
Pandangan sekaligus matanya seketika terdiam bahkan tidak berkedip setelah ia tahu siapa seseorang yang mulai mendekatkan wajahnya lagi
beberapa kali Bintang mencoba menenangkan pikirannya yang selalu kacau, sekaligus bingung apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.
Menarik tangan Bintang dan jatuh kedalam pelukannya, dengan segera Tristan pun melemparkan tubuh Bintang yang akhirnya terjatuh tepat diatas sofa tempat kerjanya, yang kemudian ia pun menyusul dengan menindih langsung tubuh Bintang.
"Lepaskan aku ....lepaskan aku apa anda sudah gila lepaskan aku!" ucap Bintang yang berusaha untuk melepaskan cengkraman Tristan . Akan tetapi lagi-lagi semua usahanya sia-sia saja. Sekuat tenaga Bintang berusaha untuk melepaskannya cengkraman itu malah akan tambah semakin erat.
"Kamu? Apa yang inggin kamu lakukan, aku minta kamu jangan mendekat, jangan mendekat apalagi sampai berani mencium-ku jika kamu berani mengekangnya maka lihatlah besok apa yang akan terjadi pada perusahaan-mu ini jadi cepat lepaskan aku! Lepaskan aku!" ancam Bintang dengan wajah ketakutannya.
"Bintang apa yang kamu katakan barusan, kenapa kamu melarang-ku untuk jangan mencium-mu. Aku ini Suamimu memangnya apa salah jika seorang Suami mencium bahkan melakukan hubungan panas sekali lagi pada Istrinya sendiri apa itu salah? Dan soal ancaman kamu itu ruangan ini ada CCTVnya jadi jika kamu berani membongkar rahasiaku aku bisa saja membeberkan rekaman video panas kita jadi gimana?"tanyanya dengan tatapan Tristan yang seakan-akan menantang akan ucapan Bintang barusan.
"Kamu sudah gila bahkan sangat gila ini sudah malam jadi aku harus pergi sekarang. Jadi maaf aku gak bisa berada disini. Aku harus pergi lepaskan aku! Lepaskan aku!" ucap Bintang tapi Tristan sama sekali tidak memperdulikannya. Dan terus saja mencengkram tangan Bintang dengan beringasnya.
"Terus jika aku tidak mau melepaskan mu gimana?"tantang balik Tristan.
"Berarti itu artinya kamu sudah berani menantang-ku dan sudah siap mendapatkan hukuman dariku!"balasnya yang langsung menendang dengan lututnya barang yang sangat berharga yang dimiliki Tristan, seketika Tristan yang merasakan rasa sakit itu pun melemah
"Ingat itu balasan karena kamu sudah dengan beraninya mengancam-ku jadi rasakan'lah itu!"tanpa berkata sepatah kata lagi padanya, Bintang segera masuk tanpa memperdulikan rintihan sakit yang dirasakan Tristan barusan.
"Hey kamu mah kemana Bintang kamu mau kemana kita belum selesai melakukannya bintang?"
"Astaga rupanya disini yang lebih pintar itu aku? Kamu yang berencana agar aku tergoda dan terjebak dalam rencana kamu itu tapi nyatanya sekarang kamu sendiri yang terlihat takut. Tapi dia benar-benar gila bagaimana mungkin ia bisa menendang-ku seperti ini?" kesalnya
"Gila! Dia sangatlah gila apa segitu besarnya dia punya nafsu birahi seperti itu sangat menjijikkan, bodoh Bintang kamu yang merencanakannya sendiri tapi kenapa harus kamu juga yang ketakutan melihat dia sangat kepanasan seperti itu kamu sangatlah bodoh! Bodoh! Sudahlah aku tidak mau membahasnya lagi bisa-bisanya aku tambah gila karena memikirkan hal ini?"kesalnya dengan menggerutu dijalan, berlalu ia masuk kedalam salah satu Taksi yang melaju kearahnya.
__ADS_1
"Antarkan saya kejalan Gajah Mada pak,"ucap Bintang kemudian mendapatkan anggukan dari sang supir.
Berbeda dengan Bintang, disalah satu kediaman yang besar dan mewah seorang Wanita bolak kesana-kemari terlihat tidak betah jika harus duduk sebentar di-kursi yang sudah tersedia.
Mondar-mandir kesana kemari entah apa yang menganggu pikirannya sehingga tak lama idenya pun muncul dalam benak pikirannya.
