ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
90 " Rencana apa lagi "


__ADS_3

Tak terima dengan tuduhan yang dilakukan Sandra mengenai dirinya. Bintang yang melihat Tristan dan Andra pergi ke-suatu tempat, dengan sedikit rasa marahnya ia membawa Sandra pergi secara paksa. Membawanya ke-salah satu taman belakang dari kediamannya yang sangat sepi tanpa ada seorang yang melihat.


"Bintang apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah membawa dan memaksaku seperti ini ada apa?"tegasnya dengan menepis tangan Bintang darinya.


"Ada apa kamu bilang? Apa maksud kamu berkata jika akulah orang yang membunuh Mama apa kamu sudah gila dan segampang itu kamu mengatakan itu tanpa adanya bukti yang jelas?"tegas Bintang secara balik.


"Astaga Bintang jadi hanya karena itu kamu marah kepadaku? Aku kan sudah bilang aku tidak pernah sekali pun menuduh-mu jika kamulah pelaku yang sudah membunuh Mama! Aku hanya bertanya apa segitu marahnya kamu? Apa dibalik sifat kamu yang tidak terima aku mengatakan itu kamu secara diam-diam telah menyembunyikan sesuatu? Atau mungkin memang benar kamulah orangnya?"ucapnya dengan sedikit menantang.


"Jaga bicara kamu! Aku selama ini sudah mau berbaik hati mau memaafkan kamu setelah kamu mengerjai-ku dengan ular itu tapi apa sekarang? Bukan rasa terima kasih yang kamu berikan ke aku tapi kamu tambah semakin keterlaluan Sandra jadi aku sadar kamu aslinya hanya memanfaatkan aku kan untuk masalah ini?"


"Bintang... Bintang akhirnya kamu masuk juga kedalam jebakan-ku, bahkan sebelumnya aku tidak pernah memikirkan cara ini tapi kamu sendirilah yang datang dan membantuku," batin Sandra dengan tersenyum sinisnya.


Sesekali Sandra pun melihat kearah belakang dan ternyata terdapatlah perekam pengintai yang sengaja dipasang ditempat ini.


"Kamera cctv? Aku lupa ada kamera pengintainya, sial berarti apa yang aku lakukan tadi sudah tertangkap basah dong, tidak aku tidak boleh gegabah dan bodoh aku harus menggatur strategi rencana baru lagi, tapi apa?"batinnya yang merasa bingung, dan kemudian pandangannya yang tertuju pada Bintang. Dan inggat dimana ia menginjakkan kakinya sekarang.


"Aku punya ide sekarang."batin Sandra.


"Aku harus pergi!"ucap Sandra tapi dengan sigap Bintang menghalanginya.

__ADS_1


"Kamu jangan halangi aku? Aku ingin pergi lepaskan aku! Lepaskan aku!"


Entah apa yang ada dipikiran Sandra saat ini, jika tadi Bintang yang berusaha menahan tangan Sandra untuk jangan sampai berhasil pergi dari pandangannya , kini malah berganti balik. Sandra yang sudah tidak lagi melakukan perlawanan dan hanya terdiam, sedangkan Bintang yang tidak sengaja ia pun telah mendorongnya dengan kasar yang akhirnya membuat Sandra pun jatuh.


"Bintang apa yang kamu lakukan kenapa kamu inggin membunuhku. Apa kamu sengaja menjebak ku ketempat ini lantaran kamu inggin merebut Tristan dariku, dan mengugurkan anak yang aku kandung apa salahku ah... perutku?"ucap Sandra yang berkata dengan sangat keras dan sesekali ia pun merintih kesakitan.


"Sandra apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah berkata seperti itu. Dan apa maksud kamu kenapa kamu jadi terduduk dibawah seperti ini?"tanya Bintang yang merasa terheran dan sangat bingung dengan tindakan apa yang dilakukan Sandra saat ini. Hingga kemudian ia pun terkejut setelah melihat darah segar yang menggalir dari kaki Sandra.


"Astaga darah."ucap Bintang yang tanpa berkata ia yang hendak inggin menghampiri Sandra.


"Tolong ... Aku mohon kamu jangan mendekat, aku mohon kamu jangan mendekat pergi! Tolong ... Tolong...?"teriak Sandra yang tambah membuat Bintang tambah semakin bingung.


"Astaga apa yang terjadi ini, kenapa anda bisa terluka seperti ini?"tanya orang-orang.


"Wanita ini menggalami pendarahan jadi cepat segeralah kita larikan ke Rumah sakit. Dan kamu ikutlah bersama kita?"pinta orang itu yang kemudian beberapa orang pun membantu Sandra untuk berjalan secara berhati-hati.


Mendengar kabar jika Sandra menggalami pendarahan, Tristan yang tanpa mau menunggu ia lantas langsung bergegas pergi ke Rumah sakit. Akan tetapi sesampainya Tristan di Rumah sakit ini, ia pun terkejut setelah tak sengaja melihat ada beberapa orang yang masih berada ditempat ini. Kemudian disusul salah dokter yang menangani Sandra.


" Maaf Dokter gimana keadaan Istri saya dia baik-baik saja kan?"tanya Tristan.

__ADS_1


"Anda tenang saja Istri tuan baik-baik saja jadi jangan cemaskan soal itu, hanya saja sekarang Istri anda masih terlihat lekas akibat pendarahan ringan tadi jadi saya mohon jaga kondisi Istri anda jika tidak ingin hal buruk terjadi lagi


"Baik Dok saya akan lebih teliti lagi menjaganya sekali lagi terima kasih! Terima kasih!"


"Iya sama-sama ya sudah mari saya tingal dulu!"


"Baiklah Dok."ucap Tristan yang sesekali ia pun memandang kearah Bintang dengan menunjukkan sedikit tatapan sinisnya.


"Bintang sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Sandra bisa sampai terluka seperti ini?"tanya Tristan yang kemudian membuat Bintang pun bingung mau menggatakan apa.


"Apa aku harus berkata jujur saja pada Tristan apa yang sebenarnya telah terjadi tadi. Aku tidak mau terkena masalah jika masalah ini akan menjadi lebih lebar lagi."batin Bintang yang baru aja ia mau menggatakan, tiba-tiba Suster pun datang.


"Maaf Pasien sedang memangil nama Tristan, apa anda orang yang bernama Tristan?"tanya sang Suster.


"Iya dengan saya sendiri."balas Tristan.


"Silahkan masuklah, Istri anda sedang membutuhkan anda."


"Baik Sus."

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2