ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
41 " Sifat asli yang mulai terlihat "


__ADS_3

Ada apa dengan mereka sebenarnya, kenapa anak itu sangatlah takut kalau aku sampai bertemu dengan seseorang yang namanya Herman itu. Ini gak bisa dibiarkan aku harus menyelidikinya."batin Bintang yang kemudian tanpa berkata lagi, ia pun bergegas kembali dari tempat ia tadi.


Sedangkan dua anak laki-laki tadi yang baru aja melangkahkan kakinya masuk, mereka sudah disambut oleh seseorang yang mukanya telihat sangatlah jahat. Melihat siapa seseorang yang sudah menantinya, kedua anak laki-laki itu pun seketika terlihat sangat ketakutan, bahkan sang Adik yang melihat, ia pun memutuskan untuk bersembunyi dibelakang Kakaknya untuk mendapat perlindungan.


Sedangkan Laki-laki itu yang melihat sasarannya sudah kembali, bergegas Pria itu pun menarik kera atas Anak laki-laki berusia 15 tahun tersebut.


"Heyy darimana saja kalian, kenapa kalian baru aja datang. Dan mana uang kalian hasil menggemis tadi, mana...."gertak Pria itu sembari mencengkram kera anak laki-laki.


"Ma...maaf Om, kami tidak membawa uang sama sekali, tadi kita sangatlah kelelahan maafkan kami, kami tidak membawa uang maafkan kami."balas anak laki-laki yang hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Apa...apa kalian sudah tidak takut lagi denganku. Apa kalian mau saya usir!"gertak Pria itu yang telihat sangat marah.


"Maafkan kami om...maafkan kami...."


"Cepat pergilah dan cari uang sana, kalian tidak akan saya ijinkan masuk kedalam Rumah kalau kalian tidak membawakan uang, cepat pergilah."


"Tapi Om kami sangat lelah Om...kami sangat kelelahan."


"Hentikan, anda benar-benar tidak punya hati, bagaimana anda bisa setega ini sama mereka, mereka masih sangatlah kecil jadi bagaimana mungkin anda bisa sejahat ini sama mereka."gertak Seseorang yang tiba-tiba masuk dan memarahi Pria itu.


"Heyy siapa kamu berani sekali masuk kedalam Rumah ini, siapa yang menyuruhmu?"bentak seseorang itu dengan tatapan garangnya.


"Aku tidak perduli itu, yang terpenting sekarang aku ingin mengajak mereka untuk pergi dari sini. Karena mereka pastinya akan sangat tersiksa tinggal disini, ayo sayang ikutlah Kakak, disini bukanlah tempat yang cocok buat kalian ayo cepatlah pergi."ajak Bintang yang langsung menarik tangan mereka dan berlindung dibelakangnya.


"Hey...heyy apa maksud kamu, berani sekali anda berniat seperti itu, mereka ini tanggunggan saya, jadi sudah seharusnya mereka tinggal bersama saya dan menurut apa perkataan saya."


"Jadi maksud anda memperlakukan mereka dengan cara seperti itu, itu anda bilang sudah jadi tanggungan anda, hanyalah orang gila lah yang bisa berfikir seperti itu, sudah sayang cepat kalian masuklah kedalam Mobil Kakak jangan pikirkan apa yang dikatakan Om ini, cepat pergilah."


"Baik Kakak."


"Heyy jangan pergi kalian."


Bintang yang berniat inggin pergi dari hadapan Herman, seketika ia pun mendapatkan pukulan yang tak terduga dari Herman yang tepat mengenai wajah Bintang. Tubuh yang tersungkur dilantai, dengan wajah yang terlihat sangat memar, Bintang pun berbalik menatap kearah Laki-laki itu yang sama-sama menunjukkan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"Apa anda gila. Apa dengan cara seperti ini, anda memperlakukan mereka? Apa anda sudah berani sama perempuan?"gertak balik Bintang tanpa ada rasa takutnya.


"Heyy Wanita lemah, anda itu bukanlah siapa-siapa, bahkan mendapatkan pukullan dari saya aja kamu sudah terpelanting seperti itu, jadi untuk apa kamu capek-capek inggin jadi pahlawan buat mereka . Menyingkir'lah jika anda tidak mau terluka lagi, cepat menyingkir'lah!"


"Tidak aku tidak akan pernah menyingkir dan membiarkan mereka kembali lagi pada anda, anda orang yang sangat jahat dan tidak berkeri kemanusiaan jadi orang seperti anda sangatlah pantas mendekam dipenjara. Apa anda mengerti!"gertak Bintang yang tanpa berkata ia langsung menarik kaki Pria itu yang berusaha mengejar kedua anak laki-laki tersebut.


Tak hanya diam, Pria itu pun terus-menerus memberontak dan dengan segala ia lakukan tak terkecuali sampai memukul tangan Bintang dengan sebalok kayu. Tapi niatnya akhirnya gagal setelah adanya orang yang tiba-tiba menendang tubuhnya hinga tubuhnya pun tersungkur.


"Sial! Siapa yang berani memukulku kamu?"gertak Pria itu yang menatap tajam pada seseorang Pria yang sudah sigap didepan pandangannya.


"Tristan kamu?"tanya Bintang kemudian Tristan membantunya untuk bangkit dari tempat ia bersimpuh tadi.


