
"Bintang apa yang ingin kamu bicarakan padaku? Bukankah sudah 10 kali kunjungan-mu datang kemari selalu aku tolak? Tapi kenapa kamu selalu datang lagi dan lagi berfikir aku mau menemui mu?"
"Aku tau tidak seharusnya hubungan kami kembali dekat setelah adanya kejadian 5 tahun silam? Tapi setelah aku berfikir dengan jernih tidak ada gunanya juga aku memendam rasa dendam ini pada kalian! Sadar jika pada kenyatannya seseorang yang aslinya sudah menjadi musuh kalian telah tiada dan lebih tepatnya dia sudah terlebih dulu gugur sebelum kalian berhasil menyerangnya lagi?"
"Aku tau mungkin seseorang seperti diriku tidaklah pantas mendapat pintu maaf darimu? Seseorang seperti diriku yang sudah beberapa kali membuatmu celaka, bahkan hampir membunuh mu aku sadar semua ini salah satu kesalahaan yang pastinya tidak pantas untuk dimaafkan jadi sekali lagi Maafkan aku! Maafkan aku Bintang!"ucapnya dengan bercucuran air mata.
"Sebelum kamu meminta maaf padaku aku sudah terlebih dulu memaafkan kamu Sandra? Bahkan setelah kepergiannya aku pun sudah mulai melupakan semua perlakuan kalian.
Bahkan aku sudah mulai lupa akan kejadian beberapa tahun lalu tapi sudahlah hidup memang selalu berjalan dan mungkin inilah saatnya kita untuk bangkit dari keterpurukan kita masing-masing.
Tujuanku datang kesini aku hanya ingin melihat kalian, tubuh kalian cukup kurus mulai sekarang aku akan meminta seseorang untuk mengantarkan masakan yang cukup bergizi pada kalian agar kalian sedikit terurus tidak seperti sekarang ini!"
"Kenapa Bintang? Kenapa kamu mau melakukan semua itu pada kami? Kami selama ini sudah jadi musuh kamu tapi kenapa dengan mudahnya kamu mau memaafkan kami kenapa?"tanya Sandra.
"Sulit dijelaskan jika hanya dengan kata-kata yang jelas aku ingin mulai sekarang kalian mau menganggap-ku seperti saudara kalian sendiri? Aku tau diantara kita tidak ada ikatan kekeluargaan atau pun ikatan darah, tapi yang jelas aku ingin hubungan kita kembali terjalin baik tanpa adanya dendam atau pun kemarahan yang terjadi diantara kita apa kalian bersedia? Aku ingin kalian menganggap ku seperti adik kandung kalian sendiri dan bersedia menyayangiku layaknya seorang saudara kandung pada umumnya apa kalian bersedia?"
"Jika dikatakan bodoh kamu memang bodoh Bintang kamu sangatlah bodoh! Tapi entah kenapa? Kebodohan kamu malah membuatku semangat dan bersedia untuk menjadi kakak angkat kamu aku bersedia?" Membalas ucapan Bintang dengan air matanya yang ingin keluar, Sandra akhirnya mulai bangkit dari tempat duduknya, memberikan satu rangkulan pada Bintang setelah apa yang selama ini telah ia lakukan.
"Kali ini aku tidak tau apa aku harus bahagia atau sedih? Seseorang yang selama ini aku anggap musuh nyatanya seseorang itu sendirilah yang memberikan dukungan dan spot padaku?
Aku tau Bintang secara diam-diam kamu memerintahkan seseorang untuk menjaga dan memperhatikan kami dari makan mau pun keselamatan selama berada disini. Kami tau semua kebaikan yang sudah kamu perbuat jadi itulah alasan kenapa aku mau mewujudkan keinginan kamu, sekali lagi terima kasih dan maafkan aku karena aku sudah pernah membuat hidupku sempat terombang-ambing akan penderitaan maafkan aku!"
"Aku sudah maafkan kamu jadi cukuplah Jangan menangis!"balas Bintang dengan mengusap air mata Sandra.
__ADS_1
Kembali menyudahi pelukan mereka, Bintang yang kemudian menatap kearah Erlangga yang sedari tadi hanya mampu menundukkan kepalanya, raut wajahnya yang hanya diselimuti rasa bersalah dan malu pada seseorang yang selama ini telah ia hancurkan.
"Kenapa dengan kamu Erlangga? Apa kamu tidak suka dengan kehadiran ku disini?"tanya Bintang, spontan Erlangga yang mendengarnya pandangannya pun beralih menatapnya.
"Aku berharap kamu tidak berkunjung kesini dan repot-repot memberikan ku dukungan secara diam-diam aku rasa kamu tidak perlu melakukan semua ini?"ucapnya secara spontan, Bintang mau pun Sandra yang terkejut akan balasan Erlangga, Sandra seketika langsung menarik kera Erlangga.
"Kenapa? Apa setelah kejadian 5 tahun lalu kamu masih menyimpan dendam pada Bintang? Dia sama sekali tidak bersalah! Bahkan kitalah orang yang menjadikan dia kambing hitamnya tapi kenapa kamu malah berkata seperti itu? Apa selama 5 tahun lamanya kita terkurung disini kamu tidak menemukan hidayah atas semua perbuatan yang sudah kamu perbuat padanya?"ucap Sandra yang diselimuti amarahnya Bintang yang mencoba menahan amarah Sandra dirinya mencoba melerai keduanya.
