkan keduanya agar segera pasang cincin pernikahan secara bergantian.


Bagas duluan yang mengambil tangan kanan Bintang, kemudian dengan lembut memasangkan cincin di jari manisnya.


Bergantian, Bintang yang menyematkan cincin pernikahan di jari manis Bagas. Acara ini begitu berjalan lancar, membuat semuanya tak terasa sudah hampir selesai, tingal acara selanjutnya yaitu pelemparan bunga pengantin.


Bintang maupun Bagas membalikkan tubuhnya, keduanya saling bertatapan beberapa detik. Lalu tersenyum simpul, dan menghitung dengan pelan. Lalu, melempar bunga itu secara bersamaan.

__ADS_1


Serentak suara riuh dari yang bersiap-siap menangkap begitu histeris, beberapa saat kemudian. Bunga itu terjatuh dan melayang tepat kearah Andara, Andara yang terlihat bingung dan panik ia hanya panik dan memandang bunga yang melayang kearahnya tersebut dengan sigap Andra yang melihatnya juga ia pun menangkap bunga tersebut sekaligus menangkap Andara yang hampir saja terjatuh lantaran reflek akibatnya mereka pun sama-sama terjatuh bersamaan dikarpet merah.


Dua pandangan yang tidak bisa dihindari lagi berhasil membuat mereka melamun dalam lamunannya.


"CIEEEEEE! CEPETAN NIKAH, APA PERLU KITA NIKAHIN SEKARANG JUGA!" heboh Bagas yang melihat saudara kandungnya dan temannya menangkap bunga itu.


"Kayaknya ada yang bakal nikah nih setelah kita!" Bintang pun bersuara pelan, sedangkan Andara menahan malu dengan menutupi wajahnya dengan bunga tersebut.


"HALALIN ...halalin!" sorak yang lainnya, sedangkan Andara yang merasa malu ia akhirnya pergi dari hadapan Andra.


Di depan sana, ada mempelai yang sedang sama-sama bahagianya.


Memeluk erat, mencium kening dengan lembut. Keduanya yang sama-sama memberikan tatapan satu sama lain, dari raut wajahnya terlihat sangatlah bahagia hingga tidak tersirat seperti apa mereka harus menunjukkan rasa bahagianya itu.


Satu pelukan akhirnya Bintang berikan pada laki-laki yang sudah ada dihadapannya. Tak percaya dengan apa yang ia rasakan saat ini, Bagas yang merasakannya ia hanya bisa mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas apa yang telah ia dapatkan sekarang ini.


Aku sadar setiap manusia pasti ditakdirkan untuk bahagia. Entah bahagia karena apa tapi aku sangat yakin, setiap luka yang tertanam pasti akan tiba waktunya luka itu akan berubah menjadi kebahagiaan yang akan sulit untuk dilupakannya.


Percayalah, roda kehidupan itu selalu berputar. Adakalanya duka datang merundung kepiluan kepada kita. Dan adakalanya juga bahagia datang dengan pelangi kehidupan yang indah setelah beberapa rintangan besar yang telah menghadang sebelumnya.


Terima kasih Tuhan. Terima kasih


Wajah bahagia telah terpancar dari keduanya. Suka duka telah mereka rasakan selama ini. Dan cinta sejati? Mereka telah membuktikan jika cinta sejati akan tahu kemana dan dimana hati itu akan pulang pada tempat asalnya.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2