
Berjalan dengan langkah pelan sembari penyisir anak jalan, Bintang nampak bingung, sesekali ia berusaha mengingat apa yang terjadi tadi malam, tapi bayangan yang terjadi hanyalah wajah Tristan dalam benak pikirannya dan tidak terlalu jelas apa hubungan yang sebenarnya terjadi pada malam itu.
Apalagi merasakan sakit dibagikan In*imnya membuatnya malah semakin bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
"Sebenarnya apa yang terjadi padaku tadi malam apa aku benar-benar melakukan hubungan itu bersama dengannya? Ataukah Tristan memanfaatkan kesempatan tadi malam dan menjual-ku pada Pria hidung belang apa yang terjadi kenapa aku sama sekali tidak bisa mengingatnya tapi jika pria lain yang melakukannya kenapa harus dia yang berbaring di ranjang dalam keadaan bertelanjang seperti tadi?" tanya Bintang pada dirinya sendiri yang merasa kacau.
"Astaga apa aku baru aja melakukan hubungan itu padanya? tidak itu tidak mungkin ini pasti mimpi. Iya ini semua pasti mimpinya.
Ucapannya yang merasa kacau, sesekali ia mengacak-acak rambutnya tapi tak ada satu pun ingatan yang jelas terkecuali hanyalah ingatan akan wajah Tristan.
Sampai didepan kediaman rumah besar, dirinya yang hampir ingin memasuki rumah itu langkahnya seketika terhenti setelah adanya Seseorang yang dengan sigapnya langsung menariknya dari arah belakang. Dan seseorang itu yang tak lain adalah Tristan dengan tatapan sinisnya Tristan mencengkram pergelangan tangan Bintang dan belum membiarkan dirinya untuk masuk kedalam rumahnya
"Ka ... Kamu apa yang kamu lakukan?"tanya Bintang dengan tegas, bahkan tatapan yang ia tunjukkan membuat keduanya terjebak dalam pandangan yang sama-sama serius.
"Aku perlu ngomong denganmu ayo ikut aku!"ajak Tristan yang memaksanya untuk pergi.
"Kamu mau ajak aku kemana? Aku tidak mau jadi lepaskan aku!"tegasnya dengan berusaha menghempaskan cengkraman darinya.
Belum juga selesai bintang berusaha membela dirinya sendiri. Tristan yang menatap wajah bintang dipenuhi dengan rasa kepanikannya. Bayang-bayang yang sedikit muncul dalam benak pikirannya tak membuat Tristan dengan mudahnya melepaskan tangan mungil itu darinya ia pun akhirnya mendekati wajah bintang dengan sangat dekat.
__ADS_1
Bahkan sangking dekatnya jarak diantara keduanya hanya mencapai sesenti, terpojok lantaran belakang Bintang sudahlah tembok. Dan Tristan yang semakin memojokkannya, terkaget dengan apa yang akan dilakukan oleh Suaminya saat ini dia pun seketika jantungnya berdegup dengan sangat kencang.
"Astaga apa yang akan dilakukan sama orang ini, padaku? Kenapa dia mendekatiku dengan cara dekat seperti ini. Jantungku ...jantungku kenapa berdetak dengan kencang seperti ini?" batinnya yang mencoba mengalihkan pandangannya pada Tristan, akan tetapi Tristan menyentuh dagu Bintang agar memandangnya dengan dekat.
"Sebenarnya apa yang terjadi tadi malam apa kita benar-benar melakukan hubungan itu?"tanya Tristan yang spontan pandangan Bintang beralih menatapnya dengan tatapan tajamnya.
Seakan-akan mulutnya telah terkunci, dirinya yang tak berani untuk mengatakan apa-apa, berusaha ia berniat akan pergi masuk kedalam rumahnya tapi cengkraman yang dilakukannya suaminya tambah semakin erat hingga dirinya tidak bisa melakukan apapun kecuali hanya diam menatap pria didepannya yang menatapnya dengan tatapan penasarannya.
