ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( 34 " Rencana berhasil " )


__ADS_3

Malam telah tiba, Andra mau pun Bagas yang sudah berada didalam mobil telat didepan apartemennya, keduanya sama-sama menatap kearah rumah sakit dengan tatapan licik.


"Apa kamu sudah siap!"tanya Bagas dengan melirik kearah Andra.


"Seperti yang kamu lihat aku sudah siap!"balas Andra yang akhirnya keduanya pun turun dari dalam mobil, membagi tugas.


Melakukan tugas yang dibagi dua, Bagas yang mengikuti langkah dari pengurus bagian keamanan cctv, dirinya yang melihat sasaran sudah ada didepan matanya, dirinya yang dengan sengaja menabrak seseorang itu hingga sebuah kartu yang terdapat dari sakunya pun terjatuh.


Mengambil dan menggantinya dengan kartu lain, seseorang itu yang tanpa ada kecurigaan berniat akan pergi dari pandangannya tapi belum juga ia pergi Bagas menghentikan langkah dari seseorang itu.


"Maaf pak kartu anda terjatuh?"ucap Bagas yang akhirnya seseorang itu berbalik menatap Bagas, sedangkan bagas sendiri memberikan kartu yang sama percis tapi kode yang asli sudah ada pada dirinya.


"Astaga makasih, kita tadi tidak sengaja bertabrakan makanya kartu ini bisa terjatuh jadi sekali lagi terima kasih!"


"Iya sama-sama pak, ya sudah mari saya tingal dulu!"


"Baik mas.


"Satu rencana berjalan sesuai rencana,"ucapnya dengan senyum liciknya.


Melanjutkan perjalannya, bertemu dengan seseorang yang melemparkan sesuatu berwarna putih tepat kearahnya sekaligus berhasil ia tangkap dengan sempurna. Bagas yang kemudian masuk disalah satu toilet untuk menganti pakaian. Tak menunggu waktu lama seseorang laki-laki berpakaian putih layaknya seorang dokter pun keluar dari dalam toilet tersebut dengan wajah tampannya, melangkahkan kakinya pergi dari tempat ini tanpa adanya seseorang yang mencurigai.


Dalam perjalanan menulusuri bariton Rumah sakit terdapat juga satu pria yang tak lain dirinya adalah Andra yang juga melakukan sandiwara dengan berpura-pura menjadi seorang cleaning servis , sembari menggenakan masker yang menutupi sebagian wajahnya, keduanya terlihat memicingkan mata satu sama lain.


"Apa kamu sudah siap?"tanya Bagas.


"Iya aku sudah siap, sekarang tugas kamu alihkan penjaga tadi yang berniat ingin masuk!"


"Baiklah.


"Itu sasaranku!"ucapnya dengan tersenyum sinis, melihat target ada didepan katanya ia berpura-pura sedang berjalan membawa satu gelas cangkir kopi dingin. Menabrakkan dirinya hinga kopi itu pun tumpah tepat mengenai baju di petugas tersebut.

__ADS_1


"Astaga maafkan aku pak! Maafkan aku sini biar aku yang mencucinya maafkan aku!"


"Tidak apa-apa ini hanya tumpah sedikit nanti juga akan kering sendiri!"


"Tidak bisa! Jika ini terus dibiarkan baju bapak akan sangat sulit untuk dibersihkan jadi lepaskan saja biar aku yang mencucinya lepaskan saja!"


"Tidak usah, ini tidak terlalu kotor nanti aku bisa bersihin sendiri jadi permisi aku ingin pergi!"ucapnya yang berniat akan pergi tapi Andra menghalanginya dan terus menghalanginya hingga penjaga itu pun bingung dengan sendirinya.


"


"


Setelah berhasil mendapat kode sidik jari dalam ruangan untuk bisa memeriksa Cctv disini, satu persatu Bagas pun memperhatikan setiap gerakkan pemutaran video yang sedari tadi belum juga muncul akan tanda-tanda.


"Tanggal dimana Nyonya Bintang hampir dicelakai barulah kemaren, tapi kenapa di rekaman ini tidak ada rekaman videonya, apa mungkin mereka telah menghapusnya? Atau mungkin aku yang terlalu gugup dan tidak konsen memperhatikannya aku harus melihatnya sekali lagi!"


