ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
41 " Penyebab utamanya "


__ADS_3

Keduanya yang sama-sama berada dalam satu mobil yang sama, tapi tak terdengar akan suara sahutan yang dilakukan keduanya.


Tristan yang fokus akan laju kendaraannya sedangkan Bintang yang masih penasaran dengan siapa sebenarnya Pria disampingnya, ia hanya menatapnya dengan tatapan penasaran yang akhirnya mulai membuka pembicaraan setelah merasa suasana hening yang terjadi diantara mereka.


Sedangkan Tristan yang melihat Bintang sedang memperhatikannya satu ucapan pun akhirnya ia lontarkan padanya.


"Kamu kenapa menatapku dengan tatapan seperti itu?"tanya Tristan dengan pandangannya yang masih fokus pada arah depannya. Bintang yang mendengar akan ucapan Tristan ia kemudian menyahutnya.


"Apa kamu habis kecelakaan sehingga otak kamu jadi geser seperti sekarang ini?"tanya Bintang yang seketika pandangan Tristan beralih menatapnya.


"Maksudmu?"tanyanya dengan wajah garangnya.


"Aku tahu kamu tidak sebaik seperti yang kamu lakukan tadi. Bahkan kamu juga sering menyiksaku dengan tangan kasar-mu, tapi kenapa dengan tiba-tiba kamu melawan penjahat itu sampai melaporkannya kepolisi bukankah itu tidaklah aneh?"


"Apa tidak ada pertanyaan mau pun pembahasan lain dari pembahasan kita sekarang ini. Dan langsung intinya saja apa kamu sudah gila? Apa kamu sudah gila karena dengan beraninya melawan penJahat itu dengan tangannya kosong-mu. Bahkan kamu tidak bisa bela diri tapi kenapa kamu malah ingin mempertaruhkan nyawa kamu hanya untuk mereka apa kamu itu tidak bisa berfikir dengan jernih? Apa kamu ingin mati ditangan Pria kejam tadi?"

__ADS_1


"Kamu kenapa malah membahas soal itu kamu belum menjawab pertanyaan ku kenapa bisa kamu mengalihkan pada pembicaraan yang lain? Dan membahas soal pria kejam bukankah dirimu tidak kalah jauh dengannya jadi untuk apa kamu masih bertanya dan membicarakan soal pria kejam?"


"Baiklah jangan bahas lagi soal ini!"timpalnya dengan nada kesal.


"Entahlah kadang aku sama sekali tidak percaya dengan apa yang aku lihat tadi? Selama ini aku tau kamu pria kejam yang bisa melakukan apa aja demi uang, tapi hari ini kamu bahkan sudah berhasil membuatku tidak percaya dengan siapa kamu yang sebenarnya? Bahkan aku kadang berfikir kamu itu punya kepribadian ganda karena bisa bersikap baik mau pun bersikap sebaliknya entahlah itu yang membuatku bingung, tapi selain itu ada sesuatu yang ingin aku tanyakan? Aku ingin tanya mengenai siapa sebenarnya Erlangga karena jujur aku masih belum paham dengan masalah kamu ini? Bahkan yang masih membuatku ingin bertanya-tanya siapa yang salah dan menjadi korban karena hal ini kamu ataukah Pria bernama Erlangga itu?"


"Jika kamu tidak tau siapa sebenarnya Erlangga dan tidak tau seperti apa permasalahan yang terjadi diam-lah!"


"Terus kamu pikir dengan kata diam kamu mampu membungkam semuanya?"tanya balik Bintang pandangan keduanya yang tak juga teralihkan setelah Tristan yang mengucapkan sesuatu yang membuat Bintang berdecak kaget akan balasan yang dilontarkannya.


Dia Erlangga Wijaya mungkin bisa dibilang hubungan kita sangatlah dekat karena aku dan juga dia adalah teman dekat sewaktu kita masih duduk di bangku SMP sampai kejenjang SMA. Dan selama itu kita sering melakukan apa-apa berdua mulai dari kerja kelompok makan dan yang lainnya, dia sudah aku anggap sudah seperti saudara kandungku sendiri begitu juga sebaliknya karena kedekatan kita jauh berbeda dengan kebanyakan orang seperti seorang sahabat.


Ketampanan dan kekayaan yang dimiliki Papaku lah yang membuat rasa kagumnya semakin menjadi dan terobsesi untuk bisa memiliki Papaku seutuhnya.


