ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
49 " Rencana berbalik arah "


__ADS_3

"Hey tampan aku kan lagi menggoda-mu apa kamu sangat susah untuk ditaklukkan," ucapnya lagi dengan berbarengan tangan mungil Bintang yang mulai meraba-raba dada bidang Tristan.


Belum sampai disana Bintang perlahan-lahan menyentuh bibir Tristan dan membelainya secara perlahan. Tristan yang mengingat akan kejadian tadi malam, jiwa g4ir4hnya serasa ingin memuncak tapi dengan kuat ia mencoba menahan n4fsunya untuk sampai jangan termakan akan godaan Wanita dihadapannya.


"Ayo Tristan tahanlah! Tahanlah kamu pasti bisa ayo tahan!"batinnya yang merasa kacau, bahkan keringatnya yang mulai keluar telah menandakan jika tidak akan lama rencananya akan berhasil dengan sangat sempurna.


"Ayo Tristan apa kamu tahan akan godaan yang aku berikan ini? Dan sampai kapan kamu akan membiarkan-ku terus-menerus meraba-raba tubuh kamu seperti ini ayo bereaksi-lah ayo,"batin Bintang yang serasa tidak kuat dan ingin mengakhirinya.


"Apa dia pikir aku Laki-laki bodoh yang akan tergoda dengannya? Dan apa dia pikir aku ini Pria yang sangat bodoh karena percaya akan semua permainan ini apa dia pikir aku tidak tahu lagi apa rencana dia yang sesungguhnya? Jadi sekarang kita lihat siapa yang terlebih dulu akan jatuh cinta aku atau kamu?"batin Tristan dengan tersenyum licik kearahnya.


Tangan mungilnya yang mulai mendekati bawah tubuh Tristan, sembari Bintang yang mengigit bibirnya sendiri memancing akan g4ir4h Tristan, Tristan yang melihat dan menyadari akan tindakannya dengan sigap ia mencengkram tangan Bintang.


"Aku sudah katakan kamu jangan sampai berulah lagi tapi nyatanya kamu tidak mendengar akan ucapan-ku jadi itu artinya kamu sudah siap aku santap habis-habisan hari ini, jadi nikmatilah!"


Berbalik mendorongnya dengan kasar tubuh Bintang yang akhirnya tersungkur tepat pada kursi kuasanya Tristan membuat raut wajah Bintang berbalik bersitegang. Apalagi melihat tatapan Tristan yang berhasil memancingnya membuat bulu kuduk Bintang serasa ingin berdiri


Langkahnya yang mulai mendekati Bintang membuatnya tambah merasa agak takut akan yang hendak Tristan yang inggin dia lakukan padanya.


Memandang Bintang dari jarak yang sangatlah dekat, Bintang yang merasa tiba-tiba takut ia hanya bisa menghindari akan tatapan itu. Keringat yang tiba-tiba memenuhi tubuhnya seketika membuat wajah Bintang tidak terhindar lagi dari rasa takutnya ketika berhadapan dengan Pria yang sudah ada dihadapannya saat ini.


"Apa yang ingin dia lakukan apa dia sungguh-sungguh sudah termakan akan godaan-ku tapi kenapa secepat ini?"batinnya yang merasa sedikit bingung diselimuti rasa takutnya.

__ADS_1


"Rupanya secepat ini aku berhasil menggoda-mu?" tanya Bintang dengan berusaha tenang, akan tetapi melihat Tristan yang menatap dirinya dengan tatapan serius Bintang dibuat takut lantaran Tristan yang semakin menatap dirinya. Sekaligus perlahan lahan Tristan semakin mendekatkan wajahnya ke arah Bintang yang seketika membuatnya tambah semakin bingung.


"Kamu? Apa yang inggin kamu lakukan, kenapa kamu menatap-ku dengan tatapan seperti itu?" tanya Bintang yang kemudian dia pun mundurkan kepalanya perlahan-lahan. Melihat Bintang yang nampak cemas, Tristan dengan langsung ia malah semakin mendekatkan dirinya pada Bintang yang akhirnya membuat Bintang tambah semakin terdesak lantaran dia sudah sangat terpojok lantaran posisinya yang terduduk di-kursi.


