ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 37 " Apakah benar-benar akan terjadi " )


__ADS_3

Membaringkan tubuh Revi diatas ranjang bermotif putih, memandang dengan seksama wajah cantik yang Revi miliki, pandangan Bagas beralih pada bibir mungil merah jambu itu, ia terus saja memperhatikannya.


"Kamu? Apa yang ingin kamu lakukan kamu tidak ingin mengambil kesempatan ini dariku kan?"ucap Revi sembari kedua tangannya yang melingkari leher Bagas.


"Kita sudah lama tidak melakukannya apa kamu sungguh-sungguh tidak ingin menambahkannya lagi? Rasya aku lihat dia sudah mulai tumbuh jadi kini saatnya dia mempunyai seorang adik untuk ia ajak bercanda jadi apa kamu mengijinkan, dan menyetujui akan permintaan ku ini?"


"Sekarang aku tanya? Apa setelah apa yang aku lakukan padamu termasuk menduakan cinta kamu? Kamu masih mengharapkan hubungan itu kembali untuk kita lakukan? Apa kamu sungguh-sungguh sudah melupakan permasalahan yang dulunya pernah terjadi diantara kita?"


"Yang terjadi biarlah terjadi, kini saatnya kita untuk memulai dari awal melupakan semua yang pernah terjadi jadi lupakanlah! Lupakanlah semuanya dan kita bangkitkan kembali rumah tangga kita ini apa kamu bersedia?"


"Aku sangatlah beruntung memiliki seorang Pria seperti diriku sayang? Maafkan aku jika selama ini aku sudah cukup jahat dan kasar karena tidak pernah menerima kamu dan selalu memojokkan kamu akan kekuranganku maafkan aku!"


"Sudahlah lupakan saja apa yang pernah terjadi, malam ini aku ingin menjadikan malam ini menjadi malam yang indah untuk kita jadi cepat gantilah aku sudah bersedia menunggu mu disini?"


"Baiklah tunggu aku!"ucapnya dengan memberikan satu kecupan ke pipi kanannya.


"Baiklah aku akan mengambil minum untuk kita, sembari menunggu akan kehadiranku disini kamu cair gantilah!"


"Baiklah aku akan segera berganti pakaian yang kamu inginkan. Aku ingin membuat malam ini menjadi malam yang tidak pernah tergantikan jadi tunggulah!"ucapnya dengan tersenyum puas.


Sesampainya Bagas di dapur, Bagas melihat -lihat suasana yang sepi dan tidak ada orang, dalam kesempatan ini bagas pun akhirnya mulai melancarkan aksinya dengan mencampur bubuk sesuatu pada minuman jernih yang hendak akan diberikan pada Revi.


"Bukan aku namanya jika aku tidak bisa menjebak Wanita seperti dirimu Rev? Aku tau dibalik sikap kamu yang tiba-tiba menunjukkan perubahan aku tau ada sesuatu yang telah kamu incar? Jadi malam ini aku akan tau apa yang sebenarnya kamu incar? Apa selain harta warisan ada sesuatu lain yang telah kamu sembunyikan?"batinnya dengan tersenyum licik.


" Dengan kamu meminum ini, aku rasa ada sesuatu yang akan terjadi pada dirimu Rev dan aku sudah tidak sabar menunggunya?" batin Bagas dengan tersenyum licik.

__ADS_1


Berjalan kedalam kamar serba putih. Melihat Revi yang sudah bersiaga diatas ranjang dengan balutan piyama yang terlihat seksi jika dipandangnya. Bagas serasa puas melihat sang istri yang sudah membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


"Apa kamu sudah berani menggodaku?"ledek Bagas dengan kedua tangannya yang ia lipatkan ke depan.


"Inilah aku! Oh iya apa yang kamu bawa itu sayang?"


Perlahan-lahan langkah kaki Bagas pun mulai mendekati kearah Revi.


"Aku akui ini kelihatannya sedikit gila, tapi aku sengaja memberikan obat perangsang dalam minuman ini karena aku mau diantara kita melakukan hubungan itu tanpa ada pemikiran orang lain? Aku sadar dengan dirimu yang masih mencintai Alex pasti dalam bayangan kamu! Kamu selalu memikirkan akan dirinya jadi maaf jika aku pakai cara seperti ini untuk bisa memuaskan h4srat kita ini kamu gak keberatan kan?"


