
"Kak Bintang Kak Bintang gak papa kan? Kak Bintang tidak ada luka yang serius kan mana yang kakak rasakan saat ini mana katakan pada Andara mana?" cemas Andara yang terus bertanya secara bertubi-tubi, tapi wanita disampingnya hanya menunjukkan tatapan tak percaya, belum juga ucapan yang Andara ucapkan selesai, tamparan keras tepat mengenai pipi kanannya dan spontan tindakan yang barusan dilakukan Bintang pun mendapatkan respon tak mengenakkan dari Andara mau pun Andra yang sedari tadi berada dipandangnya.
"Kak? Kak Bintang kenapa malah menamparku apa salahku Kak, apa?"
"Iya Nyonya ada apa dengan Nyonya kenapa Nyonya malah menampar Non Andara? Nyonya gak lagi kenapa-kenapa kan?"tanya Andra dengan cemasnya.
"Kenapa kalian sampai sekarang masih bisa berkata apa aku baik-baik saja? Jangan bilang kalian berdua ada kaitannya dengan kejadian tadi? Jangan bilang kalau kalian juga bersekongkol dengannya untuk membuat permainan sangatlah licik dan tidak ada lucu-lucunya seperti ini?"
"Apa maksud Kakak aku tidak ngerti ada apa Kak?"tanya Andara yang nampak bingung dibuatnya.
"Aku heran sebenarnya apa yang ada didalam otak kalian? Apa segitu bencinya kalian padaku sampai-sampai kalian ikut dalam permainan yang sangat licik seperti ini? Ini masalah hati tapi kenapa malah ikut mendukungnya kenapa?"
"Nyonya? Jika Nyonya ingin marah sama kita aku tidak masalah jika Nyonya ingin memarahi kita, tapi se'engaknya jika Nyonya ada masalah nyonya langsung bilang aja jangan buat kita malah jadi bertanya-tanya seperti ini? Sedari tadi Nyonya berkata tak masuk akal. Bahkan kami berdua sama sekali tidak mengerti apa maksud Nyonya mengatakan kata-kata itu ada apa Nyonya ada apa?'
__ADS_1
"Baiklah jika kalian ingin aku perjelas! Kenapa kalian tega mengatur rencana yang seolah-olah Tristan sudah meninggal kenapa?"
"Mengatur rencana seolah-olah kak Tristan meninggal apa maksud Kakak? Kami tidak merencana hal gila apalagi sampai manipulasi kematian Kak Tristan, dia sungguh-sungguh tiada kenapa Kak Bintang bisa berkata seperti itu kenapa Kak dan apa alasannya?"
"Alasannya? Aku melihat sendiri bahkan mengunakan kedua mataku kalau aku baru aja melihat Tristan ada dihadapan-ku apa kalian pikir Tristan akan bangkit dari kubur setelah tiga tahun lamanya?"
"Ini gila! Ini tidak masuk! Kenapa bisa Nyonya bisa melihat tuan Tristan ada dihadapan Nyonya, jika aslinya Tuan sudah meninggal jadi aku rasa Nyonya yang sedang halusinasi? Nyonya yang sedang berhalusinasi melihat wajah Tuan Tristan tapi aslinya dia orang lain, aku sudah menasehati Nyonya dan ini akibatnya nyonya terlalu memikirkan dan tidak bisa mengikhlaskan kepergiannya yang malang Nyonya sampai berhalusinasi seperti ini?"
"Jika aku sedang berhalusinasi kenapa dia bisa sampai bersama anak kecil sekiranya usianya 5 tahunan? Jika aku sedang berhalusinasi kenapa bisa ia berkata dengan jelas yang mengatakan aku Wanita gila karena terlalu memojokkannya? Kalian tingal bilang dia itu Tristan apa susahnya kalian untuk mengakuinya!"
Berlalu pergi dari pandangan Bintang dengan perasaan kecewanya, Andara nampak tak perduli lagi kedua matanya terlihat kembali menetaskan air matanya.
"Bahkan bukan hanya andara aku juga akan pergi, terserah jika Nyonya tidak percaya pada kami kalau Tuan Tristan sudah meninggal, beliau meninggal dalam kejadian yang sangat tragis bahkan aku sendiri yang membantunya disaat terakhirnya, Andara sendiri yang melihat Kakak tercintanya masuk dalam liang lahat, jadi apa mungkin orang yang sudah masuk kedalam tanah dalam 3 tahun lamanya tubuhnya akan bangkit dan muncul langsung dihadapan Nyonya Bintang itu mustahil Nyonya sangatlah mustahil?"
__ADS_1
"Aku tidak tau apa aku memang sedang berhalusinasi atau bukan tapi aku berani jujur bahkan bersumpah jika apa yang aku lihat tadi sungguh-sungguh seseorang yang sangat mirip dengan Tristan, memang dari penampilan mereka sangatlah jauh berbeda tapi aku sangat kenal dan ingat seperti apa wajah Tristan?"
"Jadi maksud Nyonya orang itu adalah kembaran Tuan Tristan? Apa setelah belasan tahun menghilang bahkan dinyatakan meninggal sejak usia balita apa mustahil jika bisa hidup kembali?"
"Ini bukanlah bangkit dari kubur seperti yang kamu pikirkan, tapi Ku punya pikiran jika aslinya kembara Tristan tidaklah meninggal dan seseorang yang aku tadi itulah dia? Aku sangat yakin jika dia bukanlah Tristan jadi dia sungguh-sungguh kembaran Tristan?"
"Sekarang aku tidak tau harus ikut dengan cara berfikir Nyonya atau tidak? Tapi sama seperti yang Andara katakan ini sangatlah mustahil dan aku sungguh-sungguh tidak percaya jika dia beneran kembaran Tuan Tristan maaf aku tidak bisa mengikuti jalan yang nyonya katakan saat ini maaf!"
"Baiklah kali ini aku memang tidak ada bukti jika seseorang itu adalah kembaran Tristan, tapi yakinlah tidak akan lama aku akan menunjukkan pada kalian berdua jika aku tidaklah berhalusinasi aku janji!"
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN CERITA INI, ALANGKAH BAIKNYA SEMPATKAN JUGA UNTUK MAMPIR DISALAH SATU KARYA YANG TAK KALAH KEREN. DAN PASTINYA SETIAP EPISODE AKAN BIKIN JIWA KALIAN AKAN MERONTA-RONTA. YUK SINGGAH DULU DISINI
BERIKUT BLURNYA
__ADS_1
BERSAMBUNG.