Melihat Wanita dihadapannya bingung dengan menunjukkan tatapan sinisnya, tanpa berkata lagi Tristan langsung melum47 bibir Bintang secara bringas.


Tersadar dengan apa yang dilakukan laki-laki ini sekarang, tubuh Bintang rasanya seperti terikat bahkan mulutnya gak mampu untuk dia ucapkan satu kalimat pun lagi. Bahkan untuk memberontak rasanya ia tak sanggup.


Berusahalah ia ingin melepaskan dua bibir manis yang sama-sama saling bermain. Tristan malah semakin menjadi dan terus ******* bibir ters3ksi tersebut hinga hampir tak terlihat.


Menyadari jika bibirnya secara terus-menerus di l4h4b oleh Tristan tanpa henti. Bintang dengan kasar ia langsung mendorong tubuh Tristan agar memberhentikan n4fsunya, tapi semakin Bintang mencoba memberontak Tristan malah semakin mempererat pelukannya seakan-akan tidak ingin melepaskan masa indah ini.


Hinga akhirnya kesadarannya terhenti setelah adanya seseorang yang tiba-tiba masuk dan tanpa sengaja telah memergoki keduanya yang sedang bercumbu diatas kursi.


"Ma ... Maaf Tuan menganggap waktu anda saya hanya ingin memberikan berkas ini,"ucap pria itu nampak malu.


"Taruh diatas meja dan cepat pergilah! Dan satu lagi jaga pintu ruangan ini dari luar karena aku tidak mau ada seseorang lagi yang menganggu kesenangan-ku jadi cepat lakukan!"


"Ba ... Baik Tuan saya akan melakukannya mari lanjutkan aktivitas anda lagi,"balasnya kemudian seseorang itu pun pergi, Tristan yang kembali menatap Bintang yang dimana dirinya masih berada diatas bawah Tristan.


"Kamu? Apa yang ingin kamu lakukan apa kamu sudah gila ini kantor apa kamu tidak bisa lagi menahan g4ir4h-mu?"

__ADS_1


"Tapi sayangnya aku sudah tidak bisa lagi menahan semua ini. Kamu pertama yang sudah memancingku jadi jangan salah jika aku berbalik akan menyerang-mu! Kamu yang terlebih dulu memulainya jadi apa kamu belum siap jika kita memulainya hari ini lagi?"


"Lepaskan aku kamu sudah gila lepaskan aku!"


"Dasar gila kenapa malah jadi seperti ini kenapa dia malah semakin bergairah dan memaksa-ku agar aku mau memuaskannya padahal aku hanya melakukan rencana tidak terlalu menjijikkan tapi kenapa dia malah jadi seperti ini?"batinnya nampak takut.


"Apa yang kamu lamunan apa diamnya kamu itu menunjukkan jika kamu sudah siap untuk bertarung diatas sofa sana?"


Bintang yang tak tahan ia langsung mengigit leher kanan Tristan secara kejamnya.


"Aw! Kamu? Apa yang kamu lakukan bisa-bisanya kamu mengigit leherku apa kamu sudah gila?"bentak Tristan.


"Tristan ... Tristan... Baru segitu ternyata kemampuan kamu? Kamu selalu berkata dan yakin tidak akan pernah tergoda akan godaan yang aku berikan? Tapi tadi? Apa yang barusan kamu lakukan bukankah kamu sudah terhasut akan ucapan manis yang aku berikan tadi? Apa kamu semudah itu terhasut akan tindakan menjijikkan yang aku lakukan barusan?"


"Kamu? Kamu dengan mudahnya menggodaku tapi setelah kamu berhasil apa kamu harap aku akan melepaskan-mu begitu saja tidak lagi? Jadi tindakan apa yang sudah kamu perbuat maka kamu juga harus merasakannya jadi sekarang giliran aku yang akan memimpin permainan ini paham kan!"ucapnya dengan senyum liciknya.


"Apa maksud kamu?"tanya Bintang dengan wajah cemasnya.


SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN EPISODE CERITA INI MAMPIR DULU DI-KARYA SENJA 90 KARYANYA GAK KALAH SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN SAMPAI LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA MASIH 🥰🥰


__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2