ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
34 " Harus berani melawan "


__ADS_3

Setibanya Tristan dan Bintang dikediaman besar, keduanya yang masih berada dalam mobil nampak berbicara membicarakan akan sesuatu.


"Kita sekarang sudah sampai jadi permintaan aku? Aku hanya ingin kamu mengaku padanya kalau kamu habis memuaskan gairah kepada Pria itu? Atau gini aja kamu jangan banyak berkata atau membenarkan situasi yang sebenarnya terjadi tadi malam, kamu hanya perlu berkata jika kamu memang sudah menjadi bulan-bulanan dari pria itu paham?"perintah Tristan yang bikin Bintang hanya bisa geleng-geleng kepalanya.


"Kadang aku heran denganmu? Kamu yang menjual ku pada mereka tapi kenapa kamu juga yang harus menyelematkan aku dan berkata jika apa yang tidak seharusnya terjadi memang beneran terjadi? Bahkan bisa dibilang aku merasa apa kamu sedang membelaku sekarang?"tanya Bintang yang beralih tatapan Tristan sedikit bingung ingin berkata apa.


"Sudahlah intinya hari ini aku tidak lagi membela siapa-siapa? Aku hanya membela diriku sendiri agar Sandra tidak menghakimi ku, hanya itu saja jadi paham kan kamu sekarang ayo kita turun sekarang!"


Berlalu keduanya turun dari mobil, memasuki kediaman besar itu yang dimana didalamnya keduanya sudah disambut oleh dua Wanita yang tatapan yang ia tunjukkan bagaikan musuh yang siap menerkamnya.


"Sayang maaf ya kalau aku baru aja sampai, biasa aku harus membujuk keras wanita itu untuk mau pulang,"ucapnya dengan melirik kearah Bintang yang berada disebelahnya.


"Ya sudah gak papa, kamu bau asam jadi cepat mandilah!"pinta Sandra.

__ADS_1


"Baiklah aku masuk dulu ya terserah kalian mau ngomong apa sekarang!"timpalnya lagi kemudian langkah Tristan beranjak masuk kedalam kamarnya.


"Laki-laki itu sama sekali tidak berkata yang aneh-aneh? Bahkan dia tidak bilang kalau dia telah menyelamatkanku? Apa itu artinya dia sudah mulai menyukaiku? Apa mungkin kesempatan ini, kesempatan yang pas buat aku manfaatkan dia agar hubungan dia dan juga Sandra pudar?" batinnya dengan pandangan yang masih fokus memandangnya biarpun Tristan sudah terlebih dulu masuk kedalam kamarnya. Dan kemudian pandangan senyuman sinis yang ia ukir dari wajahnya mendapatkan sahutan dari Sandra yang sedari memperhatikannya.


"Heyy wanita kampung masih punya nyali juga kamu berani kembali lagi ke Rumah ini? Apa setelah tubuhmu menjadi memar seperti ini kamu masih berani kembali? Kamu tak takut jika nanti Tristan atau Suami kamu ini akan bertindak lebih kejam dan kasar dari ini apa kamu tidak takut?"bentak Sandra dengan tatapan sinisnya.


"Astaga kenapa kamu yang harus sewot sih? Ini kan bukan Rumah kamu dan ini Rumahnya Tristan, sedangkan Tristan sendiri dia juga kan Suamiku jadi sudah sepantasnya kalau aku kembali lagi kesini. Satu lagi memang tadi malam aku baru aja mimpi buruk karena ulah dari Suamiku sendiri, tapi jangan berharap jika apa yang sudah ia lakukan akan membuatku tambah takut dan akan nurut kepadanya karena itu tidak akan pernah terjadi. Dan ingat Bintang yang kamu kenal dulu telah berubah, dan sekarang yang ada dihadapan kalian hanyalah Bintang yang baru! Bintang yang akan melawan setiap kali ada seseorang yang berani menginjak-injak harga dirinya termasuk diriku sendiri jadi paham kan sekarang?"tegas Bintang balik.


"Terus kenapa kalau aku berani, sudah sepantasnya aku bangkit dan mengalahkan wanita ular seperti dirimu kan?"tantang Bintang balik.


"Ma! Mama lihat rupanya sekarang dia sudah sangat pemberani bukan?" tanya Sandra dengan tertawa sinisnya, yang kemudian dibalas dengan Mamanya.


"Bintang ... Bintang ...kamu itu ternyata Wanita yang paling bodoh yang pernah aku temui, kamu punya tekat yang sangat tinggi untuk melawan kita, tapi bagiku itu tidaklah penting karena aku sekarang tambah merasa sangat lega karena rencana ku berhasil membuat hubungan kalian tambah semakin memanas. Apalagi melihat langsung Putraku berani menjual Istrinya sendiri pada lelaki hidung belang, itu sudah membuatku cukup yakin jika kamu hanya akan menjadi Istri pelampiasan. Bahkan aku tidak menyangka jika rencana kedua anakku dan juga Sandra menantuku telah berhasil dengan sangat sempurna ya kan sayang?"ucapnya dengan merangkul pundak Sandra yaitu menantunya.

__ADS_1


"Oh iya satu lagi selain itu adalagi yang ingin aku tanyakan sama kamu? Gimana dengan dirimu tadi malam? Berapa ronde yang sudah kamu berikan kepada lelaki hidung belang itu?"bisiknya dengan mencolek dagu Bintang dengan tatapan puasnya.


"Singkirkan tangan kotor kamu itu. Karena tanganmu tidak pantas menyentuhku dan satu lagi aku tidak akan pernah kalah dengan semua ancaman yang kamu berikan kepadaku? Dan tadi malam? Aku anggap kejadian tadi malam hanya akan terjadi sekali, selanjutnya aku ingatkan aku tidak akan pernah kalah melawan kalian jadi kalian paham kan? Dan satu lagi aku sekarang malah berfikir jika sebenarnya kamu tidak sungguh-sungguh mencintainya? Kamu hanya memanfaatkan dia hanya untuk hartanya saja kan? Dan pastinya dibalik semua itu ada hal lain yang kamu sembunyikan kan?"tanya Bintang dengan tatapan sinisnya.


"Terserah kamu mau mengatakan apa tapi yang jelas aku tidak akan kalah apalagi termakan akan omong kosong kamu itu. Dan satu lagi nikmatilah masa-masa kamu di rumah ini karena cepat atau lambat aku akan bikin kamu tidak akan betah dan dengan cepat kamu akan melangkahkan kakimu dari rumah besar ini paham!"


"Untuk kali ini aku pastikan aku tidak akan kalah melawan wanita bajingan seperti kamu. Dan aku tahu kebaikan tidak akan kalah melawan kejahatan!"ucap Bintang yang kemudian dia pun menatap tajam kearah Sandra.


"Baiklah aku pegang omongan kamu itu!" Jawab Sandra yang kemudian dia pun pergi meningalkan Bintang.


"Kayaknya mulai sekarang aku harus berhati-hati berada dirumah ini, karena jujur aja setelah melihat sifat Sandra yang sebenarnya aku takut kalau dia benar-benar akan nekat melakukan hal diluar batas, jadi yang harus aku lakukan sekarang aku harus waspada iya itu yang paling penting sekarang,"batinnya


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2