
"Anda tidak perlu khawatir, kita seseorang yang telah membawa anda ke Rumah sakit ini. Dan dia, dia Tuan Richard orang yang telah membiayai biaya rumah sakit kamu,"ucapnya yang kemudian Bintang pun membalas ucapannya.
"Jadi andalah orang yang berbaik hati mau menolong saya termasuk membiayai semua biaya rumah sakit ku selama disini?"tanyanya yang kemudian Richard berkata.
"Iya memang saya orangnya. Syukurlah jika kamu sudah sadar, aku juga inggin mengatakan kalau pada saat kamu kecelakaan pihak Rumah sakit sudah memberitahu Suamimu, tapi....
"Iya saya tahu apa yang inggin anda katakan. Hidupku jadi hancur seperti ini, ini semua gara-gara laki-laki itu. Tapi sudahlah jangan diungkit lagi aku tidak mau membahasnya," balasnya yang kemudian Bintang menundukkan kepalanya.
"Apa laki laki itu beneran Suami kamu? Atau memang kamu yang hamil diluar nikah, maaf aku bukannya ikut campur sama urusan pribadi kamu, tapi jujur aku merasa kasihan sama apa yang kamu alami sekarang ini?"
"Aku tidak tahu apa kata-kata yang kamu ucapkan hanyalah kata-kata manis yang kamu keluarkan dari mulut kamu, atau malah sebaliknya. Kata-kata itu beneran kata tulus yang aku dengar dari seorang laki-laki yang benar-benar setia. Karena aku tahu dan percaya kalau semua perkataan yang diucapkan para laki-laki semua itu palsu!" balasnya yang kemudian Richard pun membalasnya.
"Apa kamu terpaksa menikah dengan Suamimu? Atau mungkin pernikahan yang kalian jalani hanyalah pernikahan paksaan? Karena aku tau setiap pernikahan akan dijalani karena adanya rasa cinta dan kesetiaan pada setiap pasangan. Dan aku juga tahu kalau orang yang menikah pada sejatinya orang itu akan merasa sangat bahagia biarpun dalam hati pasti ada luka yang mereka sembunyikan, tapi kamu? Kamu terlihat sangat lemah dan putus asa. Bahkan mata kamu itu sudah tidak bisa lagi dibohongi jadi katakanlah?"
Mendengar curhatan dan ungkapan yang dilontarkannya membuat tangisan Bintang pun jatuh.
"Kamu? Kenapa kamu menangis aku kan hanya bertanya? Baiklah aku tahu kamu itu orang yang baik, jadi ingatlah seberat apa masalah kamu sekarang, kamu tidak boleh lemah, kamu harus semangat dan kamu harus tunjukkan sama laki-laki itu kalau kamu itu bukan wanita yang lemah jadi kamu harus semangat, kamu jangan putus asa seperti ini!"
"Terima kasih? Terima kasih karena kamu sudah memberikan semangat kepadaku, baru kali ini aku ketemu sama orang yang sebaik kamu padahal kita ini belum sama-sama saling mengenal,"timpal Bintang.
__ADS_1
"Iya kita kan belum kenalan ya? nama aku Richardo Carles kamu bisa memanggilku dengan sebutan Richard, terus siapa nama kamu?"tanya balik Richard.
"Namaku Bintang anda bisa panggil aku dengan sebutan Bintang itu juga tidak masalah,"balas Bintang.
"Baiklah kalau gitu, ya sudah karena sekarang aku sudah tahu kalau kamu sudahlah sadar aku pamit pergi, karena masih ada tugas yang harus saya selesaikan di Kantor sekarang,"ucap Richard lagi.
"Baiklah berhati-hatilah,"ucap Bintang.
"Terima kasih, ya sudah ayo Mac kita pergi!" ucap Richard yang kemudian sekretarisnya pun menjawab.
"Baik Tuan silahkan!"
****
"Mungkin waktuku untuk merasakan hawa sejuk seperti ini tidak akan bertahan lama, tapi biar pun begitu aku sangat suka dengan suasana damai seperti ini," batinnya yang kemudian ia pun mengingat sesuatu.
"Sekarang sudah hari yang kedua aku dirawat di Rumah sakit ini, tapi lihat kan apa yang terjadi tidak ada satupun keluargaku yang datang untuk menjengukku. Bahkan Suamiku sama sekali tidak perduli mau pun mencemaskan akan kondisiku, tapi sudahlah aku sadar siapa aku? Yang pasti sekarang aku tidak ingin terlihat bodoh dihadapan mereka. Benar apa kata Richard terdiam dan mengalah sama aja kita menunjukkan kelemahan kita pada musuh jadi cara yang tepat seranglah hatinya karena itu cara satu-satunya untuk membuktikan pada mereka siapa kamu sebenarnya," ucapnya yang kemudian seseorang pun datang dan berkata.
"Kamu? Apa kamu sedang menangis?" tanya seseorang itu yang kemudian Bintang pun berbalik badan.
__ADS_1
"Kamu ... Tidak aku tidak lagi menangis. Aku hanya kelilipan kok," balas Bintang yang mencoba membodohi.
"Apa kamu masih ingin bohong dihadapan ku?"tanya Bintang.
"Kenapa? Kenapa kamu mau berbaik hati menolongku?" tanyanya yang bertatap langsung pada Richard.
"Entahlah mungkin karena aku tahu penderitaan yang kamu alami maka karena itulah yang membuatku menjadi merasa kasihan dan perduli akan dirimu. Tapi sudahlah itu tidaklah penting ya sudah sekarang kamu bersiaplah karena hari ini kamu akan bisa pulang dari Rumah sakit ini,"ucap Richard.
"Apa kamu serius?"tanya Bintang.
"Iya aku serius,"balas Richard.
"Ya sudah mendingan sekarang kamu siap-siap aku ingin menemui bagian administrasi,"ucap Richard.
"Baiklah,"balas Bintang.
"Aku tidak tahu siapa sebenarnya laki-laki itu? Apa dia beneran malaikat yang Tuhan ajukan untuk menjaga dan menjadi penolongku? Atau mungkin dia beneran laki-laki jahat yang ingin mempermainkan ku, tapi yang jelas Bintang yang sekarang bukanlah Bintang yang bodoh yang gampang percaya dengan rayuan setiap Laki-laki,"
Ucapnya yang keluar dari mulutnya sendiri. Tiba-tiba pandangan Bintang tertuju pada salah satu nampan yang terdapat beberapa buah seperti Apel, jeruk dan juga buah peer. Melihat kesegaran buah itu, tenggorokan Bintang seketika menjadi gatal. Dan akhirnya ia pun menggambil pisau yang berada di samping buah tersebut, tapi belum juga ia mengambil buah yang ia sukai seseorang pun datang dan langsung merebut pisau dari tangan Bintang sendiri.
__ADS_1
"Astaga apa yang kamu lakukan, berapa kali aku bilang sama kamu, kamu tidak boleh melakukan tindakan bodoh seperti ini kenapa kamu mau mengulanginya lagi. Apa kamu udah gila!" bentak Richard yang spontan membuat pandangan Bintang pun bingung.
BERSAMBUNG.