
Kedua mata yang sama-sama memberikan tatapan tajam, memperhatikan setiap detik dari gerak-gerik pria bermasker hitam yang dengan mudahnya mengetik kode sandi dan dengan mudahnya masuk kedalam apartemen tersebut tanpa adanya kecurigaan dari seseorang disekitar.
"Seseorang itu memakai masker? Jadi gimana caranya kita tau seperti apa wajah dari seseorang itu?"tanya Andra.
"Kita perlu rekaman CCTV beda tempat? Misal depan dari apartemen ini?" timpal Bagas dengan melirik balik kearah Andra.
"Baiklah kita laksanakan sekarang!"
"Tapi kayaknya kita yang dapat masalah soalnya depan apartemen ini adalah Rumah sakit? Apa mungkin pihak Rumah sakit sana akan memberikan kita kesempatan untuk memeriksa rekaman cctv mereka?"tanya Andra pada Bagas.
"Jika mereka tidak memberikan kita ijin, kita kan bisa pakai cara kasar? Misal cara licik untuk masuk kedalam rumah sakit tersebut!"ucapnya dengan menunjukkan senyum liciknya.
"Tapi gimana caranya?"tanya Andra yang merasa tak paham.
"Soal ini aku akan memikirkan dulu idenya, kita perlu beristirahat termasuk kamu juga jadi nanti malam pukul 18:00 bersiaplah!"
"Baiklah aku memang tidak tau apa ide kamu tapi aku akan ikuti rencana kamu!"
"Baiklah sekarang kamu pergilah biar aku yang jaga sebentar nyonya Bintang, tapi kamu bisa'kan jangan beritahu rencana kita padanya?"
"Baiklah aku tidak akan memberitahu nyonya Bintang ya sudah aku cabut dulu!"
"Baiklah berhati-hatilah!"
"Baiklah!"
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
"Siapa sebenarnya seseorang yang berniat ingin menghancurkan Perusahaan ini? Rafa ... Richard mau pun Sandra sudah sama-sama mendapatkan karma atas apa yang sudah mereka lakukan. Bahkan mendekam didalam sel tahanan aku sangat yakin semua permasalahan ini tidak ada sangkut pautnya dengan mereka tapi siapa? Apa benar semua ini ada hubungannya sama Alex dan juga Revi karena hanya merekalah orang yang selama ini punya masalah padaku?"
__ADS_1
Memikirkan masalah yang tidak ada hentinya membuat bintang bingung harus perbuat apa, belum lagi melihat pemberitaan media sosial banyaknya orang pada membicarakannya tentang yang tidak-tidak.
"Kenapa orang-orang dengan mudahnya menghakimi-ku seperti ini tanpa tau seperti apa permasalahan yang terjadi sesungguhnya? Jika aku tidak segera bergerak apa mungkin nama Perusahaan ini yang akan jadi taruhannya dan dengan cara apa aku bisa menyelesaikan semua ini?"
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu terdengar dari luar, Bintang yang mendengar akan suara itu dirinya mengijinkan seseorang itu untuk masuk. Dan ternyata seseorang itu yang tak lain Bagas sendiri.
"Bagas ada apa?"
"Maaf Nyonya bukan maksudku menganggu waktu istirahat nyonya, saya datang hanya ingin memberikan buah ini makanlah!"
"Sekarang aku tanya apa dengan keputusan nyonya tidak mau makan apapun, akan membuat penjahat itu akan ketemu ? Tidak! Itu tidak akan membuat masalah yang nyonya timpa akan kembali normal, jadi sudahlah makanlah aku akan mengupaskan buah ini untuk nyonya, sedikit pun tidak masalah nyonya ini demi kesehatan Nyonya jadi makanlah! Sekalian makan nasi ini juga saya mohon!"
"Ternyata biar pun kamu kelihatan agak cuek padaku? Kamu termasuk tipe orang yang perduli dan perhatian?"batin Bintang yang tanpa sengaja ia malah memperhatikan dan memberikan tatapan untuk Bagas seperti halnya dulu dia menatap Tristan. Bagas yang tak sengaja melirik kearah Bintang, ia sedikit canggung ketika harus mendapatkan tatapan seperti ini dari Bintang.
"Alangkah baiknya Nyonya jangan menatapku dengan tatapan seperti itu, ini ambilah!" ucap Bagas dengan memberikan potongan apel yang barusan ia kupaskan.
"Kamu janganlah gr aku tidak pernah sekali menatap mu! Terus masalah kamu dengan Revi gimana? Apa ada masalah yang terjadi diantara kalian?"tanya Bintang.
"Soal itu nyonya jangan terlalu pikirkan hubungan kita cukup baik setelah Revi tau aku pemilik dari perusahan yang nyonya pegang ini?"
"Baiklah kalau gitu sekarang alangkah baiknya kamu jangan lanjutkan mengupas apel itu untukku aku sudah tidak nafsu untuk makan! Aku minta kamu pergilah tidak baik bagi Pria beristri yang berduaan dengan Wanita lain dalam satu ruangan apalagi apartemen jadi pergilah!"
"Terus gimana dengan Nyonya? Jika seseorang itu kembali?"
__ADS_1
"Kamu tenang saja aku akan minta Andara untuk menemaniku nanti jadi pergilah!"
"Baiklah kabari aku kalau Nyonya butuh sesuatu! Tapi aku akan pergi jika Andara sampai disini jadi cepat hubungi dia!"
"Apa kamu memerintahkan ku?"
"Ya bisa dibilang seperti itu!"
Berada dalam mobil sendiri, Andra yang berniat ingin menyalakan mobilnya suara dering ponsel tiba-tiba terdengar, berlalu ia pun mengangkatnya.
"Andara? Untuk apa dia menelfon-ku?"gumamnya pada dirinya sendiri.
📞" Iya Andara ada apa? Tumben kamu telepon aku?"tanya Andra.
📞" Andra apa kamu belum tau kabar apa-apa hari ini? Apa kamu belum muka akun media sosial apapun?"tanya Andara dengan nada gugupnya.
📞" Hari ini aku kebetulan belum lihat perkembangan media sosial ada apa? Kenapa kamu kedengarannya cukup panik apa ada masalah?"
📞" Tidak ada waktu jika aku harus menjelaskannya secara detail tentang masalah yang terjadi saat ini, sekarang kamu lihat akun apapun yang kamu punya cepat!"
📞"Baiklah aku akan melihatnya!"
Mendengar kabar yang tidak tau apa yang dimaksudkan Andara. Andra yang merasa cukup panik akan apa yang akan terjadi selanjutnya, ia lantas memeriksa salah satu akun yang ditujukan oleh Andara. Dan juga ia akhirnya menonton salah satu video yang dikirimkan oleh Andara lewat akun WhatsApp nya.
Melihat secara langsung mengunakan kedua matanya sendiri, kedipan mata Andra tidak juga teralihkan setelah melihat video apa yang barusan ia lihat saat ini.
"Ini apa-apaan? Apa yang barusan dilakukan Bagas? Aku harus memberitahu Nyonya Bintang!"
BERSAMBUNG.
__ADS_1