ISTRI YANG TAK DIANGGAP

ISTRI YANG TAK DIANGGAP
140 " Memutuskan untuk bersama lagi "


__ADS_3

"Ini Bintang aku sudah bawa rebusan ramuan herbal tadi,ini juga sudah dingin jadi ayo minumlah?"


"Ramuan herbal apa?"tanya Bintang.


"Ini Bintang, banyak orang bilang kalau tumbuhan sarang semut yang berasal dari Papua mampu menangkal berbagai jenis penjalaran pada setiap penyakit kanker mau pun tumor yang yang berkembang biak pada tubuh manusia. Jadi aku mencoba cara herbal ini supaya kanker yang kamu derita agar tidak cepat menjalar kemana jadi minum ya?"jelas Tristan.


"Kamu kalian harus se'repot ini? Dan kenapa kamj juga dengan gampangnya percaya akan adanya takhayul macam itu, aku tidak percaya dengan adanya ramuan herbal yang mampu memperpanjang usia manusia karena usia manusia pada dasarnya hanya Tuhan yang tau begitu juga penyakit yang aku derita, penyakit ku ini sudahlah cukup parah apa mungkin hanya dengan ramuan ini penyakit ku langsung akan sembuh tidak itu tidaklah mungkin jadi gak aku tidak mau aku takut akibat meminum ramuan ini akibatnya malah akan fatal jadi aku tidak mau!"ucap Bintang.


"Bintang kamu tidak boleh berkata seperti itu, kita sudah mengecek pada laboratorium jenis tumbuhan ini tidak ada efek serius jika penderita mengonsumsinya. Andra sudah susah payah pulang pergi mendatangi Papua apa kamu dengan teganya tidak mau meminum ramuan ini, se'engaknya demi perjuangan dia aku mohon minumlah aku mohon!"pinta Tristan dengan memohon.


"Baiklah aku akan meminumnya,"ucapnya yang langsung menyeduh perlahan-lahan ramuan dari gelas kayu tersebut.


"Rasanya cukup pahit?"


"Namanya juga ramuan kalau manis kan sirup namanya,"timpal Andra.


"Betul banget tuh,"timpal Tristan lagi.

__ADS_1


"Gimana apa kamu sudah mulai menunjukkan reaksinya?"tanya Andra.


"Astaga bagaimana mungkin hanya dalam satu menit ramuan itu langsung beraksi ya jelas tidaklah mungkin kamu itu ada-ada aja,"timpal Tristan.


"Iya juga sih,"timpal Andra sembari menarik kepalanya.


Hanya berdua dalam satu ruangan ini, Bintang yang masih terbaring ia hanya terdiam, sedangkan Tristan yang berada disebelahnya ia nampak sabar menunggunya sembari pandangannya yang tak juga ia alihkan pada pandangan yang lain.


"Kamu masih disini?"tanya Bintang.


"Iya aku masih disini kok kamu tenang saja,"timpal Tristan.


"Bintang apa aku boleh meminta sesuatu sama kamu?"


"Aku tadi meminta kamu untuk pergi tapi kenapa kamu malah ingin meminta sesuatu kepadaku? Dan mengalihkan pembicaraan kita pada pembahasan yang lain, apa yang ingin kamu minta?"tanya Bintang.


"Permintaanku tidaklah sulit kalau menurutku, aku rasa kamu juga pasti mampu untuk mengabulkannya dan permintaan itu apa kamu bersedia jika kita kembali lagi? Maksudnya diantara kita tidak ada lagi kebencian yang terjadi dan aku ingin kita sama-sama menjadi satu hubungan yang utuh apa kamu bersedia?"

__ADS_1


Mendengar ucapan Tristan barusan, seketika pandangan Bintang nampak berbeda, dan seketika itu juga Bintang malah bertanya balik ke Tristan apa maksud dari perkataan Tristan barusan.


"Apa maksud kamu, apa yang bikin kamu bertanya padaku soal itu. Kamu sendiri kan tahu kondisiku sekarang, kamu juga tahu jika tidak lama lagi. Aku akan mati terus kenapa kamu malah memintaku untuk kembali apa kamu tidak salah dengan ucapan kamu itu?"


