
Kedatangan akan seseorang, pandangannya teralih manatapnya.
"Ada apa?"jawabnya dengan tegas.
"Tuan saya sudah mendapatkan identitas Pria yang diduga ikut membantu kelompok dari Baron. Dan saat ini kami sudah berhasil mengurungnya sekarang apa yang akan tuan lakukan apa kita harus menghabisinya segera mungkin?"
"Dia orang yang sudah membuat kedua orang tuaku tiada. Jadi akulah orang yang harus membunuhnya tepat ditangan-ku jadi biarlah aku yang melakukannya."
"Baik Tuan.
Ruangan yang terlihat redup tanpa adanya sinaran cahaya yang cerah. Seorang Pria terduduk diatas kursi dengan kedua kaki dan tangannya yang sudah terikat dengan kencangnya.
Pandangan pria itu cukup buram setelah beberapa saat kesadarannya hilang, ketika kesadaran itu mulai kembali ia dikejutkan dengan adanya seorang pria tampan yang tangannya sudah terdapat pistol yang sudah siap untuk dilayangkan kearahnya.
__ADS_1
Keringat dingin seketika hadir dalam benak pikirannya, kacau, cemas itulah gambaran yang tepat untuk ia dapatkan berhadapan dengan Pria yang sedari tadi memberikan tatapan tajamnya seketika membuat bulu kuduknya berdiri.
Berlalu pria tampan itu mencengkram rahang pria yang kondisinya sudah terikat.
"Anda pastinya tau kan siapa saya? Di ruangan ini hanya ada aku dan kau. Pastinya anda sendiri tau kan apa yang terjadi ketika anda sudah berhadapan dengan saya?"
" Rico bisa ambilkan pistol kesukaan ku aku rasa Pria itu berhak melihat seperti apa bentuk pistol yang tak akan lama akan menewaskannya,"ucapnya.
"Tuan ampun, maafkan saya ... Maafkan saya ampuni saya Tuan... Ampuni saya ...."
"Tuan! Saya akui saya salah. saya sengaja melakukan semua itu atas dasar suruhan! Itu semua suruhan dari Tuan Baron ampuni saya Tuan! Ampuni saya, saya mohon!"
"Kata ampun memang mudah bagi semua orang untuk mengucapkannya, tapi sayangnya kata maaf tidak akan berguna pada telingaku. Anda sudah membunuhnya jadi sekarang giliran aku akan membunuh-mu dan menjadikan tubuh utuh mu ini menjadi terporak-poranda jadi paham kan sekarang!"
"Saya mohon ampuni saya ampuni saya tuan.
__ADS_1
"Cepat bawa dia ke kandang yang sudah saya siapkan. Disana sudah ada buaya peliharaan, jadi biarlah dia menjadi santapan para predator itu cepat Rangga lakukan perintah saya!'
"Baik Tuan saya akan melakukannya ayo cepat jalan! Ayo jalan sekarang!"
"Saya mohon ampuni saya Tuan ampuni saya.
Tubuhnya yang seketika gemetar, beberapa kali ia meminta ampun tapi ucapannya hanyalah angin yang mudah terbawa entah arah mana. Menyeret tubuh pria tidak berdaya dengan paksa lan kasar.
Dengan spontan tubuh itu dilempar ke kandang yang sudah terdapat 10 ekor buaya yang sudah menanti akan makan siangnya. Kerumuman buaya yang sudah berhamburan memporak-poranda kandang, mencabik-cabik tubuh manusia itu hingga tidak terbentuk lagi akan tubuh manusia pada awalnya.
"Gimana apa semuanya beres? Tidak ada jejak yang tertinggal kan?"
"Tuan tenang saja semuanya berjalan sesuai rencana. Tubuh Pria itu sudah dimakan habis oleh 10 buaya peliharaan Tuan jadi Tuan gak perlu cemas semuanya aman terkendali!"
"Baiklah saya suka kerja kamu!"
__ADS_1
"Baik Tuan!"