ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
59 " Sedikit revisi "


__ADS_3

Tristan yang tidak tingal diam ia berusaha sekuat tenaga menggambil pisau itu dari genggaman Bintang.


Berada dari belakang Bintang, Tristan mencoba meraih pisau itu dan ia akhirnya mendapatkannya. selama hampir beberapa menit mereka beradu akhirnya kemenangan berpihak pada Tristan setelah ia berhasil merebut dan melemparkannya kearah yang agak jauh.


"Ingat! Jika sekali lagi aku melihat kamu bertindak Bodoh maka jangan salahkan aku kalau aku akan bertindak kasar sama kamu paham!"tegas Tristan.


"Aku harus membuang pisau ini jadi tunggulah disini!"ucapnya segera ia pun keluar dari dalam ruangan ini.


Dengan perasaan yang sangat hancur dan kekecewaan yang terlalu dalam yang dia rasakan saat ini, Bintang yang sudah tidak bisa menghentikan air matanya lagi, dia pun mengambil sebuah gelas yang berada dimeja samping tempat tidurnya. Bintang pun kemudian dengan sengaja dia membanting gelas tersebut yang membuat gelas itu pun pecah menjadi beberapa bagian. Dan dengan sengaja ia pun mengambil pecahan gelas tersebut dan menggenggamnya dengan sangat erat.


Entah apa yang ada dipikiran Bintang saat ini sehingga dia tega melukai tangan kanannya sendiri dengan gelas tersebut. Tristan yang mendengar akan adanya suara pecahan dari dalam kamar, dengan ia pun berlari dan langsung masuk kedalam kamar tersebut dan yang terjadi adalah.


CKLEEK.


Terkejut tidak main, Tristan yang melihat tangan kanan Bintang berlumuran banyak darah, langkahnya yang berniat ingin menghampirinya tapi dengan sigap langkahnya terhenti setelah Bintang yang mengancam akan melukai tangannya sendiri dengan pecahan beling itu.


"Jangan mendekat! Aku bilang jangan pernah mendekat jika kamu tidak ingin aku mati tepat dihadapan kamu saat ini jangan mendekat!"


Darah yang sudah mengalir deras dari genggaman tangan Bintang membuat Tristan melihatnya perasannya bercampur jadi satu.

__ADS_1


"Bintang apa yang kamu lakukan kenapa kamu melukai tangan kamu seperti itu, kamu sudah gila aku minta sekarang kamu buang beling itu ayo buang!"


"Gak aku gak akan mau membuangnya biar aku mati dengan cara seperti ini. Karena apa gunanya aku tetap hidup jika tidak ada orang yang peduli dengan kebahagiaanku, sudah tidak ada gunanya lagi jadi mungkin dengan cara ini aku bisa melepaskan semua rasa sakit ini dan bisa berkumpul dengan keluarga-ku disana jadi jangan halangi aku! Jangan halangi aku!"


''Kamu jangan gila apa kamu pikir dengan cara bunuh diri kamu bisa lari dari permasalahan kamu tidak itu tidak akan pernah terjadi jadi cepat buang beling itu ayo buang !"


''Tidak aku tidak mau membuangnya aku tidak mau!"


''Baiklah jika kamu sudah tidak tahan dengan semua penderitaan ini? Biarkan aku membantumu untuk mengakhiri semuanya, kamu akan tambah semakin berdosa jika kamu melakukan bunuh diri ini jadi sekarang kasihkan pecahan beling itu agar aku sendiri yang membunuh-mu ayo kasihkan!"


"Kamu bohong? Kamu hanya berkata tapi kamu tidak pernah melakukannya dengan sungguh-sungguh! Kamu hanya berani berkata tanpa hatimu tidak mau melakukannya!"


Melangkahkan kakinya menghampiri Tristan, Tristan yang dengan langsung ia menarik tangan Bintang dan


Memberikan pukulan pada Bintang tepat mengenai belakang lehernya, Bintang akhirnya tak sadarkan diri. Melihat Bintang yang dalam keadaan tidak sadarkan diri Tristan segera mengangkatnya dan merebahkannya diatas ranjang.


"Apa sebenarnya yang kamu alami? Apa segitu bodohnya kamu ingin mengakhiri hidup kamu dengan cara strategis ini? Aku harus menghubungi dokter!"ucapnya tak lama ia mengambil ponsel genggamannya.


_________________

__ADS_1


''Gimana Dokter apa dia baik-baik saja, dia gak kenapa-kenapa kan Dok?"


''Dia baik-baik saja, dia hanya mengalami luka sedikit nanti juga akan sembuh dengan sendirinya jadi anda jangan cemaskan soal ini,"


''Baik Dok sekali lagi terima kasih."


''Iya sama-sama ya sudah mari saya tingal dulu."


''baik dok."


'''Apa yang sebenarnya ia alami dan apa yang membuat ia jadi kepikiran untuk melakukan bunuh diri seperti ini? Apa semua ini ada hubungannya dengan perubahan yang belakangan ini muncul? Apa dia mempunyai penyakit ganas ?Apa ini yang membuat kenapa ia putus asa dan akhirnya nekat melakukan tindakan gila seperti tadi tapi apa mungkin itu alasannya dan apa alasan yang sesungguhnya kenapa ia bisa berubah secepat ini?"


Mengambil ponsel genggam milik Bintang, ia mencoba mengeceknya dan melihat galeri Bintang yang masih menyimpan foto-foto bersama dengan Rafa mantan tunangannya.


"Rafa? Apa dia masih sangat mencintainya?"tanya Tristan pada dirinya sendiri. Dan sesekali ia melihat Bintang yang masih belum sadar akan keadaannya.


"Aku harus mengecek akun IG'nya mungkin disana aku bisa temukan apa penyebab dia bisa senekat ini,"balasnya kemudian ia membuka satu akun IG ( Rafa Official - Hanya contoh ). Setelah membukanya ia melihat foto sepasang kekasih yang baru aja melakukan acara akad nikah tadi siang. Bahkan foto Keduanya nampak diselimuti dengan rasa kebahagiaan.


"Sekarang aku tau apa penyebab dari semua kekacauan ini? Kamu berniat ingin mengakhiri hidup kamu sendiri, tapi kamu lupa Bintang aku Suamimu jadi sedikit aja kamu melakukan hal nekat aku yang akan kena imbasnya jadi aku harus terlebih dulu menyelesaikan masalah ini. Dan kamu Rafa? Tunggu aku besok!"gumamnya dengan senyuman liciknya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2