
"Bagas ... Alex ... Kalian berdua memang orang-orang bodoh yang bisa-bisanya tertipu wanita seperti diriku. Bahkan 6 tahun lamanya kalian tidak curiga sekalipun bukanlah ini sangatlah hebat bukan? Tapi sayangnya kesadaran kalian sudahlah berada diujung tanduk, aku sudah berhasil menguasai semuanya sedangkan kalian lihat ini kan!"
Menunjukkan ponsel miliknya yang terdapat foto dari berkas yang berhasil ia dapatkan, dirinya terlihat tersenyum puas.
"Berkas itu? Itu berkas milik Bagas apa yang ingin kamu lakukan pada berkas-berkas itu?"
"Kamu lihat ini Bagas? Kamu sudah bodoh karena ikut terpancing akan omonganku untuk menjadi ahli waris Perusahaan dari Kakak kamu, tapi kamu lupa bukan Revi namanya jika dia tidak bisa melakukan apa yang dia inginkan termasuk menguasai balik semua perusahaan itu?"
"Bodoh! Jika dibilang bodoh aku rasa anda yang lebih bodoh! Anda yang lebih bodoh karena percaya jika kakak ku ini sudah berhasil terhasut akan wanita macan seperti dirimu. Anda karena percaya jika berkas yang ada digenggaman tangan anda adalah yang asli, padahal sejatinya yang asli ada ditangan ku lihatlah!" timpal Andara sembari menjinjing berkas yang asli, dengan ekpresi senyum yang sama-sama terlihat dari wajah Andara, Bagas mau pun Andra, Revi yang tak percaya dirinya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana semua ini bisa terjadi? Jadi berkas itu yang asli, sedangkan yang aku dapatkan?"
"Jujur aku sudah sangat gemas dengan omongan kamu yang mengatakan jika kita sangatlah bodoh! Tapi aslinya kamu sendirilah yang bodoh karena ikut terjebak dalam rencana yang aku buat. Kini saatnya kamu untuk mendekam di Penjara atas kejahatan yang selama ini telah kamu perbuat, pembodohan pada orang lain bahkan mencemarkan nama baik, termasuk tindakan penipuan mampu membuat semua perbuatan yang kamu perbuat akhirnya bisa kamu dapatkan.
Karena aku sudah gak tahan lagi, membiarkan orang seperti kamu hidup bebas berkeliaran disini.
Jadi kamu sekarang harus ditahan atas pencemaran nama baik termasuk tindakan penipuan padaku mau pun pada Alex jadi nikmatilah masa-masa ditahanan.
Tanpa berfikir lagi, Bagas dengan sigap ia langsung memborgol kedua pergelangan tangan Revi menggunakan sepasang borgol.
Revi yang terkejut dengan apa yang dilakukan Bagas saat ini, ia yang berusaha memberontak, tapi se'berusaha apa ia berbuat tindakannya akan berbuah sia-sia.
Rasa panik yang dialami Revi belum kunjung reda, tiba-tiba datanglah beberapa orang berseragam polisi yang menghampirinya.
"Anda sudah tertangkap, jadi jangan banyak tanya dan juga alasan karena kamu sekarang sudah jadi tersangka utama. Dan kamu akan ditahan atas tindakan kejahatan yang kamu lakukan ini, Jadi ayo ikut kita ke Kantor Polisi dan jelaskan semua pembelaan yang inggin kamu katakan nanti, ayo cepat jalan!" perintah sang petugas kepolisian.
"Tidak aku tidak salah aku terima dengan semua ini, semua ini tidak benar aku tidak salah. Kalian, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan pada kalian nanti, urusan kita belum selesai tunggulah pembalasanku nanti, lepaskan aku! Lepaskan aku!"
__ADS_1
"Ya sudah kita permisi dulu!"ucap salah satu Polisi berbicara pada Bagas.
"Baik Pak, sekali lagi terima kasih atas bantuannya?"
"Baiklah sama-sama, ya sudah kita pamit dulu!"
"Baik Pak!"
"Akhirnya cacing hidup itu bisa juga kita kalahkan,"ucap Andara dengan senyum lepasnya.
Sedangkan disisi lain Alex yang merasa menyesal atas apa yang sudah ia perbuat selama ini, dirinya menghampiri Bagas, berlutut tepat dihadapannya, Bagas yang sadar atas tindakan apa yang dilakukan Alex padanya dirinya seketika langsung membangkitkan tubuh Alex agar berdiri tegak lagi.
"Apa yang kamu lakukan! Tidak seharusnya kamu berbuat seperti itu?"
