
Didalam sebuah ruangan dan Rumah yang sangat besar dan megah situasi Rumah ini yang tadinya damai dan tidak ada suara berisik yang menganggu. Kini situasi damai itu pun berubah menjadi mencekam sesaat Tristan yang tiba-tiba datang sembawa sebuah kertas putih yang sedang ia bawa, Sandra yang melihat kepulangan Tristan ia pun langsung menghampirinya.
"Tristan ada apa? Kenapa kamu jam segini sudah pulang?"
"Iya sebenarnya sekarang masih jam kerja itu berlangsung, tapi karena aku masih ada keperluan yang sangat mendadak sekarang, Jadinya aku pun memutuskan untuk pulang terlebih dulu sekarang?"balas Tristan dengan dia yang terus-menerus menatap kearah Sandra.
"Keperluan mendadak? Keperluan apa sayang? Dan itu surat apa yang kamu bawa itu?"tanya Sandra yang akhirnya membuat Tristan pun angkat bicara.
"Ini adalah surat gugatan ceraiku untukmu yang sudah aku buat tadi. Dan sekarang aku inggin kamu mendatangi surat ini?"balas Tristan yang sepontan membuat Sandra yang mendengarnya pun terkejut tidak main.
"Apa ini sayang kenapa tiba-tiba kamu akan menceraikanku?" tanya Sandra dengan wajah tidak mengerti. setelah ia mendengar perkataan yang barusan Tristan katakan barusan.
"Kenapa? Kenapa kamu bersikap seolah-olah tidak tau apa maksud dari keputusan-ku yang ingin menceraikan kamu! Apa kamu masih inggin berdiam diri seperti ini tanpa memikirkan sesuatu?"
__ADS_1
"Apa maksudmu Tristan aku sama sekali tidak tau jadi jangan bikin aku bingung ada apa?"
"Baiklah jika kamu masih tidak tau apa maksud dari ucapan-ku ini? Kamu pastinya tau kan mengenai foto ini?"ucapnya yang berlalu ia pun memberikan satu foto Sandra ketika menaruh sebuah karung putih dibawah ranjang tempat tidur Bintang.
"Kamu pastinya tau kan dengan tindakan apa yang kamu lakukan difoto ini?"
"Itu? Itu kamu tau darimana dan siapa seseorang yang telah memberitahumu apa seseorang itu adalah Bintang? Apa dia orang yang sudah memasuki pikiran kamu untuk membenciku sampai-sampai mengarang cerita seperti itu pasti dia kan?"
"Bintang? Apa setiap kali ada permasalahan yang terjadi diantara kita kamu selalu mengaitkan semuanya dengan Bintang? Apa hanya karena satu foto saja kamu masih belum mau mengakuinya apa aku harus menunjukkan rekaman videonya langsung ke-kamu gimana kamu menaruh ular kobra itu dibawah ranjang tempat tidur Bintang yang akhirnya Mama-lah yang menjadi korbannya apa aku harus menjelaskan secara detail sama kamu?"tegasnya.
"Yang pertama apa kamu sadar tanpa sepengetahuan kalian aku secara diam-diam telah memasangkan rekaman CCTV dan juga rekaman audio pada seluruh ruangan dan celah-celah rumah ini. Jadi apa kamu tahu dari keberhasilanku memasang CCTV ini aku jadi tau mana orang jahat sesungguhnya dan mana orang yang hanya menjadi kambing hitamnya jadi kamu tau kan apa maksudku? Kamu sudah terbukti bersalah karena telah membiarkan ular itu berkeliaran sampai-sampai nyawa mamaku yang hampir jadi korbannya jadi apa setelah perbuatan kamu ini aku akan memaafkan-mu dengan mudah? Tidak! Itu tidak akan pernah terjadi jadi cepat tanda tangani surat ini ayo!"pinta Tristan dengan tegas dan tak lupa ia pun langsung memberikan sebuah kertas putih tersebut.
"Gak aku gak mau bercerai sama kamu Tristan aku sangat mencintai kamu. Dan aku tidak mau kehilangan kamu aku mohon tolong kamu jangan ceraikan aku seperti ini aku mohon!"ucap Sandra dengan memohon yang kemudian ia pun menatap balik kearah Bintang.
__ADS_1
"Aku mohon Tristan tolong kamu jangan ceraikan aku seperti ini, aku janji aku akan melakukan apa aja yang kamu inginkan, asal kamu jangan ceraikan aku, aku mohon!" ucap Sandra dengan dengan menangis berlinang air mata yang tiba-tiba langsung membasahi kedua pipinya. Sedangkan Tristan yang melihatnya ia sama sekali tidak memperdulikannya dan hanya terdiam membisu.
Belum juga Tristan mengatakan sesuatu pada Sandra , tiba-tiba Sandra pun jatuh pingsan setelah ia yang merasakan pusing yang secara mendadak. Karena terkejut dengan apa yang terjadi pada Sandra sekarang, Ia pun langsung menghampirinya.
" Sandra bangun Sandra bangunlah!"ucap Bintang ketika tak sengaja melihat perdebatan mereka, dengan menepuk pipi Sandra, Sandra tidak menunjukkan akan kesadarannya.
"Apa lagi ini?" ucap Tristan yang gak ada rasa khawatirnya sama sekali.
"Tristan kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak tahu Sandra sedang pingsan sekarang. Cepat kamu bawa dia ke rumah sakit!"bentak Bintang yang merasa kesal dengan apa yang dilakukan Tristan saat ini.
"Astaga Bintang, kenapa kamu kawatir gitu sih sama dia, bisa jadi semua ini ide liciknya. Jadi ngapain harus menolongnya segala?"
"Tristan?" bentak bintang yang akhirnya membuat Tristan pun menghampirinya.
__ADS_1
"Iya...iya?" balas Tristan yang kemudian tanpa berkata lagi, ia pun langsung mengangat tubuh Sandra. Dan segera melarikannya ke Rumah sakit.
BERSAMBUNG.