ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
80 " Kesadaran mulai terlihat "


__ADS_3

Lagi asyiknya nonton tv, dirinya tidak sadar jika dibawah sofa tempat ia terduduk santai, ular kobra yang tadi perlahan-lahan mulai mengarah kearah kakinya. Dirinya yang sama sekali tak menyadari hanya menikmati tontonan, dan akhirnya kakinya yang tak sengaja menginjak badan ular itu, ular itu kemudian memberikan satu gigitan tepat mengenai tangan kanannya.


Terkejut ada ular besar diruang tamunya, dirinya yang seketika berteriak langsung mengagetkan Sandra mau pun Bintang yang tadinya sibuk sama urusan masing-masing.


"Ular ...."


"Ular ...."ringisnya sembari memegang tangan kanannya yang habis tergigit.


"Astaga Mama?"tanya Sandra, pandangannya yang mengarah pada arah ular kobra yang masuk pada salah satu ruangan, dirinya lalu menguncinya dari luar.


"Astaga Ma ada apa kenapa Mama berteriak?"tanya Bintang yang spontan langsung menghampirinya.


"Ada ular kobra? Ular itu masuk kedalam ruangan itu aku langsung menguncinya tadi,"ucap Sandra.


"Untuk sementara jangan ada yang masuk kedalam kamar ini jika tidak ingin mendapatkan gigitan itu, Mama? Tangan Mama tergigit?"tanya Bintang dengan cemasnya.


"Apa yang kamu lakukan jangan sentuh aku?"ucap Mamanya yang langsung mendorong Bintang.


"Mama! Bukan saatnya Mama membangkang, luka gigitan ini jika tidak segera ditangani dengan benar akan terjadi infeksi apa Mama mau tangan kanan Mama akan diamputasi jika infeksinya sudah menyebar kemana-mana?"tegas Bintang.

__ADS_1


"Kita harus membawa Mama ke-rumah sakit!"


"Mama jangan cemas, Bintang mohon sama Mama kali ini saja Mama jangan cemas, ikuti apa perintah Bintang! Semakin Mama cemas racun dari ular itu akan lebih cepat penyebar kepembuluh darah Mama dan bagian yang lainnya jadi Bintang mohon Mama jangan cemas dan Bintang juga Minta Mama jangan mengerakkan tangan Mama yang habis terkena gigitan karena itu akibatnya akan fatal. Aku bakal mengambil dua papan kayu kecil untuk mengikatkan pada tangan Mama.


Melakukan pertolongan pertama dengan mengikat kedua sisi tangan kanan Mamanya mengunakan papan kayu kecil. Dan merendahkan tangan akibat gigitan agar tidak sejajar dan banyak melakukan pergerakan. Bintang akhirnya membawa Mamanya pergi ke-rumah sakit untuk diberikan penangangan lebih lanjut.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


"Gimana Dok keadaan Mama? Apa Mama, dia baik-baik saja?"tanya Bintang.


"Seperti yang anda lihat kondisi Mama anda sudah cukup membaik dan untungnya juga anda dengan sigap membawa dan memberikan pertolongan pertama jadi penyebarannya masih bisa teratasi, saran saya untuk sementara waktu anda jangan biarkan Mama anda banyak bergerak terutama pada tangan kanan yang habis mengalami gigitan agar pembengkakan tidak terjadi,"ucap Dokter.


"Iya sama-sama ya sudah mari saya tingal dulu


"Baik Dok.


"Untung saja Mama masih bisa diselamatkan karena gigitan ular itu, tapi yang jadi permasalahannya siapa seseorang yang menaruh ular kobra dalam rumah apa mungkin ular kobra itu datang sendiri sedangkan Rumah yang kondisinya selalu dalam keadaan tertutup tidak pernah terbuka sekali pun sudahlah aku lihat Mama dulu,"ucapnya tak lama ia pun masuk kedalam salah satu ruangan yang ditempati Mamanya. Tatapan Mamanya yang menunjukkan tatapan misteriusnya membuat Bintang yang baru aja masuk pun buka mulut


"Kenapa Mama melihatku dengan tatapan seperti itu?"

__ADS_1


"Jawab pertanyaan-ku apa alasan yang membuatmu mau menolongku bukankah selama ini aku sudah jahat bahkan selalu memperlakukan-mu dengan kasar tapi kenapa? Tapi kenapa kamu masih mau menolong-ku dan repot-repot mau membawaku kemari kenapa?"


"Apa Mama memang ingin tau apa alasan utama aku pembawa Mama kesini dan repot-repot seperti ini? Alasan utama karena aku tidak mau kecelakaan yang sudah aku alami pada keluarga-ku terulang lagi. Mama, aku dan Papaku dulu mengalami kecelakaan yang hebat, keduanya dalam kondisi sangat memprihatinkan darah yang bercucuran dari keduanya telah membuat rasa traumaku sampai sekarang masih menghantuiku.


Bahkan setiap kali mengingat bayang-bayang gimana aku sama sekali tidak berguna karena tidak bisa menolong mereka. Dan tak bisa melarikannya ke-rumah sakit secara langsung, itulah yang membuatku tidak bisa berdiam diri seperti ini.


Bahkan menerima kenyataan keduanya meninggal karena terlambatnya mendapat penanganan, jadi itulah yang membuatku jadi seperti ini. Biar pun Mama sudah jahat bahkan tidak pernah menganggu-ku layaknya seorang menantu pada umumnya dan hanya menganggap-ku layaknya seperti seorang pembantu bahkan seperti sampah aku tidak perduli Ma, aku sudah pernah melalui semuanya, kondisi Mama masih belum pulih total jadi aku sarankan Mama untuk tetap istirahat dan jangan banyak bergerak aku harus pergi!"


Ucapnya yang akhirnya ia lontarkan, berlalu pergi dari pandangan Mertuanya, bagaikan petir yang menyambar disiang bolong tanpa adanya angin mau hujan lebat yang datang. Mertuanya yang secara langsung dan nyata, ia akhirnya berhasil menitihkan air matanya setelah mendengar semua curhatan dari mulut seorang Wanita yang dimana Wanita itu sangatlah ia benci.


"Bodohnya aku karena baru sadar jika Bintang tidak seperti Wanita yang selama ini aku pikirkan? Bodohnya aku setelah aku baru sadar setelah semuanya terlambat. Bahkan melihat kondisiku yang sekarat dan tidak berdaya ia tanpa berfikir yang keduanya kalinya mau menolong-ku tanpa berfikir jika akulah orang yang selama ini telah membuatnya sangat menderita maafkan aku Bintang maafkan aku!"


Terduduk disalah satu kursi taman sembari air matanya yang tak henti-hentinya mengalir dari kedua sudut matanya. Ia berusaha mengusap beberapa kali agar air mata ini tidak terus-menerus mengalir tapi tindakannya nyatanya tak membuahkan hasil.


"Kenapa Bintang? Kenapa kamu jadi cengeng gini apa kamu lupa keluarga mereka sudah banyak membuat-mu terluka bahkan tanpa hentinya memberikan penderitaan secara bertubi-tubi tapi kenapa hatimu masih mampu untuk menolongnya kenapa?"


"Bintang?"ucap seseorang yang tiba-tiba datang dari arah belakangnya.


"Kamu?"ucap Bintang lalu ia pun berdiri dari tempat ia terduduk tadi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2