ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 40" Masuk jebakan " )


__ADS_3

Dalam sebuah tempat yang lebih tepatnya didalam sebuah ruangan terdapat-lah seorang Wanita yang telah tertidur pulas diatas ranjang putihnya dengan kondisi tubuh yang tanpa adanya pakaian yang menutupi tubuh polosnya sekalipun. Mengerakkan keduanya matanya, seseorang itu nampak sedikit linglung setelah membuka kedua matanya mendapati disekelilingnya sangatlah sepi tanpa adanya seorang pun.


Setelah sedari malam seseorang itu yang tak lain Revi yang belum kunjung terbangun dari tidurnya, akhirnya sekarang dia pun telah terbangun juga, akan tetapi sesaat dia terbangun. dia pun dibuat terkejut dengan kondisinya yang tidur tanpa mengunakan sehelai baju yang menutupi tubuh polosnya, bisa dibilang dia dalam keadaaan bertel4nj4ng


"Astaga apa yang barusan terjadi padaku? Kenapa aku bisa sampai tidak mengenakan pakaian sama sekali seperti ini? Kenapa aku bisa bertelanjang seperti ini didalam kamar ini apa yang terjadi?" Bangkit dari tempat tidur dan memungut satu persatu pakaiannya yang pada berserakan dilantai, dirinya lalu mengingat kejadian pada malam tadi, sembari mengenakan pakaiannya dirinya nampak tersenyum.


"Iya aku baru ingat! Kan tadi malam aku dan juga Bagas bertekad untuk melakukan hubungan itu? Kita memutuskan untuk sama-sama meminum obat per4ngs4ng makanya sekarang aku dalam keadaan seperti ini, Bagas rupanya benar-benar melakukannya?"


Berjalan dengan wajah senyum tipis yang terukir dari raut wajahnya, dirinya yang bergegas keluar mencari jejak akan dimana Bagas berada, ia melihat Bibik yang terlihat sibuk menata menu makanan yang sudah tersaji rapi diatas meja makannya, Revi tanpa berkata ia lantas langsung menghampirinya.


"Bik?"ucapan yang akhirnya keluar dari mulut si wanita, berpaling dari suara itu Bibik lantas menghampirinya.


"Iya nyonya ada apa? Sekali lagi maaf saya tidak membangunkan nyonya hinga se'siang ini karena semua itu suruhan dari Tuan Bagas. Dia melarang saya untuk jangan masuk kedalam kamar sebelum nyonya terbangun jadi saya tidak berani untuk masuk atau pun membangunkan nyonya jika tanpa atas perintah Tuan maafkan saya! Maafkan saya sekali lagi jangan marahin saya nyonya maafkan saya!"


"Jadi tuan Bagas yang menyuruh anda untuk jangan masuk kedalam kamar?"tanya Revi.


"Iya Nyonya, seperti yang saya ucapkan tadi,"ucapnya yang masih menundukkan kepalanya.


"Iya gak papa Bik, saya tau apa maksud tuan Bagas melakukan semua itu, jika Bibik mau saya sendiri yang akan merasa sangat malu jadi sudah jangan dibicarakan!"


"Maksudnya Nyonya?"ucapnya yang seolah-olah tak tau.


"Bukan apa-apa Bik, oh iya dimana Rasya mau pun tuan Bagas kenapa kediaman ini sangat sepi?"tanya Revi.


"Berhubung hari ini hari libur, tuan mengajak Rasya untuk jalan-jalan katanya nyonya baru aja melakukan pekerjaan yang berat jadi tuan mengajak den Rasya agar nyonya tidak merasa kecapean?"balas Bibik.


"Bagas? Ternyata kamu se'pengertian ini sama aku?"gumam Revi yang tersipu malu, pergi dari pandangan Bibik, Bibik yang melihat tingkah Revi ikut menunjukkan senyuman sinisnya.

__ADS_1


Kembali masuk kedalam kamarnya, melihat sisi rumah dengan ekpresi Revi yang terlihat sangat bahagia dirinya terlihat tidak percaya dengan apa yang barusan ia lakukan tadi malam, melihat bercak merah terdapat disalah satu selimut ranjangnya dirinya sangatlah percaya jika apa yang barusan terjadi memang sungguh-sungguh telah terjadi.


Melihat wajah bahagia masih terjelas dari raut wajahnya, Revi yang berniat ingin masuk kedalam kamar mandi tiba-tiba dirinya merasa mual setelah menghirup aroma masakan Bibik yang masuk lewat celah-celah rumah ini.


"Apa yang tejadi dengan diriku kenapa aku bisa sampai mual-mual seperti ini? Ini seperti pertama kali aku mengandung Rasya apa mungkin aku hamil tapi mana mungkin Bagas kan tidak pernah menyentuh-ku kecuali hanya malam tadi? Tunggu! Alex? Apa jangan-jangan anak yang aku kandung ini anaknya Alex? Gak! Itu tidak boleh sampai terjadi aku harus periksa ke Dokter?"