"Sandra cukup! Lepaskan dia!"
"Bukan tidak mendapatkan hidayah atau pun tidak sadar akan kesalahan yang sudah aku perbuat? Aku hanya tidak bisa jika harus menatapnya secara langsung! Menatap langsung seseorang yang hampir saja aku bikin hancur hidupnya karena kebodohan dan keegoisanku?
Selama ini pikiranku selalu dipenuhi pikiran positif yang akhirnya mampu menjerumuskan ku kedalam jurang sedalam-dalamnya. Dan setelah apa yang aku lakukan padanya dia masih mau memberikan dukungan. Bahkan dia salah satu seseorang yang selama ini memberikan aku dukungan jadi apa aku pantas menatap wajahnya jika aku sendiri malu untuk menatap wajah biadab ku ini?"
"Seseorang berhak untuk berubah dan mengingat akan kejadian masa lalunya sendiri? Tapi menyalahkan dirinya secara terus-menerus aku rasa kamu tidak berhak untuk melakukannya? Aku tau selama ini hidup kamu menjadi seperti itu karena pikiran kamu terpengaruh akan semua masalah kalian pada keluarga Tristan! Tapi sekarang sadarlah terlalu menyesali apa sudah diperbuat tidak akan memperbaiki keadaan yang sudah terjadi tidak akan? Jadi lupakanlah dan kembali maju pada tujuan awal kalian? Tujuan awal kalian yang selama ini sudah kalian buang dengan percuma jadi maju dan bangkitlah!"
"Erlangga lihat aku!"ucapnya dengan menggenggam tangan Erlangga.
"Sudah waktunya kamu untuk bangkit! Sudah saatnya, ya sudah kita akhiri masa sedih ini selain itu ada tujuan lain yang ingin aku tanya pada kamu Erlangga? Kamu seseorang yang selama ini paling dikenal dekat dengan Tristan jadi aku ingin tanya apa benar jika Tristan mempunyai saudara kembar seperti orang-orang katakan?"
"Kenapa pertanyaan kamu jadi beralih pada hal yang aneh seperti itu? Apa setelah Tristan meninggal kamu sangatlah sulit untuk melupakannya sampai-sampai beranggapan jika Tristan memiliki saudara kembar ada apa Bintang? Ada apa dengan dirimu ini?"timpal Sandra.
"Aku bukannya berharap akan hadirnya seseorang yang sama seperti dia? Tapi aku memang mengetahui fakta jika aku melihat seseorang yang sangatlah percis seperti dirinya. Bahkan wajah dan semuanya yang dimiliki Tristan semuanya sangatlah mirip, jadi aku hanya ingin mengetahui fakta apa dia sungguh-sungguh saudara kandungnya atau kah mereka hanyalah kembar identik tapi tak ada ikatan persaudaraan atau pun golongan darah yang sama?"
__ADS_1
"Aku tidak tau secara yakin jika Tristan memang memiliki saudara kembar seperti yang kamu bilang? Tapi aku tau dari mulutnya Tristan secara langsung jika dia memang mempunyai saudara kembar. Dia berkata seperti itu disaat kita masih duduk bangku SMP, sewaktu hubungan kita masih sangatlah nyaman satu sama lain.
Dia bilang sendiri jika dia menyesal tidak menyelematkan saudara kandungnya disaat tangan mungilnya yang berusaha menggenggam erat tangan itu, ketika saudara kembarnya hendak akan terjatuh ke sungai dia tidak berusaha menyelamatkannya yang akhirnya tangan itu pun terjatuh dan mengakibatkan keduanya berpisah sampai sekarang ini.
Fakta dari seseorang yang bilang jika anak itu hilang dan dinyatakan meninggal lah yang membuat dia tidak pernah lagi berkata mau pun menjelaskan secara detail seperti apa kelanjutan dari tragedi itu mau pun seperti apa sosok dari saudara kembarnya, tapi apa kamu serius dia sungguh-sungguh saudara kandungnya sangatlah mustahil jika hampir 30 tahun lamanya dia kembali hidup dan bertemu denganmu diwaktu yang seperti ini?"tanya Erlangga.
"Itulah yang membuatku cukup bingung siapa sebenarnya dia? Tapi percaya atau tidak aku percaya jika dia memang saudara kandungnya?"
"Maaf waktu berkunjung telah habis, jika anda ingin menemuinya datanglah besok lagi,"timpal seseorang yang tak lain adalah polisi yang bertugas.
"Tapi Pak apa tidak bisa diberikan waktu 10 menit saja?"timpal Bintang.
"Maaf tidak bisa itu sudah jadi keputusan dari kami!"
"Sudahlah, kini saatnya kami untuk masuk tidak apa-apa janganlah cemas kita baik-baik saja kok?"ucap Sandra dengan menggenggam erat tangan Bintang.
"Jaga diri kalian, jika nanti aku ada waktu aku akan kembali berkunjung?"
"Baiklah, ya sudah ini sudah waktunya untuk pergi jadi kami pamit ya?"
"Baiklah!"
REKOMENDASI CERITA SERU NIH 👇👇
__ADS_1
BERSAMBUNG.