Segera bangkit dari tempat ia terduduk tadi, mengambil tas beserta keperluannya Sandra akhirnya berhasil keluar dari dalam kediaman ini tanpa adanya sepengetahuan seorang pun.
"Sudahlah akan lebih baik aku tidak memberitahu Tristan kalau aku pergi. Aku sudah sangat bosan jika harus mendekam didalam sini secara terus-menerus, lagian ancaman itu hanya sekali jadi mungkin seseorang itu hanya iseng padaku jadi mungkin akan aman jika aku pergi sebentar,"ucapnya yang kemudian ia keluar dari dalam ruang, melihat sebuah mobil hitam datang ia lantas memangilnya.
"Apa benar dengan saudari Sandra?"tanya seseorang supir itu.
"Iya dengan saya sendiri,"balasnya.
"Baiklah,"balas Sandra yang tanpa berkata ia berlalu masuk kedalamnya.
Sandra pun akhirnya memasuki mobil avanza berwarna hitam tersebut. Menjalankan laju kendaraannya.
"Akan lebih baik aku refreshing diri dulu agar merasa tenang menghadapi masalah ini, kira-kira hari ini apa ya yang akan aku beli, tas,sepatu dan barang-barang branded sudah aku miliki semua apa mungkin ada brand pengeluaran baru yang belum aku ketahui sudah tidak sabar aku sampai disana nanti,"ucapnya.
"Pak bisa lebih cepat gak soalnya aku lagi buru-buru nih,"ucap Sandra lagi.
"Baik Non,"balas sang supir.
Tiba-tiba dari belakang kursi penumpang muncullah seorang pria yang wajahnya sengaja ditutupi dengan kain masker berwarna hitam.
__ADS_1
Sandra yang akhirnya menyadari lewat cermin depan Mobil tersebut, ia yang baru aja hendak akan berteriak seseorang itu dengan sigap langsung membungkam mulut Sandra dengan kain yang sudah dikasih obat bius.
Tak menunggu lama obat bius itu pun akhirnya mulai merasuk, Sandra yang mencoba memberontak kesadarannya seketika mulai menghilang hingga tidak membutuhkan waktu lebih lama Sandra akhirnya jatuh pingsan.
_____________________
Berada didalam ruangan yang terlihat sangatlah sepi tanpa ada seseorang sekalipun dan hanya sendiri dalam ruangan yang cukup kotor ini. Dan bisa dibilang ruangan ini adalah gudang.
Matanya yang mulai terbuka lebar, dirinya dikejutkan akan dirinya berada sekarang.
"Gudang, kenapa aku bisa ada disini, siapa yang membawa-ku kesini. Dan seseorang tadi? Apa seseorang itu yang telah menculik-ku? Erlangga?" gumamnya yang merasa panik dan cemas, kedua tangannya yang dalam keadaan terikat tidak membuat dirinya bisa berbuat banyak kecuali hanya diam berpasrah diri.
Setiap detik banyak sekali pertanyaan tentang nasib buruk yang tengah ia pikirkan. Namun hal yang paling ia takuti dari semua itu adalah kematian, ia takut jika orang jahat yang sedang menyekapnya akan bertindak nekat untuk mencelakai dirinya.
Belum juga rasa was-was nya hilang ia sudah dibuat terkejut sekaligus ketakutan setelah pintu yang tiba-tiba terbuka dengan berbarengan langkah kaki seseorang yang mulai menunjukkan sepatu berwarna hitam yang perlahan-lahan mulai menghampirinya
Pandangan sekaligus matanya seketika terdiam bahkan tidak berkedip setelah ia tahu siapa seseorang yang mulai menghampirinya.
Sesosok Laki-laki bertubuh kekar, memakai topi hitam dan masker hitam untuk menutupi wajahnya tidak membuat Sandra mengetahui seperti apa raut wajah dari Laki-laki dihadapannya saat ini.
Pandangannya yang merasa kacau diselimuti rasa takutnya, Sandra berhenti berkedip bahkan nafasnya sudah mulai tidak beraturan menyadari apa yang akan terjadi pada dirinya saat ini.
"Kenapa kamu sangat terkejut melihat-ku disini?"suara kekar itu pun keluar mengagetkan akan Wanita yang ada dihadapannya saat ini.
BERSAMBUNG.
__ADS_1