ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
S2 ( " 7 Sampai kapan akan terus dibohongi " )


__ADS_3

Pagi nampak mendukung akan aktifitas baru bagi Bagas untuk melakukan aktifitas pada setiap harinya. Dirinya nampak mulai bersiap-siap ingin pergi kekantor dan nampak juga dirinya lagi kesusahan membenahi dasi yang dikenakannya.


Akan tetapi disisi lain seorang wanita hanya terdiam tak terlihat ingin membenahi akan tindakan yang dilakukan suaminya yang terlihat sedang kesusahan. Hanya terdiam dan tersenyum memainkan ponselnya, seseorang yang menyerupai wajah Tristan itu pun akhirnya menghampiri Istrinya.


"Revi kamu bisa kan membantuku untuk membenahi dasiku ini?"ucap Bagas.


"Kamu itu bisa gak sih apa-apa jangan minta bantuanku? Aku lagi sibuk chat-chataan dengan temanku jadi sudahlah jangan ganggu aku,"ucapnya yang menolak keras akan permintaannya.


"Apa segitu pentingnya urusan kamu dengan teman-teman kamu itu? Apa kamu gak menganggap aku ini sebagai Suami kamu?"tegas Bagas.


"Baiklah aku akan membantumu,"balasnya yang tanpa berkata dirinya langsung berdiri dan menaruh ponselnya, kemudian dirinya menghampiri Bagas yang membantu membenahi dasi yang dikenakannya.


Melihat wajah istrinya yang sangat dekat dengannya, Bagas yang melihat Istrinya hendak akan pergi sesudah membantunya. Ia mencegah langkah Revi dan menatap tulus akan mata yang terlihat bertatapan dari wajah keduanya.


"Kenapa kamu menghalangiku untuk jangan pergi?"tanya Revi.


"Ada apa dengan kamu sebenarnya? Kenapa aku perhatikan kamu terlihat tidak perduli akan aku yang menjadi suami-mu? Mana keperdulian kamu yang kamu tunjukkan beberapa tahun yang lalu, ketulusan dan keperdulian akan dirimu pada diriku mana?"


"Ini sudah siang, kamu harus sarapan karena kamu itu kamu harus pergi bekerja jika aku membalas semua pertanyaan kamu akan sulit untuk menjelaskannya." Seakan-akan tidak perduli terhadap dirinya, belum membalas pertanyaan sesuai yang diinginkan Bagas, Revi berlalu pergi tanpa menjelaskan apa akan maksud dirinya.


"Aku merasa akhir-akhir ini kamu mulai menunjukkan akan perubahan kamu Rev? Bahkan aku merasa kamu sudah tidak bisa menghargai diriku sebagai Suamimu? Aku tau hubungan kita terjalin memang pada dasarnya hanya atas perjodohan Almarhum Papa kamu, agar aku bisa menjagamu setelah beliau pergi, tapi bukan seperti ini yang aku inginkan bukan seperti ini?"gumamnya yang nampak mengerutkan pipinya, kesedihan terlihat dari raut wajahnya, tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan ia hanya bisa bersikap pasrah kemudian menjunjung tas dan pergi berangkat kerja.

__ADS_1


Dilain tempat seseorang sedang berbicara empat mata dengan seseorang dalam satu ruangan, iya Bintang yang nampak fokus memandang menatap tajam pria yang ada dihadapannya.


"Gimana permintaan aku yang aku perintahkan ke kamu kemaren apa kamu sudah menemukan apa yang aku minta?"


"Sudah Nyonya! Seperti yang nyonya perintahkan saya sudah berhasil mencari tau latar belakang akan siapa seseorang yang sangat mirip dengan almarhum Tuan Tristan, jika awalnya aku ragu dan berfikir jika dia adalah Tuan Tristan sungguhan, setelah saya menyelidiki dan mengikut langkah dimana pun ia pergi saya sudah menemukan titik terangnya. Dan latar belakang dari pria itu yang berhasil saya dapatkan, pria itu sungguh-sungguh bukanlah Tuan Tristan, dugaan ku dia memang saudara kembar dari tuan Tristan yang telah menghilang belasan tahun yang lalu,"timpal seseorang itu dengan cara menjelaskan.