"Iya juga apa yang dia katakan memanglah benar, jika kita melakukan hubungan itu dengan keadaan tersadar takutnya aku malah salah menyebutkan nama Alex nanti, jadi jika kita sama-sama terpengaruh pada obat ini aku rasa obat ini mampu menolongku?"batinnya yang kemudian tangan Bagas pun memegang kedua pipinya.


"Kenapa kamu terdiam? Apa diamnya kamu menunjukkan jika kamu tidak setuju dengan cara yang aku pakai ini?"tanya Bagas yang terlihat memelas.


"Aku terdiam bukan berarti tidak menyetujui? Aku setuju sama ide kamu aku tidak masalah!"balasnya dengan tersenyum.


"Baiklah!"timpal Bagas yang kemudian dirinya mulai meneguk penuh satu gelas tersebut.


"Aku sudah meminumnya jadi cepat kamu minumlah!"pinta Bagas dengan memberikan satu gelas satunya pada Revi.


"Baiklah!"


Tanpa Revi curigai sama sekali, dengan perlahan-lahan revi pun mulai meminum minuman itu dengan santai dan meneguknya sampai habis.


"Aku sudah meminumnya jadi apa kamu sudah siap?"tanya Revi yang menunjukkan senyum lepasnya pada Bagas.

__ADS_1


"Seperti yang kamu lihat aku sudah siap,"timpal Bagas yang ikut membalas senyuman Revi.


Tatapannya yang semakin menjadi sesaat ia memperhatikan bibir mungil yang dimiliki Gadis cantik yang sudah berada dihadapannya, sedangkan Revi sendiri tidak tahu perasaan apa yang dirasakannya saat ini, ia tambah semakin mendekat lagi ... Dan lagi.


"Ada apa ini dengan hatiku? Kenapa Bagas memberikan perhatian bahkan lebih seperti ini kenapa aku malah jadi merasa sangat bahagia? Apa setelah lama tidak pernah tersentuh aku sedikit gugup jika harus melakukan hubungan seperti ini padanya? Atau mungkin perasaan ini membuktikan jika aku sungguh-sungguh ingin melakukannya?"batin Revi dengan pandangannya yang terus saja memandangi Bagas.


Ikut merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menindihnya tepat diatasnya.


Revi yang menyadari jika Bagas tambah semakin mendekati dirinya. Dan tak segan-segan ingin melahapnya secara habis-habisan.


Dan melihat bagas yang berniat inggin menciumnya, lantas Revi dengan sigap ia langsung merangkul pundak Bagas dengan pandangannya yang sudah bersiap.


Pandangan Bagas yang sedari tadi hanya tersenyum licik dan memainkan bibir istrinya hingga berhasil menghisap l3h3r Istrinya secara ba*i buta.


"Aw, kamu? Kenapa kamu mengigit-ku?" tanya revi dengan tatapan manjanya.


"Maafkan aku sayang. Aku janji setelah ini aku tidak akan melukaimu lagi," balasnya dengan senyumannya.


"Apa kamu sudah siap sayang?" tanya bagas mencoba meyakinkannya.


"Iya aku sudah siap tapi bisakah kamu pelan-pelan," balasnya yang sedikit malu.


"Kamu tenang saja aku tidak akan menyakitimu sayang aku janji. Saat ini aku merasa tubuhku sudah mulai merasa panas aku rasa obat perangsang itu sudah mulai terpengaruh," balas Bagas yang kemudian ia pun mendapatkan Kecupan bibir dari Revi.


"Seperti yang kamu alami aku juga merasa sedikit pusing, aku rasa ini juga terpengaruh akan obat perangsang itu jadi aku sudah siap! Aku sudah siap jika malam ini kamu akan menguasai ku sayang aku sudah siap!" Mematikan lampu meja yang berada diatas nakas sampingnya, Revi yang sudah terlihat mulai hilang sedikit kesadarannya ia memandangi wajah Bagas layaknya seperti sedang memandang Alex.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2