
"Tidak semudah itu kamu bisa kabur dariku Erlangga, tidak akan pernah!"batin Tristan dengan mengepalkan kedua tangannya.
Dirinya yang baru aja pulang dari kerja, Tristan yang sesampainya dia didepan kediamannya ia sudah disambut dengan dua Wanita yang sudah sedari nampak menunggunya.
"Tristan sayang kamu kok sudah pulang?"tanya Mamanya.
"Iya sayang kok tumben kamu hari ini pulang cepat,"balas Sandra.
"Iya Sandra aku memang sengaja pulang cepat karena aku ada kejutan untuk kalian terutama kamu!"
"Untuk aku? Kejutan apa itu?"
"Bukalah ini aku ada hadiah untukmu?"balas Tristan dengan memberikan satu buah kotak pada Sandra, mata Sandra yang berkaca-kaca ia nampak bahagia melihat hadiah yang diberikan Tristan tersebut.
"Ini apa sayang?"
"Sudahlah nanti kamu juga akan tau,"balas Tristan tak lama Sandra langsung membuka isi kotak itu dan ternyata isinya adalah satu buah ponsel baru yang pengeluaran terbaru.
"Sayang ini kan ponsel yang sedari dulu aku tunggu-tunggu kamu memberikannya untukku?"tanya Sandra.
"Seperti yang kamu lihat! Dan seperti janji yang pernah aku katakan dulu gimana? Apa kamu sangat suka?"
"Aku sangat suka sayang apalagi ini juga ponsel yang sedari dulu aku tunggu-tunggu aku sangat tidak nyangka jika kamu akan memberikannya untukku terima kasih ya? Terima kasih,"balas Sandra yang sangking senangnya ia memeluk Tristan.
__ADS_1
Dari kejauhan keduanya nampak bahagia, dari pandangan lain Bintang yang tak sengaja memergoki mereka, dirinya yang hendak akan pergi spontan Tristan menghentikan langkahnya setelah melihat Bintang. Mendengar akan panggilan yang dilontarkan Tristan padanya, dengan rasa malas Bintang pun menghentikan langkah kakinya.
"Ada apa? Aku tidak menganggu kebahagiaan kalian kan?"tanya Bintang yang spontan juga Tristan menyodorkan kotak yang sama seperti yang Tristan kasihkan pada Sandra barusan.
"Kotak ini? Sayang kamu juga memberikannya pada Bintang?"tanya Sandra.
"Iya Sandra aku dulu sudah menghancurkan ponselnya jadi ini sebagai gantinya aku yang memberikan ponsel baru ini,"timpal Tristan.
"Tapi jika niat kamu hanya membalaskan budi, kenapa harus ponsel yang sama-sama percis dan berharga yang sangat mahal juga yang kamu berikan untuknya?"tanya Sandra
"Sandra orang-orang taunya dialah Istriku! Jadi gimana tanggapan yang lain ketika orang-orang tau Istri dari pengusaha kaya mempunyai ponsel berharga murah itu kan tidak lucu dan pastinya namaku yang akan hancur jadi sudahlah kamu jangan ributkan masalah ini aku capek jadi sudah ya jangan diberat-beratkan kamu paham kan?"
"Kamu benar-benar sudah berubah Tristan kamu bukanlah Tristan yang aku kenal dulu kamu sungguh-sungguh sudahlah berubah jadi baiklah jika kamu ingin aku berakting seperti kamu berakting tidak ada rasa apapun padanya baiklah akan aku ikuti cara kamu, tapi jangan salahkan aku kalau aku akan bertindak kasar karena dengan beraninya membohongiku
Belum juga keduanya reda dalam pertengkaran kecil mereka, tiba-tiba suara ketokan pintu pun terdengar dari luar pintu.
"Maaf kalian cari siapa ya?"tanya Bintang pada ketiga petugas laki-laki berkumis cukup tebal.
"Maaf apa benar ini dari kediaman Tuan Tristan?" tanya salah satu dari seseorang itu.
"Iya benar ini kediaman Tuan Tristan kenapa?"tanyanya lagi.
"Bisa panggilkan beliau?" perintah salah satu petugas.
__ADS_1
"Baik saya akan panggilkan, mohon tunggu sebentar!"
"Baiklah!"
"Ada beberapa petugas yang mencari-mu!" ucap Bintang yang menghampiri Tristan.
"Petugas, kamu sedang memangil beberapa petugas sayang?"tanya Sandra.
"Iya aku memang memangilnya kamu kan tahu kalau sekarang itu lagi musimnya demam berdarah, jadi aku sengaja menyuruh mereka untuk menyemprot desinfektan pada seluruh ruangan Rumah ini apa lagi melihat wajah kamu kemaren ada bekas gigitan nyamuk dan bentolan merah jadi aku takut kalau kamu harus menggalami luka gigitan lagi jika aku tidak segera memangil petugas kesini." Cela Tristan.
"Apa kamu pikir aku bodoh Tristan!"batinnya yang kemudian ia pun memeluk lengan Tristan.
"Sayang kamu itu romantis banget sih, aku jadi terharu sampai-sampai kamu rela melakukan semua ini padaku!"ucap Sandra yang mulai tersipu malu.
"Apa lagi rencana dia? Apa dia sengaja membayar petugas itu untuk menjalankan aksi selanjutnya?"
Batin Bintang dengan raut wajah yang terlihat penasaran, Bintang yang baru aja hendak akan pergi meninggalkan tempat ini. Tiba-tiba Tristan pun menarik tangannya dan menghalanginya.
"Malam ini aku memutuskan kalau kita akan berlibur untuk sementara waktu, jadi kamu jangan kemana-mana dan cepat kekasih barang-barang kamu karena aku tidak ada waktu! Dan kalian berdua kalian bisa lebih cepat sedikit kan untuk bersiap-siap?"tanya Tristan.
"Kamu tenang saja Tristan kita bakal cepat kok untuk mengemasi semua barang-barang kita!"timpal Sandra.
"Baiklah kalau gitu kita akan bersiap-siap dan kemasi barang-barang yang hendak akan kalian bawa nanti. Sekarang aku inggin ngasih tahu petugas itu untuk menunggunya terlebih dulu."
__ADS_1
"Baiklah."
BERSAMBUNG.