"Aku jahat Gas! Aku sangatlah jahat. Aku merasa tidak pantas mendapatkan pintu maaf darimu atas apa yang sudah aku lakukan aku tidak bisa! Aku tidak bisa!"
"Lex? Kita sama-sama korban, kita sama-sama korban dari Wanita licik seperti dia. Aku berharap setelah kejadian ini kamu harus berfikir jernih apa kamu masih bisa menerima Wanita itu lagi dalam kehidupan kamu nanti. Apalagi adanya janin yang ada dikandungan-nya, aku hanya bisa memberikan dukungan untuk kalian, aku sudah pasrah melepaskan dia untukmu jadi lupakanlah pertikaian yang terjadi diantara kita lupakanlah!"
"Aku sadar keputusan ini cukuplah sulit untuk aku pilih. Tapi mengingat kebohongan yang besar yang selama ini telah ia lakukan tidak mengharuskan diriku untuk mempertahankan Wanita seperti ini. Di-dunia hidup banyak pilihan jadi pilihanku sekarang aku harus segera menceraikannya, nanti sore aku akan datang ke sel memberikan surat perceraian itu kamu tenang saja!"
****________________________****
"Tidak aku tidak bisa jika hanya berdiam diri seperti ini aku harus melakukan cara agar aku bisa terbebas dari sel tahanan ini entah bagaimana pun itu caranya aku harus bebas iya aku harus bebas!"
Wajah paniknya tidak kunjung mereda, ia terus saja berfikir dengan jernih apa yang akan ia lakukan untuk bisa kabur dari sel tahanan ini nyatanya tidak membuah hasil sama sekali.
Kemudian datanglah seorang polisi yang tiba-tiba membuka salah satu borgol yang menjadi kunci pengikat sel tahanan ini.
__ADS_1
"Maaf Pak kenapa borgolnya dibuka apa ada seseorang yang sedang ingin mengunjungi-ku?"tanya Revi.
"Iya ada seseorang yang ingin mengunjungi anda. Dan seseorang itu adalah Suami anda sendiri, silahkan keluar anda hanya dapat waktu 20 menit saja!"
"Baiklah!"
Keluar dari dalam sel, berjalan secara perlahan sembari diikuti oleh Polisi. Revi terlihat sangatlah bahagia setelah melihat adanya Bagas yang terduduk di kursi tunggu.
Merasa sangat bahagia, Revi lantas langsung membekap tubuh Bagas dalam pelukannya tapi tak berangsur lama pelukan hangat yang ia lakukan ditolak mentah-mentah dari seorang laki-laki tampan yang jelas-jelas masih menjadi suami sahnya.
"Sudahlah waktuku tidak banyak. Dan satu lagi tujuan pertama ku kesini bukan untuk memaafkan atau pun berbicara lama denganmu, tapi aku hanya ingin menyerahkan surat gugatan ini kepadamu jadi cepat tanda tangani-lah!"tegas Bagas tanpa memandangnya.
"Apa maksud kamu kenapa kamu tiba-tiba gini mau mengugat aku? Aku tahu aku salah sayang tapi bukan seperti ini cara kamu mencampakkan aku bukan seperti ini caranya?"
"Oh jadi cara seperti ini tidak seharusnya aku lakukan padamu, terus cara seperti apa agar aku bisa membuat kamu mau menanda tangani surat ini?"
"Sayang aku tahu aku salah besar. Aku tahu aku sudah mengecewakan kamu tapi aku mohon beri aku kesempatan satu kali untuk menata semua kekacauan ini aku mohon!"
"Aku minta cepat tanda tangani surat apa kamu sesusah itu hanya untuk menanda tanganinya? Atau aku harus pakai cara kasar atau mungkin aku harus berteriak sekeras mungkin agar semua orang tahu selicik apa wanita seperti kamu ini?"
"Tidak, sudah aku bilang aku tidak mau apa kamu akan terus memaksaku ingat sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan kamu apa kamu paham itu!"
Surat putih yang tadinya masih sangat rapi, kini terlihat acak-acakan setelah Revi yang dengan sengaja merobeknya hinga menjadi beberapa bagian.
"Lihat surat ini sudah hancur lebur jadi itu artinya aku tidak mau menceraikan kamu apa kamu paham!"
"Itu hanya selembar surat yang barusan kamu hancurkan, tapi kamu lupa itu hanya selembar kertas jadi aku bisa membuatnya lagi. Dan ingat! Besok aku akan datang lagi untuk menuntut perceraian ini apa kamu paham!"
__ADS_1
Beranjak pergi dari pandangannya. Pandangan mata Bagas tak terlihat menatapnya, ia segera pergi meninggalkannya dengan berbarengan perasaan kecewa yang sudah menguasai dirinya.
BERSAMBUNG.