
"Kita sekarang sudah sampai, ikuti saja apa perintah yang aku tunjukkan padamu nanti. Dan ingat jangan sampai mereka curiga kalau kita hanya bersandiwara paham kan?"
"Iya saya paham Nyonya,"balas Bagas yang hanya bisa menurut sama apa perintah Bintang.
Bintang dan juga Bagas yang sama-sama melangkahkan kakinya ke depan menuju tempat yang akan mereka datangi. Sedangkan didalam ruangan yang sudah disiapkan akan rencana pertemuan itu, terlihat Revi yang juga menemani Alex, dirinya nampak mendukung dan memberikan semangat padanya. Dengan duduk dipangkuan Alex sembari tangannya yang meraba-raba wajah Alex, Revi terlihat sedang memancing akan gairah Alex untuk bisa merayunya.
"Hentikan tingkah kamu ini! Jika kamu berniat ingin menggodaku lakukan saja nanti dan terserah apa yang kamu mau tapi untuk sekarang kita akan menemui rekan bisnis baruku jadi harusnya kamu jaga sikap jangan mencoba merayuku paham!"
"Astaga Lex? Mereka kan belum juga datang jadi apa salahnya jika aku hanya meminta satu kecupan darimu sungguh-sungguh akan menolak-ku?"
"Baiklah satu kecupan ya?"
"Iya hanya satu kecupan kok,"balas Revi.
Melakukan niat bejat tanpa sadar akan status keduanya yang masih terbilang hubungan haram, keduanya masih juga belum mengakhirinya, hingga seseorang terdengar telah mengetuk pintu ruangan ini dan membuyarkan akan perilaku keduanya yang sangat-sangatlah tidak patut untuk dicontoh.
Setelah mengakhirinya sesaat, pandangan Revi mau pun Alex tertuju pada satu Wanita yang mendekati mereka.
"Maaf Tuan, seseorang yang sudah Tuan nantikan sedari tadi sudah menunggu diruang khusus,"ucap karyawan barunya.
"Baiklah beritahu mereka aku akan menemuinya beberapa saat lagi,"timpal Alex.
"Baik Tuan,"balas Wanita itu yang hanya mampu menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah kita akhir sejenak apa yang kita lakukan tadi, kini saatnya kita untuk menghadapi mereka baiklah ayo kita jalan sekarang!"
"Terus statusku aku harus mengatakan apa nanti? Aku harus mengatakan kalau aku istri kamu atau mungkin aku harus mengatakan jika aku adalah Sekretaris baru kamu?"tanya Revi mencoba memancingnya.
"Sebelum hubungan kita Syah secara agama alangkah baiknya kita jangan tunjukkan didepan umum seperti apa hubungan kita yang asli, aku takut banyaknya orang yang tau hubungan kita akan berimbas pada nama Perusahaan ini jadi kamu mengerti dan paham akan apa maksudku ini?"
"Baiklah aku mengerti kok,"balas Revi dengan senyum tipisnya.
"Ya sudah kita samperin mereka, mereka pasti sudah menunggu kehadiran kita,"balas Alex.
Setibanya mereka di ruangan yang sudah disiapkan, Revi dan juga Alex melihat dari arah belakang akan adanya dua seseorang yang sudah menunggunya sejak sedari tadi, keduanya yang sama-sama berpaling dari arah yang beda membuat keduanya sama-sama tidak mengenal satu sama lain.
Hinga akhirnya ketika Alex mau pun Revi yang berniat ingin menempati tempat duduk dihadapan kedua seseorang itu, pandangan Revi mau pun Alex seketika terkejut tidak main setelah melihat langsung siapa seseorang yang sedang hadir berhadapan dengan dirinya saat ini.
"Bagas? Ini tidak mungkin aku pasti salah lihat kan?" Ucapan Alex yang seketika keluar dari mulutnya, pandangannya tak henti-hentinya ia alihkan pada Pria tampan yang ada dihadapannya bersamaan dengan wajah terkejut sekaligus tidak percayanya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Iya tuan ini dia orangnya, ngomong-ngomong kalian kelihatan sudah sama-sama saling mengenal?"tanya Bintang.
"Ini apa maksudnya kenapa malah jadi Pria ini? Bukankah anda pemilik dari Perusahan yang sedang kita Rencanakan kerja sama?"tanya Alex pada Bintang.