"Anda sudah sangat keterlaluan apa seperti ini cara anda memperlakukan orang-orang rendahan seperti mereka? Apa anda pikir anda ini penguasa sehingga dengan bangganya anda membanggakan kemampuan anda itu?"


"Siapa kamu berani sekali kamu menendangku apa kamu Suami dari Wanita itu?"tanya balik Pria itu.


"Iya dia itu Istriku jadi rasakan'lah ini!"


Selangkah pria itu ingin melayangkan hantaman keras tepat mengenai tubuhnya suara tembakan tepat mengarah kearah pria dan membuat kaki kirinya bersimbah darah akibat tembakan yang tepat mengenai kakinya.


"Jangan bergerak! Anda sudah tertangkap dan terpojok jadi diam ditempat!"perintah seorang Polisi yang tiba-tiba datang dengan menodongkan pistolnya.


"Polisi darimana Polisi tau kalau ada penJahat disini,"ucap Bintang dengan tatapan bingungnya sesekali ia menatap kearah tristan


"Cepat tangkap dia Pak, dia sudah dinyatakan bersalah karena telah menyiksa anak-anak ini. Dan jika perlu bukti semua bukti kekerasan itu ada didalam rekaman handphone saya jadi saya minta tangkap dia dan jangan beri ampun padanya,"tegas Tristan dengan tatapan tajamnya.


"Baik Tuan sekali lagi terima kasih atas laporan kasus ini, pelaku ini sudah beberapa kali terbukti meresahkan warga tapi tidak ada bukti jelas untuk menangkapnya. Dan dengan adanya laporan dan bukti yang anda bawa pelaku bisa dinyatakan bersalah dan siap mendekam disana,"jelas Polisi.


Sedangkan anak-anak kecil itu yang melihat Bintang sedang menuju kearah mereka, seketika mereka pun berlari dengan spontan langsung memberikan pelukan untuk Bintang. Sambil menggucapkan kata terima kasih sebanyak-banyaknya untuk mereka lantaran mereka sudah mau berbaik hati menolong dan membantu para polisi untuk menangkap para preman tersebut.


Dan ternyata para preman itu sudah jadi buronan selama 5 bulan lantaran adanya kasus penculikan yang selama ini telah beredar dimedia sosial. Dan sudah sangat meresahkan semua masyarakat yang semakin takut dengan adanya teror penculikan anak ini.


Bahkan semua anak-anak ini salah satu korban yang telah mereka lakukan selama kurang 5 bulan ini. Bahkan jika mereka tidak menolong anak-anak ini dengan tepat waktu, mungkin anak-anak ini nantinya akan dijual keluar pulau dengan harga cukup mahal.

__ADS_1


"Astaga berarti anak-anak ini masih beruntung sekarang?"


"Astaga kasihan sekali, pasti keluarganya sudah sangat cemas mencarinya?" ucap Bintang.


"Iya. Maka karena hal itu kita dari pihak kepolisian ...menggucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas bantuan kalian ini?"


"Iya pak kita juga senang bisa membantu mereka, mereka kan juga adik-adik kita. Dan mereka masih berhak untuk mendapatkan kebahagiaan dan kebebasan!.


"Iya yang kamu katakan memang benar, saya sendiri salut sama , kalian karena mau membantu. Dan berani melawan mereka dengan tangan kosong?"


"Iya pak?" balas mereka yang hanya bisa menunjukkan senyuman mereka.


"Ya sudah kalau gitu kita permisi dulu, kita harus mencari keluarga dari anak-anak ini, mereka pasti sudah sangat cemas memikirkan anak mereka yang sudah lama hilang ini?"


"Baik pak semoga anak-anak ini dengan secepatnya bisa berkumpul dengan keluarganya?"


"Tunggu apa aku boleh mengatakan sesuatu pada anak-anak ini?" tanya Bintang yang menghentikan langkah polisi.


"Boleh silahkan?" balas polisi.


"Adik-adik kalian sekarang sudah lihat kan kalau orang jahat itu seperti apa, mereka itu sangat kasar bahkan sama anak kecil seperti kalian ini. Jadi kakak hanya inggin menggucapkan jika suatu saat nanti ada seseorang yang kalian tidak kenal bahkan kalau pun orang itu menggaku mengenal Papa ataupun Mama kalian, kalian jangan percaya ya. Karena itu hanya kebohongan yang mereka buat untuk menculik kalian.


Dan jika ada orang yang tidak kalian kenal. Dan memberi kalian sebuah makanan kecil ataupun hanya permen kalian juga jangan mau menerimanya ya. Karena itu hanyalah modus mereka untuk melabui anak seperti kalian ini, jadi kalian mau kan mendengarkan perkataan kakak ini?"


"Iya kakak cantik kita tidak akan pernah mau menerimanya lagi. Dan kita akan selalu menggingat perkataan kakak ini. Dan kita akan memberi tahu kepada teman-teman kita yang lain untuk tidak menerima apapun dari orang yang tidak kenal?"


"Bagus anak yang pintar?" ucap Bintang yang sangking gemasnya langsung mengelus-elus kepala anak kecil yang sedang berkata ini.


"Ya sudah pak polisi boleh membawa mereka sekarang?"


"Baiklah ayo anak-anak kita pergi sekarang?"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2