
Keesokan paginya Bintang mau pun Bagas yang berada didalam ruangan yang sama, Bintang yang terlihat sibuk menanda tangani beberapa laporan kerja, sedangkan Bagas sendiri terlihat sibuk akan urusan beberapa laporan kerja yang menumpuk diatas mejanya.
Ruangan yang hanya ada dua seseorang tanpa adanya suara sahut bersahutan membuat keheningan terjadi. Tak lama ketukan pintu telah terdengar dari luar ruangan, pandangan keduanya yang beralih pada sauda itu, Bintang mengijinkan sesuatu pun masuk.
Dan siapa sangka seseorang itu yang tak lain adalah Andra, dengan raut wajah cemasnya yang membuat Bintang akhirnya beranjak dari tempat ia terduduk tadi.
"Andra apa yang terjadi kenapa wajah kamu terlihat cemas ada apa?"
"Itu Nyonya? Istri dari Bagas datang kesini, saya rasa dia berniat ingin menemui Bagas jadi gimana? Apa yang harus saya lakukan?'
"Untuk apa dia datang kesini? Apa dia sama sekali tidak percaya dengan ucapan yang barusan aku katakan kemaren dan berniat ingin mengetesnya hari ini juga?"
"Kita tidak ada waktu, cepat kamu pakai jas ini dan kita bertukar lah tempat duduk ayo!"
"Ba ... Baik,"ucap Bagas yang terlihat gugup.
"Sekarang tugas kamu suruh dia masuk karena kita sudah siap!"
"Baik Nyonya." Segera pergi dari ruangan ini secara terburu-buru, Bintang mau pun Bagas kemudian bertukar tempat duduk.
"Sebentar lagi Istrimu bakal datang jadi bersiaplah! Agar rencana kita berjalan sesuai rencana aku akan keluar jadi persiapkan dirimu!"tanpa mengatakan sepatah kata lagi pada Bagas, dirinya segera keluar dari ruangan ini sebelum tiba akan kedatangan Revi.
Setibanya Bintang keluar, tiba-tiba pintu terbuka secara langsung dan nampak seseorang Wanita mengenakan sepatu hak tinggi yang terlihat mulai menghampirinya.
__ADS_1
"Revi? Untuk apa kamu datang kesini?"
''Sayang maafkan aku! Aku akui aku salah tapi aku mohon maafkan aku atas semua kesalahan aku aku mohon!"
''Apa kamu bisa berkata seperti ini karena pada dasarnya kamu hanya tergoda akan kekayaan yang aku miliki saat ini? Kamu berkata dengan manisnya karena kamu hanya menginginkan akan semua kekayaan yang berhasil aku miliki seperti sekarang ini kan?"
''Aku tau apa yang sudah aku lakukan sudah sangat menyakiti kamu sayang. Setelah semuanya terjadi aku sudah bisa berfikir dengan jernih termasuk meningalkan alex. Aku janji setelah apa yang terjadi aku tidak akan pernah mengulanginya lagi aku mohon maafkan aku! Maafkan aku!"
''Baiklah aku lihat kamu memang sudah mulai berubah! Aku akan memaafkan kamu dan memberikan kamu kesempatan kedua tapi sadarlah aku memberikan kamu kesempatan karena aku masih berfikir rasya masih butuh kamu jadi selain itu aku harap kamu mengerti!"
''Baiklah aku tau tidak semudah bagimu memberikan aku pintu maaf semudah itu, tapi aku janji demi rasya dan hubungan rumah tangga kita aku akan memperbaiki semuanya aku janji!"
''Kali ini aku pegang janji kamu, oh iya aku masih sibuk karena masih banyak urusan kantor yang harus aku tanda tangani kamu tidak keberatan kan kalau kamu pergi dari ruanganku ini?"
''Baikah aku kan pulang lebih cepat ,"ucapnya.
''Baiklah ya sudah kalau gitu aku pergi dulu!"Memberikan satu kecupan pada pipi kanan Bagas, Revi nampak puas dan tersenyum dengan lepas tapi tidak dengan Bagas yang terlihat hanya menunjukkan sikap biasanya. Bahkan keluarnya Revi dari ruangan ini mamou membuat dirinya sangatlah lega.
''Aku tidak bodoh Revi aku tau kamu bersikap seperi ini atas dasar kekayaan palsu ini aku tau!"
''Hanya laki-laki bodoh-lah yang akan kembali pada Wanita seperti itu?"timpal seseorang yang seketika langsung menimpali pembicaraan Bagas barusan.
"Apa maksud kamu?"
__ADS_1
"Penyakit yang dulunya sudah terdapat dalam diri Istrimu akan sangatlah susah untuk disembuhkan, coba pikirkan baru sehari kamu menunjukkan jati dirimu yang seolah-olah mendapatkan semua kekayaan termasuk CEO dari perusahaan ini dan yang terjadi kamu lihat sendiri kan? Dia hanya menginginkan kekayaan kamu jadi harusnya kamu sadar!"
Aku akui aku tidak punya hak untuk melarang kamu, mau berpisah atau pun masih ingin kembali itu hak kamu sendiri jadi menurutku kamu juga bisa berfikir apa yang harus kamu lakukan sekarang ini, ya sudah dia sudah pergi jadi kita tukar kembali tempat duduk kita dan lanjutkan pekerjaan kamu!"
Melepaskan jas yang tadinya dia pakai dengan sangatlah rapi, Bagas yang pindah dari tempat duduk asalnya, sedangkan Bintang yang berniat ingin kembali duduk pada tempat semula, pandangannya sedikit buram dengan berbarengan adanya rasa sakit kepala yang tiba-tiba terlintas, dirinya tak sengaja menabrak meja yang sudah sejak sedari dulu terpampang disana.
Menyadari bibir Bintang yang sedikit pucat dari biasanya, Bagas seketika langsung menghentikan langkah dimana Bintang akan terduduk tadi.
"Nyonya kenapa apa nyonya sedang sakit?" Ucapan yang keluar dari mulut Bagas, memegang kening Bintang mendapati tubuh Bintang sangatlah panas, wajah cemasnya tiba-tiba terlihat dari raut wajah Bagas saat ini.
"Nyonya sedang sakit? Nyonya demam pasti karena kehujanan kemaren kan?"
"Sudahlah aku tidak apa-apa aku sudah biasa basah-basahan jadi kamu janganlah khawatir. Aku juga sudah terbiasa sakit sejak sedari kecil Jadi kamu tidak perlu pedulikan soal ini cepat lanjutkan pekerjakan kamu!"
"Tapi Nyonya?"
"Aku tidak perduli jika harus menahan rasa sakit ini? Bagiku menahan rasa panas yang menyerang-ku sudahlah jadi hal biasa yang sering aku alami. Bahkan menahan rasa sakit akibat serangan kanker otak beberapa tahun yang lalu aku mampu menahannya seorang diri, jadi apa mungkin hanya terkena gerimis sekaligus setetes hujan yang melanda aku akan langsung lemah tidak! Itu tidak akan pernah terjadi jadi sudahlah lanjutkan pekerjaan kamu!"
BERIKUT REKOMENDASI CERITA BARU 👇👇
BERSAMBUNG.
__ADS_1