"Apa kamu serius dengan semua dugaan kamu tadi?"tanya Bintang.


"Iya aku serius Nyonya, jika Nyonya tidak percaya nyonya bisa lihat sendiri beberapa foto beliau


"Baiklah terima kasih atas kerja keras kamu, aku sangat penasaran ingin tau siapa sebenarnya Pria itu? Jika dia sungguh-sungguh saudara kembar Tristan? Apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa sampai 30 tahun lamanya kasus ini tidak ada yang mengenali satu sama lain, padahal Tristan sendiri orang besar dalam bidang perusahaan jadi harusnya dia tau jika ada orang yang sangat mirip dengannya?"


Terlihat dari raut wajahnya nampak bosan akan beberapa berkas yang sudah pada bertumpuk tidak karuan, tapi yang membuat seseorang itu terlihat bosan dan merenung bukan akan semua berkas itu namun hal lain.


Terlihat langkah kaki seseorang mulai menghampirinya, langkahnya mulai mendekati kemudian seseorang itu menepuk pundaknya dan sekejab mengejutkan akan pria yang sedari tadi hanya melamun dan merenung.


"Astaga Tuan Alex ngagetin aku aja aku kira siapa?"timpal Bagas.


"Kamu kenapa Gas? Apa kamu ada masalah kenapa aku lihat wajah kamu mengerut kamu lagi banyak masalah?"tanya Alex.


"Tidak! Aku tidak lagi ada masalah hanya saja ada beberapa pikiran kecil yang sedang mengacak-acak pikiranku tapi tidak apa-apa nanti aku bisa fokus pada pekerjaan aku ini kok!"

__ADS_1


"Apa kamu sedang kehilangan fokus dan merenung seperti ini karena ulah Istri kamu? Apa kamu berantem lagi dengannya?"


"Sulit jika aku harus berkata jujur tidak tejadi sesuatu pada hubungan rumah tangga kita. Tapi itu yang terjadi, entah kenapa aku merasa hubunganku dengan Revi mulai memudar entah karena masalah apa tapi aku merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Revi,"balas Bagas.


"Bagas-bagas jelaslah Istri kamu lagi marah, kamu itu hanya orang kampung, bahkan gaji perbulannya jika dibandingkan dengan-ku sangat jauhlah berbeda. Dan bodohnya kamu karena kamu sama sekali tidak menyadari akan hubungan terlarang antara aku sahabat terbaik kamu dengan Istri tersayang kamu?"batinnya dengan tersenyum sinis.


"Kamu kenapa Lex? Kok kamu malah senyum-senyum sendiri?"


"Aku hanya merasa kamu itu terlihat sangat menyayanginya ya? Aku tau hubungan suami istri memang harus dijaga, tapi jika kamu mulai merasakan kecurigaan akan Istri yang kamu anggap sangat sayang sama kamu itu kamu lakukan sesuatu atau mencari jalan celah dengan mulai menyelidikinya kamu kan bisa? Takutnya dia sudah berani main api dalam hubungan rumah tangga kalian jadi kau juga harus mulai berhati-hati


"Iya juga yang kamu katakan. Aku memang harus berhati-hat, se'engaknya aku harus mulai melakukan sesuatu terima kasih atas dukungannya kamu memang teman terbaikku thank ya?"


"Sama-sama lagi bray, biar pun level kita sangatlah jauh jangan sungkan untuk meminta bantuan padaku, aku juga teman-mu, kamu selalu ada untukku jadi kini giliran-ku untuk selalu ada untukmu jadi bersemangat-lah!"


SEMBARI MENUNGGU LANJUTAN CERITA INI, ALANGKAH BAIKNYA SEMPATKAN JUGA UNTUK MAMPIR DISALAH SATU KARYA YANG TAK KALAH KEREN. DAN PASTINYA SETIAP EPISODE AKAN BIKIN JIWA KALIAN AKAN MERONTA-RONTA. YUK SINGGAH DULU DISINI


BERIKUT BLURNYA



BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2