"Jika kamu bertanya biarkan asistenku yang menjawabnya nanti. Tapi sebelum itu biar aku yang menjelaskan siapa mereka. Dan siapa Wanita cantik yang ada dihadapan saya ini. Dia adalah Istriku? Istri yang sudah memenjarakan aku kemaren, aku cukup terkejut ternyata belum juga kita bercerai kamu masih berani bersanding dengan Pria ini, tapi sudahlah aku tidak mau membahasnya lagi oh iya ngomong-ngomong gimana kabar kalian apa kalian cukup baik atau mungkin keadaan kalian sedikit drop setelah melihatku sekarang?"
"Aku tau apa yang aku lihat hanyalah mimpi kan? Aku pasti hanya bermimpi kan?"ucap Revi yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
__ADS_1
"Tidak sayang? Kamu tidaklah bermimpi apa yang kamu lihat ini beneran aku. Aku beneran Pria yang sudah beberapa kali kamu hina itu? Bahkan ini aku Suami kamu yang baru beberapa hari yang lalu kamu jebloskan ke penjara kamu masih mengingatnya kan?"
"Selama ini yang saya tau andalah pemilik dari Perusahan ini, tapi sekarang apa yang aku lihat aku sadar kalian pasti sedang mengerjai-ku kan? Atau pun kamu sengaja bertindak seperti ini agar kamu bisa membodohi kita?"tegas Alex pada Bagas.
"Maaf tuan apa saya harus menjelaskannya sekarang?"timpal Bintang.
"Alangkah baiknya anda harus menjelaskannya agar mereka tau siapa aku? Dan tidak gampangnya mereka merendahkan ku lagi."
"Baiklah aku akan menjelaskan siapa sebenarnya tuan Bagas? Selama ini Perusahaan ****** telah kehilangan seorang anak dari kembaran Tristan Antonio pewaris kedua dari perusahaan ****** yang menjadi pewaris utama dalam pemilik saham ini pada awalnya. Dan akhirnya setelah berpuluh-puluh tahun lamanya kami mencari kembaran Tristan, kini kami telah tau bahwa Tuan Bagas lah orang yang selama kita cari dan berhak mendapatkan warisan utama yang dulunya telah dipegang oleh Tuan Tristan, sedangkan saya yang hanya menantu dari keluarga ini, saya memutuskan untuk memberikan kembali warisan yang seharusnya menjadi milik seutuhnya yaitu Tuan Bagas sekarang, jadi jika kalian masih kurang jelas inilah bukti foto jika Tuan Bagas memang memiliki kemiripan yang sangatlah mirip dengan almarhum Tuan Tristan sebelumnya mari lihatlah!"
Melihat dengan teliti kedua foto milik Bagas dan juga Tristan yang memang sama-sama memiliki kemiripan yang sangatlah mirip tanpa ada perbedaan sekali pun. Revi mau pun Alex yang melihat dengan teliti akan kedua foto itu dan tidak menemukan akan perbedaannya.
"Ini tidak mungkin! Jadi Bagas saudara kembar dari pemilik saham Perusahaan **** yang telah menghilang belasan tahun yang lalu?"
"Sekarang kalian sudah tau kalau akulah orang yang kalian butuhkan apa sekarang kalian mencoba untuk menghinaku lagi? Tapi sudahlah apa yang sudah terjadi tidak seharusnya kita ungkit-ungkit lagi. Dan kamu?" Langkah Bagas yang kemudian menuju kearah Revi, dengan pandangannya yang memperhatikan dari ujung kaki sampai ujung kepalanya.
"Aku tau disini yang tidak percaya bukan hanya Alex saja tapi mungkin kamu sendiri juga merasa sangat tidak percaya dengan apa yang kamu lihat saat ini. Dan pertanyaan-ku apa setelah kamu melihat dan mengetahui semuanya kamu akan berbalik kepadaku dan meninggalkan Alex? Iya aku rasa pertanyaan ini sudah terlintas dalam pikiran kamu, aku hanya tidak sabar aja kamu akan mengatakan kata-kata itu dan berbalik kamu akan meninggalkan bajingan ini, sudahlah urusan kita sudah selesai dan rencana kerja sama ini aku putuskan menolaknya secara mentah-mentah jadi nikmatilah kekalahan kalian ini. Dan satu lagi mari lanjutkan apa yang sudah kalian lakukan tadi dan bibir manis kamu sayang? Kenapa kamu tidak mencoba untuk mengusap lipstik yang sudah belepotan ini, akibat di mansa olehnya?"
"Tuan sudah saatnya kita untuk pergi!"
"Baiklah, aku rasa tidak ada alasan untuk aku tetap bertahan disini dan berhadapan dengan seseorang yang jelas-jelas bukan levelku!"
REKOMENDASI CERITA SERU NIH MAMPIR YA BERIKUT BLURNYA
__ADS_1
BERSAMBUNG.