
Mendapatkan ijin untuk menemui seseorang yang sudah berbaik hati mau memberikan kornea matanya. Bintang akhirnya telah sampai ditempat dimana Tristan telah terbaring diatas brangkar Rumah sakit yang berada didalam ruangan kamar jenazah dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
Raut wajah pucat terlihat jelas nampak dari wajah Tristan. Biar pun kedua mata yang sudah terpejam ia masih terlihat sangatlah tampan.
"Sekarang anda sudah ada didekat jenazah orang yang sudah bersedia mendonorkan kornea matanya untuk anda. Jadi bicaralah," pinta Dokter yang ikut merasa sedih.
"Apa Dokter bisa membantu saya menggenggam tangan seseorang itu kesaya?" tanya Bintang yang kemudian Dokter pun meletakkan tangan Bintang. Bintang yang menyadari sesosok tangan sudah sangatlah dingin ia tetap menggenggamnya dan berkata.
"Aku tidak tahu betul seperti apa sifat anda yang sesungguhnya, tapi yang pasti aku sangat berterimakasih pada anda karena anda sudah mau berbaik hati mendonorkan kornea mata ini untukku. Bagiku anda adalah seorang pahlawan, pahlawan yang bisa menolong setiap seseorang yang sedang kesusahan seperti saya. Dan terima kasih karena bantuan anda akhirnya aku bakal bisa melihat semua pemandangan indah lagi. Biar pun hidupku tidak akan lama tapi aku sangat bersyukur dengan pertolongan anda jadi sekali lagi terima kasih, terima kasih.
Genggaman erat yang dilakukan Bintang membuatnya merasa aneh. Bahkan kedua tangan yang masih sama-sama menyatu tiba-tiba membuatnya bisa menitihkan air matanya tanpa sebab yang pasti.
"Perasaan apa ini. Kenapa aku jadi menangis sesenggukan seperti ini," batinnya yang kemudian ia pun melepaskan genggaman tersebut.
"Ya sudah Nyonya mendingan sekarang Nyonya istirahatlah, belum lagi nanti siang Nyonya juga akan menjalankan operasi pencangkokan kornea mata jadi Nyonya harus banyak beristirahat aku masih ada tugas dari Tuan yang belum aku selesaikan jadi Nyonya gak masalah kan kalau saya tingal sendiri.
__ADS_1
"Iya gak papa, aku tidak apa-apa sendiri disini. Oh iya Andra aku belum sempat bertanya padamu. Apa Tuan Tristan sudah kembali ke Indonesia. Karena aku merasa ada yang aneh dengannya dan tidak kaya biasanya dia mengabaikan ku tanpa memberi pesan atau pun telfon jadi kamu pasti bisa paham kan apa maksud aku. Jujur aku sangat khawatir dengannya aku takut dia kena masalah disana jadi kamu bisa kan mencoba menghubunginya.
"I...iya Nyonya mungkin Tuan Tristan sedang sangat sibuk disana makanya dia belum sempat memberikan kabar ke Nyonya, tapi Nyonya tenang aja nanti saya akan mencoba menghubunginya yang jelas sekarang Nyonya istirahatlah.
"Baiklah.
"Aku tidak tahu dengan cara apa aku bisa menjelaskan semua masalah ini pada Nyonya Bintang. Gimana reaksinya nanti jika ia tahu kalau kornea mata yang tertanam didalam tubuhnya adakah kornea mata pemberian dari suaminya sendiri gimana reaksinya nanti jika ia tahu kalau Suaminya telah meninggal," batinnya yang kemudian Suster datang.
"Suster antarkan dia ke ruangannya ya.
"baik.
"Tuan, apa saya sangatlah berdosa lantaran membohongi Istri tuan sampai separah ini. Apa saya pantas membohonginya seperti ini, gimana perasannya nanti jika ia tahu semua kenyataan ini. Jujur aku sangat takut jika sesuatu buruk akan terjadi padanya karena kesalahan saya. Jika Tuan masih hidup mungkin saya tidak akan menanggung dosa seperti ini kenapa Tuan, kenapa Tuan secepat ini meninggalkan kita, kenapa?"
Setelah dinyatakan meninggal pemakaman Tristan dilakukan siang harinya. Banyak yang hadir di pemakaman tersebut, mulai dari rekan kerja, rekan bisnis mau pun para karyawan dan lainnya. Akan tetapi tidaklah dengan Bintang, dia tidak bisa ikut hadir di pemakaman Tristan, karena dia tengah menjalankan operasi matanya.
__ADS_1
Sedangkan Andara menangis histeris, kala tempat peristirahatan terakhir Kakaknya mulai terpenuhi dengan tanah. Banyak yang merasa kasihan terhadap dirinya. Andra yang merasa kasihan ia ingin sekali memeluknya tapi ia sadar siapa dirinya.
Berbeda tempat jika disini banyaklah air mata yang pada bertumpukan menyaksikan pemakaman ini. Dan di situasi lain tepatnya disalah satu Rumah sakit Citra Medika.
Ruangan yang terlihat sedikit redup dengan adanya sinaran cahaya dari beberapa lampu yang menyala tepat diatas berlangsungnya operasi yang dilaksanakan pada hari ini.
Beberapa Dokter yang menggunakan seragam hijau pun terlihat sangat sibuk. dan mendapatkan tugas masing-masing dalam menjalankan operasi ini.
Setelah menempuh waktu berjam-jam akhirnya operasi berjalan dengan lancar.
Dan kemudian setelah operasinya selesai, Brangkar yang digunakan Bintang berbaring pun akhirnya dipindahkan keruangan IGD untuk mendapat penanganan selanjutnya.
"Gimana keadaanya Dok, apa operasinya berjalan dengan lancar?". tanya salah satu Suster pada salah satu Dokter.
"Operasinya berjalan dengan sangat lancar tanpa ada halangan apapun. Sekarang pasien masih dalam pengaruh obat bius jadi mungkin nanti malam ia akan tersadar kembali jadi pindahkan Pasien ke ruang rawat agar mendapatkan penanganan cepat.
__ADS_1
"Baik Dok.
BERSAMBUNG