
Mendengar perintah Bintang yang ditujukan untuk mengendarai mobilnya kembali, tatapan Tristan yang henti-hentinya ia alihkan dari Bintang biar pun Bintang terus saja menyuruhnya untuk melajukan kembali laju kendaraannya.
"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu terdiam dan menatap dengan tatapan tajam seperti itu?"tanya Bintang dengan pandangannya yang ia alihkan kearah lain.
"Sekarang aku sadar jika perasaan apa yang aku alami saat ini sudah membuktikan jika aku memang sungguh-sungguh mencintai kamu Bintang, tapi aku harap kali ini aku tidak lagi kehilangan Wanita seperti dirimu,"timpal Tristan yang berlalu membuat Bintang tertawa akibat ucapannya tersebut.
"Jadi kamu tidak percaya kalau aku mencintaimu? Apa kamu perlu bukti untuk menunjukkan rasa cinta ini?"tanya Tristan.
"Iya aku memang perlu bukti jika kamu memang sungguhan mencintaiku? Aku tau betul seperti apa akting dan sandiwara kamu jadi aku pastikan aku tidak akan begitu mudah terhasut akan rayuan kamu paham!"tegas Bintang.
"Baiklah jika kamu ingin aku membuktikannya coba tatap mata aku ayo tatap!"perintahnya dengan memegang kedua pipi Bintang yang ia arahnya tepat pada arahnya.
"Apa maksud kamu menyuruhku untuk menatap mata kamu tidak! Aku tidak mau!"tegas Bintang yang langsung menepis tangan Tristan darinya.
Memandang Bintang dari jarak yang sangat dekat, Bintang yang merasa takut ia hanya bisa menghindari akan tatapan itu
__ADS_1
"Apa yang lakukan?" tanya Bintang yang merasa sedikit marah, akan tetapi melihat Tristan yang menatap dirinya dengan tatapan serius Bintang dibuat takut lantaran Tristan yang semakin menatap dirinya. Sekaligus perlahan lahan Tristan semakin mendekatkan wajahnya ke arah Bintang yang seketika membuatnya tambah semakin bingung.
"Kamu? Apa yang inggin kamu lakukan, kenapa kamu menatap-ku dengan tatapan seperti itu?" tanya Bintang yang kemudian dia pun mundur perlahan-lahan. Melihat Bintang yang nampak cemas, Tristan dengan langsung ia malah semakin mendekatkan dirinya pada Bintang yang akhirnya membuat Bintang tambah semakin terdesak lantaran dia sudah sangat terpojok lantaran posisinya yang terduduk di-kursi mobil.
Melihat Wanita dihadapannya bingung dengan menunjukkan tatapan sinisnya, tanpa berkata lagi Tristan langsung menci*m bibir Bintang secara bringas.
Tersadar dengan apa yang dilakukan laki-laki ini sekarang, tubuh Bintang rasanya seperti terikat bahkan mulutnya gak mampu untuk dia ucapkan satu kalimat pun lagi. Bahkan untuk memberontak rasanya ia tak sanggup.
Berusahalah ia ingin melepaskan dua bibir manis yang sama-sama bermain. Tristan malah semakin menjadi dan terus ******* bibir terseksi tersebut hinga hampir tak terlihat.
Lantaran terbawa akan suasana, seseorang yang tanpa sengaja datang tepat dihadapan mobil yang mereka tumpangi. Pandangan mengejutkan akhirnya telah ia lihat, mengeluarkan ponsel lalu merekam video tanpa seijin mereka telah berhasil masuk pada rekaman videonya.
Hampir 10 menit mereka bercumbu didalam mobil, kesadaran mereka akhirnya kembali tersadar setelah suara dering ponsel dari perekam video yang tiba-tiba berdering dengan sangat kencang.
Tristan mau pun Bintang yang tersadar jika dirinya telah direkam secara diam-diam, wajah terkejut mereka membuat perekam video akhirnya berlari sekencang mungkin menghindar dari kejaran Tristan mau pun Bintang yang spontan turun dari mobil.
__ADS_1
"Sial apa yang barusan ia lakukan apa dia merekam tindakan kita?"cemas Bintang yang terlihat frustasi.
"Orangnya sudah kabur jadi sudahlah biar kan saya,"ucap Tristan dengan entengnya.
"Apa kamu bilang tadi biarkan saja? Apa kamu gak sadar akibat tindakan kamu itu tindakan kita bisa viral jika video itu sampai disebarkan kamu paham gak sih!"tegasnya.
"Sudahlah aku malas aku ingin pergi!"balasnya yang langsung meninggalkan Tristan. Dan kembali masuk kedalam mobilnya.
"Ternyata benar jika seseorang yang lagi jatuh cinta sangat sulit untuk mengendalikan nafsunya, lagian ini bibir kenapa bisa asal nyosor aja sih,"gumam Tristan yang menepuk bibirnya sendiri berlalu ia pergi masuk kedalam mobilnya lagi.
SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN EPISODE CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA ( NAMA PENA : Thatya 0316 ) KARYANYA GAK KALAH SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN SAMPAI LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA MASIH
BERSAMBUNG.
__ADS_1