"Aku harus pergi kalau Sandra lihat gimana lepaskan aku! Lepaskan aku!"tegas Bintang yang mencoba menghindarinya.
"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi sebelum kamu menjawab pertanyaan ku barusan? Dan apa benar jika kejadian tadi malam itu memang kamulah dalang utamanya? Kamulah orang yang sudah berpura-pura mabuk agar aku tergoda akan dirimu kan? Memang aku tidak terlalu ingat jelas akan kejadian pada malam itu tapi aku sangat yakin kamulah orang yang sudah memuaskan ku tadi malam ya kan semua ini ulah kamu kan?"tanya Tristan yang tak memberinya ampun dan terus saja mencengkeramnya dengan cengkraman kasarnya.
Belum juga keduanya selesai berdebat, suara pintu terbuka seketika mengejutkan dirinya, Tristan yang tadinya mencengkram dengan kasar tangan Bintang, kini cengkraman itu ia lepaskan setelah tau jika Sandra-lah yang keluar dari dalam rumah ini.
"Sayang apa yang terjadi suara apa tadi?"tanya Sandra, Tristan nampak panik dan bingung ingin mengatakan apa.
"A ... Aku!"balas Tristan nampak gelagapan.
"Oh iya tadi malam kalian habis kemana aja setelah hadir dalam acara itu? Kenapa aku sudah sekali menghubungimu Tristan? Handphone kamu tersambung tapi kenapa beberapa kali kamu tidak menjawab telfon dariku kamu gak lagi bermacam-macam kan dengannya tadi malam?"tanya Sandra dengan pandangannya yang sedikit cemas.
__ADS_1
"Tunggu! Bermacam-macam maksud kamu?"tanya Bintang dengan wajah penasarannya.
"Apa benar kamu orang yang sudah memberikan obat perangsang dalam minumanku tadi malam? Dan Wanita yang mengajakku curhat itu dia suruhan kamu kan ayo katakan?"tegas Bintang.
"Apa maksud kamu kenapa kamu malah menuduhnya? Aku tau lagi itu semua ulah kamu tapi kenapa kamu malah menyalahkannya pada orang lain apa kamu pikir aku akan percaya dengan semua perkataan kamu tadi?"tegas Tristan.
"Baiklah kalau kamu tidak percaya aku tidak masalah,"balasnya yang selangkah akan pergi, langkah Bintang terhenti setelah Sandra yang menariknya setelah Bintang yang melewati dirinya dan melihat luka merah yang terdapat pada leher kanan Bintang.
"Kamu? Bagaimana bisa kamu bisa mendapatkan luka itu dileher kamu? Kalian habis melakukan apa tadi malam?"tanya Sandra dengan paniknya.
"Kenapa anda malah bertanya balik! Bukankah ini yang anda mau, anda sengaja memberikan obat perangsang itu agar aku melakukan kesalahaan pada Pria. Dan sekarang inilah yang terjadi apa anda sudah puas sekarang?"balas Bintang dengan senyum liciknya. Kemudian Bintang pergi tanpa memperdulikan keduanya.
"Sandra kamu kenapa terkejut seperti itu? Bukan kamu kan orang yang memberikan obat perangsang itu padanya?"tanya Tristan.
"Tristan aku ....,"ucapnya yang bingung ingin mengatakan apa.
"Baiklah aku paham dan mengerti apa maksud kamu, kamu sudah melakukan yang terbaik jadi ya terserah kamu sekarang semuanya sudah terjadi jadi apa yang bisa diubah,"balas Tristan yang berlalu ia masuk kedalam rumahnya tanpa memperdulikan Sandra yang masih diluar.
"Sial kenapa rencana-ku malah jadi seperti itu? Aku berniat mengerjainya dengan obat perangsang itu agar dia menganggu laki-laki di-pesta dan berbalik akan mempermalukan dirinya tapi kenapa mereka malah melakukan panas yang tidak seharusnya terjadi, bodoh! Kamu sangat bodoh Sandra bodoh!"ucapnya dengan sesekali ia mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
__ADS_1
BERSAMBUNG.