"Bintang aku tahu di dunia ini kita semua juga pastinya akan mati, termasuk dengan diriku sendiri, aku juga tidak perduli dengan kekurangan kamu saat ini karena yang aku tahu aku sadar jika aku telah salah menilai mu selama ini. Bahkan aku ingat kata-kata dan ucapan kamu yang mengatakan jika kamu ingin aku memberikan kamu kesempatan kedua untuk membenahi semuanya dan aku ingin mengabulkan permintaan kamu itu, aku ingin kita kembali dan menata kembali bongkahan-bongkahan permata hati kita yang sudah hancur karena adanya badai jadi aku mohon bersedia lah aku mohon? Dulu aku telah menyia-nyiakan kamu karena adanya ke-salah pahaman jadi ijinkan aku untuk menebus semuanya aku mohon?"


"Maaf Tristan tapi aku tidak bisa mengabulkan permintaan kamu? Aku akui kamu Laki-laki yang sangat pintar, tampan dan pastinya tidak banyak Pria yang memiliki hati seperti dirimu. Apalagi setelah adanya kejadian beberapa bulan yang lalu hal itu yang membuatku tidak bisa dengan mudahnya menerima kata kembali lagi, bukan karena tidak cinta atau hal yang lain tapi aku tidak mau aku akan menderita seperti dulu, aku tidak mau usiaku sudahlah tidak lama, bahkan kapan dan dimana aja nyawaku bisa diambil pada yang maha kuasa jadi aku mohon jangan buat aku menjadi beban kebahagiaan untukmu, aku mohon jangan biarkan semua itu terjadi sadarlah kita tidak ditakdirkan untuk bersatu jadi kamu harus melupakan aku dan mencari pendamping yang lebih cantik dan sempurna dari aku jadi sadarlah! Sadarlah!"


"Aku tidak tahu apa aku sekarang sadar atau tidak, tapi jujur aku tidak ingin hidup dalam bayang-bayang tidak keberdayaan seperti ini. Aku ingin kembali menata hidupku dan aku ingin menata semuanya kembali seperti dulu jadi aku mohon ijinkan aku untuk merawat kamu aku mohon!"


"Aku tidak tau harus berkata apa lagi. Aku tidak tau apa kamu memang bodoh karena masih mau bersama dengan seorang penyakitan seperti diriku. Haruskah aku menjelaskan semuanya dari dari urutan mana aku harus menjelaskan semuanya kalau aku tidak bisa! Aku tidak bisa kamu tau nyawaku tidak akan lama lagi jadi kenapa kamu masih bersikeras ingin rujuk lagi denganku apa alasannya? Apa alasan kenapa kamu bersikap bodoh seperti ini apa alasannya Tristan?"


"Bintang kamu pernah dengan jika seorang introvert banyak yang mengira jika mereka itu sangatlah bodoh, banyak yang mengira jika seorang yang punya julukan si pendiam akan selalu mendapatkan penindasan karena orang mengira mereka adalah si bodoh jika dirinya ditindas tidak akan membalasnya apa kamu pernah dengan sebutan kata itu? Tapi satu hal yang tidak orang ketahui, seorang pendiam yang selalu diremehkan bahkan tidak dianggap sekali pun, mereka diam-diam mereka punya kelebihan yang sangatlah berbeda dari kebiasaan orang, banyak cara untuk menjelaskan semuanya tapi aku tidak ada waktu untuk menjelaskan semuanya ke kamu, mungkin aku bisa dibilang orang yang sangat bodoh karena masih berharap mau menjalin hubungan dengan seseorang yang sudah menjatuhkan ku begitu juga aku yang sudah menjatuhkan secara bertubi-tubi, tapi aku melakukan semua ini atas dasar satu yaitu pertanggung jawaban dan pertanggung jawaban pada seorang Istriku, aku mohon?"


"Baiklah kalau itu memang sudah jadi keputusan kamu aku bersedia kita kembali, tapi jangan salahkan aku kalau hubungan kita tidak akan berangsur lama, jangan salahkan aku kalau suatu saat nanti aku akan menebar luka ke kamu karena jujur aku sendiri tidak percaya jika aku masih diberi kesempatan untuk lebih lama bisa menatap mu, jadi hapus lah air mata kamu sebelum aku meninggal aku tidak ingin diantara kita ada yang meneteskan air matanya jadi usap lah!"ucap Bintang.


"Baiklah aku akan mengusap air mataku, tapi aku minta diantara kita tidak ada lagi kesedihan. Aku ingin kamu selalu tersenyum biar pun kamu sudah tahu seperti apa perkembangan penyakit yang kamu derita. Aku ingin kamu selalu bisa tersenyum biarpun tuhan tidak berpihak mu hanya itu permintaan aku jadi janganlah menangis, janganlah menangis,"ucap Tristan yang juga mengusap air mata Bintang, merangkul punggung Bintang keduanya akhirnya mampu berpelukan.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2