"Gimana Dok apa yang terjadi dengan saya? Apa benar jika aku benar-benar mengandung karena aku rasakan rasa mual ini sama percis pertama kali aku mengandung putraku yang pertama jadi mungkinkah aku benar-benar hamil?"


"Iya Buk, dugaan Bu Revi sungguhlah benar anda memang lagi mengandung dan kini usia kehamilan Bu Revi memasuki usia 3 Minggu selamat ya?"


"Tidak! Ini tidak mungkin?"


"Kenapa Bu revi? Apa Bu Revi tidak suka dengan kabar kehamilan Bu Revi ini?"


"Bukan begitu Dok, usia anak pertama saya masih 5 tahun, saya sungguh-sungguh tidak menyangka akan hamil yang kedua kalinya sebelum ada perencanaan, aku takut kehamilan kedua ku ini mengakibatkan putra pertamaku kurang kasih sayang dan perhatian dari saya?"


"Jangan seperti itu Buk, umur 5 tahun menurut saya sudah cukup bagi si kecil punya seorang Adik jadi sekali lagi selamat?"


"Baik Buk silahkan!"


"Kenapa situasinya jadi seperti ini? Baru juga hubungan aku dengan Bagas kembali normal sekarang muncul masalah baru, jika Bagas tau aku hamil anak Alex apa yang akan dia lakukan apa dia sungguh-sungguh akan memberikan aku kesempatan kedua? Ataukah dia akan memilih meningalkan aku disaat aku telah mengandung anak dari Pria lain? Belum lagi?"


Bruk


Suara jatuhan sesuatu telah terdengar, Revi yang merasa terkejut pandangannya akhirnya tertuju pada seseorang itu yang tak lain adalah Bintang yang tanpa sengaja telah ia tabrak ketika berjalan dalam jalan berlawanan.


"Astaga maaf aku tidak sengaja maafkan aku!"ucap Bintang.

__ADS_1


"Tidak apa-apa aku baik-baik saja kok,"balasnya beralih keduanya pun sama-sama menatap satu sama lain.


"Anda Istri dari Bagas kan?"tanya Bintang.


"Iya Nyonya saya istri Bagas, senang bertemu dengan nyonya!"


"Tunggu surat apa itu!"beralih Bintang pun membungkuk, melihat surat tersebut.


"Anda hamil?"tanya Bintang.


"Iya nyonya seperti yang anda lihat saya sekarang lagi hamil,"balasnya.


"Maaf bukan maksud saya tidak sopan aku tidak hanya berniat ingin membantu anda untuk mengambilnya, selamat! Selamat atas kehamilan anda saya rasa Bagas harus tau soal ini karena dia pasti sangatlah bahagia mendengar kabar kehamilan istri tercintanya."


"Iya nyonya saya juga sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa tanggapan dari Bagas, dia pria yang sangat romantis dan sangat pengertian jadi aku rasa setelah dia tau aku sedang hamil dia pasti akan menomor satukan diriku dan itulah yang membuatku sangatlah bahagia sekarang."


"Anda sangat-sangatlah beruntung memiliki pria seperti Bagas! Selain baik dia juga penyayang jadi untuk kali ini pertahankan dia, pertahankan dia jika kamu tidak mau kehilangan dia untuk yang kedua kalinya!"


"Iya nyonya saya cukup menyesal dengan semua kesalahanku yang dulunya pernah aku perbuat. Jadi sekarang ini aku ingin membenahi semuanya, aku sadar Bagas sangatlah berarti bagi saya jadi saya tidak akan mengecewakan yang kedua kalinya aku janji aku akan mempertahankannya biar bagaimana pun keadaannya nanti,"balasnya yang mampu tersenyum tipis.


"Baiklah aku masih ada banyak pekerjaan saya pamit permisi jaga kondisi kamu dan jaga kandungan kamu ini,"


"Iya nyonya sekali lagi terima kasih atas dukungannya,"balas Revi.


Beranjak dari pandangan Revi, Bintang kemudian kembali melanjutkan langkahnya.


"Benar yang dikatakan nyonya Bintang aku harus memperbaiki semuanya? Dulu selama hampir 6 tahun aku telah berhasil menyembunyikan rahasia besar ini jadi apa mungkin untuk kali ini aku tidak bisa menjaga rahasia ini lagi?"batinnya dengan senyum licik.

__ADS_1


"Apa dia benar-benar mengandung anak Bagas ataukah anak yang dia kandung anak dari Pria bernama Alex itu?"batin Bintang yang merasa ingin bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


BERSAMBUNG.


__ADS_2