Cepat berjalannya waktu, sewaktu aku masuk kejenjang kuliah, akhirnya aku telah mengetahui semua fakta ini jika secara diam-diam Papaku juga tergoda akan body mau pun kecantikan yang dimiliki Mamanya Erlangga, hinga secara diam-diam mereka melangsungkan pernikahan secara siri tanpa seijin mau pun pengetahuan dari Mamaku yang dimana dirinya masih Syah menjadi Istrinya.

__ADS_1


Kehancuran akan persahabatan yang sudah kita jalani bertahun-tahun hancur lebur setelah aku tahu jika Erlangga sudahlah tau mengenai rahasia dan hubungan gelap dari Mamanya. Bahkan dengan percaya tanpa ada rasa bersalah sekali pun, ia merestui dan mengijinkan Mamanya untuk menikah dengan seorang Pria yang dimana Pria itu sudah memiliki seorang Istri dan kedua anak.


Kehancuran lantaran sahabat terbaikku telah mengkhianati-ku lah yang mungkin telah menjadikan aku menjadi Pria kasar seperti ini. Karena setiap harinya aku tau dan melihat sendiri pertengkaran seperti apa yang dilakukan oleh keduanya, air mata dan rasa sakit akibat penghianatan yang dirasakan Mama sewaktu terus berdebat dan berdebat tanpa henti aku tahu semuanya.


Bahkan Erlangga setelah mengetahui semuanya ia seakan-akan hilang menjadi debu yang entah hilang kemana, merebut kasih sayang dari Papaku yang dulunya hanya terbagi oleh Adik kecilku, melihat Mama yang setiap harinya menangis bahkan istri keduanya berniat ingin menguasai semua kekayaan bukankah itu sudah terbilang seperti halnya sudah jatuh tertimpa tangga jadi itulah. Jadi sekarang terserah kamu mau bilang dalam hal ini aku yang salah atau pun aku yang berkhianat aku tidak perduli jadi lupakanlah dan anggap aja apa yang aku katakan barusan hanyalah uap yang tertiup angin jadi lupakanlah


Setelah berkata sejujurnya mengenai permasalahan yang terjadi, Bintang yang sudah menjadi teman curhatnya biar pun Tristan tidak menyadarinya Bintang seakan-akan termakan akan ucapan haru yang barusan diucapkannya.


Tak berani berkata mau pun membalas sepatah kata padanya, Bintang yang hanya terdiam air matanya seakan-akan ingin terjatuh mendengar semua curhatan dari Pria kejam yang mungkin sudah mematahkan hatinya.


"Sekarang aku sadar sifat kamu menjadi kasar seperti ini, semua itu terjadi atas dorongan kehidupan kamu yang terbilang sangat suram ini. Dan sekarang aku sadar jika kamu juga salah satu korban dari keegoisan Papa kamu! Api tidak akan pernah menyala jika tidak ada korek yang bersangkutan dalam pembakaran itu begitu juga dirimu Tristan? Hatimu sudah terlanjur tersulut api yang akhirnya membuat jiwa sekaligus hati paling dalam kamu menjadi pribadi yang kasar seperti ini?"


Batin Bintang yang hanya mampu ia ucapkan dalam hatinya, memandang Tristan tanpa kesengajaan membuat lirikan Tristan yang tak sengaja meliriknya seketika menyadarkan akan lamunan Bintang yang terus saja memandangnya dengan tatapan belas kasihannya.


"Apa yang kamu sedang melamun-kan diriku mengenai ucapan aku barusan? Dan beranggapan jika diriku ini aslinya sangatlah lemah ya kan? Atau mungkin setelah aku curhat mengenai kehidupanku kamu akan mengunakan kesempatan ini untuk bisa menjatuhkan-ku?"ucapnya yang seketika menyadarkannya.

__ADS_1


"Seburuk itukah pikiran kamu terhadapku? Aku mungkin bisa melakukan apa aja termasuk memanfaatkan kesempatan tadi, tapi itu bukanlah tipeku jika aku harus menyangkut pautkan kehidupan seseorang demi sebuah kemenangan, sudahlah jangan bahas apa-apa kita pulang sekarang pasti Sandra dan Mama sedang menunggu kita,"balasnya yang memalingkan pandangannya dari Tristan.


BERSAMBUNG.


__ADS_2