Perlahan-lahan Bagas pun memutar kembali. Sesaat ia melihat dan memperhatikannya secara serius terdapat lah rekaman yang memperlihatkan seorang laki-laki yang barusan saja turun dari mobil tapi sayangnya platnya tidaklah jelas dalam rekaman. Mengenakan jaket hitam, masker hitam yang sangatlah percis dengan seseorang yang menyelinap masuk kedalam.


Kling


Bunyi beberapa pesan masuk lewat pesan WhatsApp Nya.


"Cepat keluarlah pria itu berniat akan pergi dari pandangan ku setelah aku berusaha mencoba menahannya?"


"Usahakan 10 menit lagi aku akan segera keluar!"


Menyalin dan mengunduh beberapa rekaman dari tujuh hari sebelum kejadian itu terjadi. Bagas akhirnya berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan, setelah mendapatkannya ia keluar dari ruangan tersebut tanpa adanya seseorang yang mencurigai akan gerak-geriknya.


Tatapannya berpaling pada Andra yang masih berusaha menghentikan langkah petugas itu dengan segala cara. Menghampiri, seolah-olah sangatlah dekat dengan petugas tersebut.


"Ini ada apa?"tanya Bagas beralih tatapan keduanya berpaling darinya.

__ADS_1


"Ini Dok tadi saya tidak sengaja menumpahkan minuman ini pada pakaian penjaga ini? Karena merasa sangat bersalah aku berencana ingin Menganti dan mencucinya tapi beliau menolak keras?"


"Apa itu benar?"


"Iya yang dikatakan Pria ini memanglah benar Dok, dia tidak sengaja menumpahkan minuman ini tapi aku sendiri tidak mempermasalahkannya dan tidak mau meributkannya tapi entah kenapa dia malah mencoba menahan ku dan bersikeras ingin membersihkannya?"


"Aku rasa pak penjaga tidak perlu pedulikan apa mau dia? Dengar-dengar dia ini laki-laki stres yang kehilangan Istrinya makanya pihak rumah sakit ini mau berbaik hati mengijinkannya untuk kerja tanpa adanya upah jadi sekarang imbasnya jadi seperti ini jadi lupakanlah dan maafkan pria ini dia cukup memprihatinkan jadi maafkan dia pak!"


"Stres?"tanya penjaga dengan tatapan melotot-nya pada Pria itu.


"Apa yang dia bilang kenapa dia malah bilang kalau aku stres?"batin Andra yang merasa kesal.


"Pantes sedari tadi ia menahan ku dengan alasan tidak jelas, ya sudah alangkah baiknya dia dibawa ke-rumah sakit jiwa saja biar tidak merepotkan banyak orang, ya sudah saya permisi!"


"Tunggu!"ucap Bagas yang spontan memperhentikkan langkah petugas itu.


"Ada apa? Apa saya perlu membantu membawa pria ini ke rumah sakit jiwa?"tanya petugas dengan sedikit wajah kesalnya.


"Bukan itu pak, kartu anda terjatuh tadi,"ucapnya dengan jarinya yang menunjuk kearah bawah.


"Astaga pasti gara-gara pria ini tadi makanya sampai terjatuh, baiklah terima kasih sudah diberitahukan!"


"Iya sama-sama Pak dan anda? Anda perlu pengobatan jadi ikutlah aku!"ucap Bagas dengan merangkul Andra, Andra yang merasa tak nyaman ia hanya menatapnya dengan tatapan pasrah.


Pergi dari rumah sakit ini tanpa meninggalkan jejak, Bagas mau pun Andra yang sudah berada dalam satu mobil, tatapan Andra seketika terlihat menajam memandang kearah Bagas yang menuduhnya tidak waras.


"Apa maksud kamu menuduh-ku tidak waras? Apa dari tampang ku ini kelihatan kalau aku tidak waras?"tanya Andra dengan wajah kesalnya.


"Sudah! Sekarang bukan saatnya untuk membahasnya. Aku harus pergi karena ada tugas kedua yang harus aku jalankan sendiri. Dan soal rekamannya tenanglah aku sudah berhasil mendapatkannya jadi terima kasih atas kerja samanya,"ucap Bagas dengan tersenyum lega.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2